
Mendengar kabar Hendry telah kembali, Riani segera ke perusahaan menemui Hendry. Riani adalah cinta pertama Hendry. Sifatnya yang manja dan kekanak-kanakan membuat Hendry tidak berpikir banyak untuk pindah ke lain hati.
Dia yang suka mengatur-atur juga membuat rasa cinta Hendry padanya pudar. Walau tak dapat di pungkiri, bentuk tubuhnya yang sexy adalah idaman semua pria, tapi di hati Hendry sudah ada Rita yang akan menemaninya hingga menua bersama kelak.
Suatu ketika, Raka tak sengaja berpapasan dengan Riani. Kala itu, Raka menjemput klien di hotelnya dan sekaligus meeting di restoran terdekat.
Raka sempat curi-curi merekam sedikit gerak-gerik Rita dengan si om-om itu. Namun, karena ia masih ada urusan yang lebih penting maka, ia abaikan dulu masalah Riani.
Tapi, ketika meeting selesai, lagi-lagi ia melihat Rita masih berjalan mesra dengan si om. Kini mereka bermesraan di kamar. Raka sengaja berakting, salah ketuk kamar. Dan melihat tubuh Riani hanya terbungkus sehelai handuk.
__ADS_1
Fix, Riani adalah peliharaan om-om. "Akan aku bongkar sifat aslimu, Riani," batin Raka dalam hati kecilnya.
"Hen ... , sayang, aku merindukanmu," Riani dengan genit menggeliat, mengoda Hendry. Kemudian, ia mencium bibir Hendry, namun berhasil Hendry dorong agar ia menjauhinya.
Tapi ketika Hendry sudah hampir kehabisan akal, Raka masuk ke ruangan itu. Sengaja mengalihkan perhatian Riani. "Hen, sebentar lagi ada meeting." Sela Raka terburu-buru menenangkan suasana di sana. Hingga Hendry bisa lepas dari sifat binal Riani. Hendry pantang memukul wanita jadi ia masih bisa bertahan dengan akal sehatnya.
Riani benar-benar berubah. Urat malunya juga sepertinya telah putus. Dia sama sekali telah berubah bukan lagi Riani yang dahulu. Walau manja namun masih punya etika.
"Hen, aku harap kamu tidak lagi berhubungan dengan Riani," ucap Raka tegang. "Kenapa, Ka," tanya Hendry memancingnya. "Riani bukan perempuan baik-baik. Dia ... simpanan om-om," sebut Raka. "Hen, coba kamu simak vidio ini!" ucap Raka seraya menyerahkan vidio rekamannya.
__ADS_1
Hendry, menyambut ponsel Raka dan mulai mengamati hasil rekaman vodio tersebut. "Share ya, Ka," pinta Hendry santuyy.
"Okay," sahut Hendry enteng. "Hen, jangan lagi melanjutkan hubungan yang tidak sehat ini. Kamu sudah punya Rita, jangan rusak karir dan reputasimu dengan perempuan seperti ini," pinta Raka tulus pada sohibnya.
"Raka, terima kasih kamu memang teman sejati," Hendry menepuk ringan pundak pria di hadapannya. "Ka, sebenarnya aku sudah tahu informasi ini sebelum berangkat menemui Rita.
Mama pernah melihatnya jalan bersama om-om, lalu beliau mencari info lebih detail. Dan, fix. Seperti yang kamu saksikan dan kamu ceritakan saat ini."
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kejadian ini. "Mata orangtua tidak pernah salah menilai ya, Ka?" curhat Hendry yang menyesal sudah berburuk sangka pada orangtuanya dahulu.
__ADS_1
"Aku juga sudah tidak ada lagi rasa padanya, sama sekali sudah pudar. "Oh, ya, nanti kita liburan ke sana, teman Rita juga cantik jomblo lagi," ucap Hendry santai.
"Akh, belum ada rencana sejauh itu, Hen. Masih ingin sendiri," balasnya Raka cuek. "Yakin?" Nanti nyesal lho, Ka," gurau Hendry menantang Raka.