
('Mommy akan usahakan, kamu ada di jalan apa biar Mommy meretas cctv yang ada di jalan,' ucap Alona sambil berjalan ke arah meja kemudian mengambil laptop untuk diletakkan di atas ranjang).
('Ada di jalan xxxx Mom,' jawab Angel).
('Ok, Mommy minta kamu nyalakan GPS-nya agar Mommy bisa melacak keberadaan mu,' ucap Alona).
('Baik Mommy,' jawab Angel patuh).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Alona. Alona berjalan keluar dari kamarnya sambil membawa laptopnya hingga dirinya melihat ketiga anak kembarnya yang kini sudah tumbuh besar.
"Mommy mau kemana?" tanya putra pertamanya.
"Kak Angel dalam bahaya mobilnya diikuti Mommy mau menolong kakak kalian," jawab Alona.
"Kami ikut Mom," jawab ke tiga anak kembarnya bersamaan.
"Ok," jawab Alona sambil tersenyum.
Ke tiga anak Alona bisa bela diri dan juga ahli meretas data karena anggota keluarga besar Alvonso mengajarkan ke tiga anak Alona yang sangat suka belajar mengikuti sifat ke dua orang tuanya yang bernama Alona dan Edward.
__ADS_1
Ke tiga anak mereka kini berusia dua belas tahun dan wajah mereka sangat mirip dengan Edward hanya sifat mereka sangat mirip dengan Alona baik dan mudah melupakan kesalahan orang lain.
"Ikut kemana nih?" tanya Katarina tiba-tiba datang bersama suaminya yang bernama Mikael.
"Angel, putri angkat ku mobilnya diikuti dan kami mau pergi untuk menolongnya," jawab Alona.
"Kalau begitu kita pergi sekarang membantu Angel, kita naik dua mobil saja," ucap Mikael.
"Ok," jawab mereka serempak.
Merekapun pergi meninggalkan mansion milik Mikael menuju ke tempat Angel. Di tempat yang berbeda bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil di tempat jalan yang ramai.
"Iya, sepertinya kita tidak bisa berputar-putar di tempat yang ramai. Arahkan mobil ke jalan yang sepi," perintah Arsene.
"Baik Tuan," jawab sopir tersebut.
"Angel, nanti di gang sebelah kanan kamu turun dari mobil," ucap Arsene.
"Terus kak Arsene?" tanya Angel dengan wajah kuatir.
"Kakak dan ke dua bodyguard kakak akan melawan mereka di jalan yang sepi," jawab Arsene yang tidak ingin kehilangan orang yang disayanginya terlebih Angel.
__ADS_1
"Tidak, aku akan membantu kak Arsene untuk melawan mereka kebetulan aku bisa bela diri," jawab Angel.
"Kakak tidak tahu mereka ada berapa orang dan kakak tidak sanggup jika kehilanganmu karena itu lebih baik kamu turunlah di gang itu," ucap Arsene.
"Lalu bagaimana dengan ku? Apakah aku sanggup kehilangan kak Arsene? Tidak Kak aku tidak bisa kehilangan kak Arsene kita hadapi mereka bersama-sama," ucap Angel.
"Baiklah, tapi ingat jika kita terdesak kamu harus pergi menyelamatkan diri," pinta Arsene akhirnya.
"Baik," jawab Angel singkat.
("Maaf Kak Arsene walau kita nantinya terdesak aku tidak akan pergi meninggalkan dirimu," ucap Angel dalam hati).
Hingga setengah jam kemudian mobil milik Arsene berada di jalan yang sepi bersamaan salah satu mobil sengaja mendahului mobil milik Arsene kemudian mendadak menghentikan mobilnya.
Cittttttt
Bodyguard yang merangkap sebagai sopir terpaksa menghentikan mobil milik Arsene membuat Arsene memeluk Angel agar tidak jatuh dan menabrak jok mobil yang berada di depannya.
"Di belakang ada tiga mobil yang berhenti," ucap Angel yang melihat dari spion mobil.
"Aku pikir satu ternyata ada empat mobil," ucap Arsene yang salah perkiraan.
__ADS_1