Menikahi Pria Pilihan Orang Tua

Menikahi Pria Pilihan Orang Tua
Hendry Membawa Rita Pergi


__ADS_3

Ting ... jam weker di kamar Hendry berdering lantang. Seisi ruangan bergema akibat dentingan weker jadul itu. Jarum jam menunjuk angka lima, Hendry segera bangkit dari peraduannya. Ia mandi dan mengenakan setelan casualnya. Ia mengambil tas slempang yang sudah sejak tadi malam ia persiapkan. Ia isi dengan barang berharganya yang tidak banyak.


Di rumah Rita ...


Ia sudah bangun dan masak, daging ayam ungkepnya beberapa hari yang lalu ia keluarkan untuk digoreng, juga sup angkak ayam sudah harum dan siap disantap.


Lalu merapikan dapur yang berantakan dan segera mandi. Rita mengisi sedikit bekal untuk Hendry dan untuk makan siang kedua orang tuanya. Kuahnya bisa dihangatkan dikompor, sedangkan daging ayam juga langsung bisa digoreng menggunakan air fryer.


Rita berangkat ke rumah Hendry membawa bekal sarapan untuknya. Hendry sudah menunggunya di halaman depan. Segera Rita buka wadah satu per satu.00


Hendry segera menyantap menu kesukaannya. Ia menyuapi Rita, tetapi di tolak. Hendry mengeluarkan jurus ampuhnya, sebuah kalimat "menghukumnya" barulah ia menerima suapan itu. Ia berani melakukannya (menciumnya) walau didepan banyak orang, itulah yang paling ditakuti Rita.

__ADS_1


Usai sarapan, Rita merapikan meja makan dan menemani Hendry berangkat ke bandara. Hendry ternyata ada maksud terselubung, ia menarik Rita sekuat tenaga ketika ia akan pergi meninggalkannya. Rita berusaha melepaskan genggamannya, namun gagal. Ia terus menggenggam tangan Rita membawanya berjalan memasuki badan pesawat. Dan melakukan perjalanan berdua.


Hendry sengaja merencanakan semua ini agar Rita bisa beristirahat di kota Y.


Rita kecewa dengan sikap Hendry, membawanya pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Mereka kini saling diam-diaman. Hingga tak sadar, Rita ketiduran. Hendry tak tega melihatnya, lalu menyandarkan kepalanya dibahu kekar miliknya. Membiarkan lelap hingga tiba di tujuan.


Tibalah mereka ke kota Y, Hendry mendapatkan taxi ketika tiba di rumahnya, Hendry memberikan ongkos pada sopir taxi yang mereka tumpangi.


Hendry menggendongnya dan membaringkannya di sofa ruang depan rumahnya. Lalu menjatuhkan tubuhnya sendiri di sebelah Rita.


Sambil mengusap rambut panjang Rita, Hendry minta maaf atas ulahnya hingga Rita kelelahan dan tertidur disana.

__ADS_1


"Bi Nul, kamar yang tadi saya pesan sudah siap?" tanya Hendry memastikan. "Sudah, Tuan," sahut Bi Nul.


Hendry menggendong Rita yang sedang tidur pulas ke kamar yang sudah disiapkan untuknya. Semua keperluan Rita juga sudah tersedia disana.


Hendry berbaring disebelah gadisnya memperhatikannya tidur begitu nyenyak. Keduanya pun ketiduran hingga sore.


Rita yang sudah puas beristirahat pun bangun dan mendapati Hendry lelap disampingnya. "Hen ... Hen ... bangun, sudah malam," Rita mendorong lembut tubuhnya. Tapi bukannya bangkit, ia malah menarik tubuh Rita dalam dekapannya. Mengecup bibirnya tanpa ampun.


Dan untuk kesekian kalinya, Rita selalu gagal melepaskan dirinya dari pria yang sudah berhasil merebut hatinya itu. "Hen, aku susah bernafas," Rita akhirnya memikirkan ide agar bisa lepas dari cengkraman Hendry.


Mendengar suara Rita yang tak berdaya, Hendry segera melepaskan pelukannya. "Sana, mandi gih. Kamar mandi di pojok sana," tunjuk Hendry. Hendry segera keluar dari kamarnya dan kembali ke kamar pribadinya.

__ADS_1


Rita pergi membersihkan tubuhnya, seluruh perlengkapan mandi, cream wajah, parfum hingga busana, bahkan pakaian dalam pun sudah tersedia untuknya.


__ADS_2