Menikahi Pria Pilihan Orang Tua

Menikahi Pria Pilihan Orang Tua
I love U too


__ADS_3

Hendry sudah kelelahan akhirnya menghentikan bualan mereka dan keduanya melanjutkan istirahat. Rita juga telah usai mengerjakan tugasnya. Mereka pun tidur mengumpulkan energi untuk esok hari.


Pagi hari, jarum jam menunjukkan pukul 06.12, ia telah siap berangkat kerja. Hendry pantang ngaret dan mager. Ia selalu mendisiplinkan dirinya selalu 'on time'. Ia tiba di perusahaannya lebih awal dari karyawannya untuk memberi teladan baik pada mereka.


Kedisiplinannya inilah yang mengantarkannya pada kesuksesannya saat ini.


Perusahaan yang dirintis oleh ayahnya berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. Oleh sebab itulah, orangtuanya tidak lagi ikut campur dalam urusan Perusahaan "Makmur Raya". Mereka menyerahkan semua keputusan seutuhnya untuk anak semata wayangnya itu.


Seperti biasanya, setiba di perusahaannya ia selalu duduk di lobby perusahaannya, memperhatikan keadaan di sana, terkadang ia juga menyapu pekarangan yang yang di penuhi dedaunan kering yang berguguran.


Oleh sebab itulah para karyawannya selalu berupaya sigap sesuai profesi masing-

__ADS_1


masing agar Hendry puas dengan kinerja mereka.


Ia kemudian bergerak ke arah kantornya. Masuk ke dalam, melakukan aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya.


Ruangan kantornya bersih dalam keaadaan terawat. Raka paling memahami sifat atasannya. Hendry memperlakukannya sama seperti kakak beradik pun kedua orangtuanya.


Hendry mencocokkan semua data yang telah Raka kirim padanya selama ia berliburan, hasilnya tak ada ketimpangan sama sekali.


Seharian menjalankan aktivitasnya di kantor, tibalah waktu istirahat. Raka mengetuk pintu dan masuk tanpa menunggu jawaban Hendry.


"Nih, buat makan siang," serunya seraya meletakkan box nasi yang sudah ia buka sebelumnya. Ia lanjut membuka box miliknya dan mereka makan siang bersama di sana.

__ADS_1


Keduanya makan dengan lahap sambil bercengkrama bersama. Kemudian Raka pergi meninggalkannya. Ia lalu duduk sekejap di ruangan kecil yang sengaja ia peruntukkan untuknya beristirahat di kala kelelahan.


Rita ... Iya ... kesibukannya hari ini membuatnya lupa pada gadis itu. Ia pun mengambil ponsel, melakukan vidio call.


Rita yang juga kebetulan sedang istirahat segera membuka vicalnya. "Ta ... Sudah makan siang?" tanyanya penuh perhatian. "Baru aza selesai," sahutnya. "Hari ini ramai, Ta?" tanyanya lagi. "Hmm, orderan kemarin lumayan, semua sudah didelivery." Begitu banyak pertanyaan Hendry hingga Rita kelelahan meladeninya. "Hen, uda ya, saya mau lanjut kerja," pamit Rita. "Okay, I love u," ucap Hendry romantis. "Hmm," sahut Rita. "Hmm ... , apa maksudnya, Ta?" tanya Hendry memancing Rita. "Iya," sahutnya lagi. "Iya apa, Ta?" Hendry sengaja lagi memancing emosi Rita demi mendapatkan jawaban yang ia harapkan. Tapi Rita tetap saja tak mampu mengucapkannya.


Hendry kemudian melanjutkan Whatapp chat, "I love u, Rita," ketik Hendry dari seberang sana. Rita yang sudah lelah dengannya terpaksa menjawabnya : "I love u too."


Hendry puas dengan chat balasan Rita dan menghentikan percakapan mereka. Rita pun lega bisa melepaskan diri dari calon suaminya yang menyebalkan itu.


Mereka melanjutkan rutinitas masing-masing. Terlebih Hendry, ia sangat antusias karena telah memperoleh sesuatu yang sangat ia idam-idamkan, walau hanya sepatah kata "I love u too". Itu sudah cukup memberinya mood booster untuk hari yang luar biasa ini.

__ADS_1


__ADS_2