
"Baiklah, aku pulang besok," Rita mengabulkan permintaan Hendry. "Jadi ... nanti kamu ikut ke kantor ya?" ajak Hendry setelah ia meneguk susu digelasnya. "Hen, nanti kamu jemput di rumah aza," tolak Rita yang sempat kecewa dengan kejadian kemarin. " Okay, nanti aku jemput, jam 1."
"Aku berangkat," pamit Hendry bangkit dari kursinya dan berjalan keluar menaiki mobilnya. Tinggallah Rita sendirian disana, bersama Bi Nul dan Pak Tejo, ART dan Satpam di rumah mewah itu.
Rumah sebesar dan semewah ini, ditempati sendiri, memang terasa sepi. Pantas aza, Hendry selalu mengatakan kalau ia kesepian.
Rita kini bangun dari tempat duduknya setelah usai sarapan sejak tadi. Ia merapikan meja makan yang berantakan. Tableware kotor bekas mereka makan tadi, ia pindahkan ke dapur.
Melihatnya membawa gelas dan piring kotor, Bi Nul segera mencegatnya. Mengambil piring dan gelas dari tangannya. "Maaf, Non. Biar Bibi saja. Ini tugas Bibi," kata Bi Nul takut sambil menoleh sekelilingnya.
__ADS_1
"Bi, ga apa-apa, aku sudah terbiasa," jawabnya santai. "Tapi Non, nanti Tuan marah, " ujar Bi Nul lagi. Namun Rita tak menghiraukannya, Ia masabodoh dengan larangan Bi Nul malah tampak asyik mencuci tableware kotor di wastafel dapurnya. Sementara Bi Nul bimbang dan bingung. "Kalau Tuan melihat Non kerja, pasti Bi Nul dimarahin," kata Bi Nul polos tetapi juga was-was.
Tak hanya itu ia juga membantu Bi Nul memasak. Berulang kali Bi Nul menolaknya namun tetap tak digubrisnya. "Bibi kerja yang lain aza, biarkan saya yang menggantikan Bibi masak, ya Bi?" ujar Rita tersenyum.
Sang asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah Hendry itu tak bisa berkata apa-apa, hanya diam dan pergi dari sana.
Rita asyik memasak hingga ia lupa waktu. Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan jam 1. Dan sesuai janjinya, Hendry pun pulang ke huniannya.
Hendry segera ke dapurnya. "Hmm, wangi benar, masak apa Rita," Hendry bertanya-tanya dalam benaknya.
__ADS_1
"Rita, masak apa kamu, wanginya harum sekali," tanya Hendry penasaran. "Soto Betawi, Hen. Ayo ... kita makan," ajak Rita sembari mengambil kuah di pa0nci dan menyiramkannya diatas mangkok yg berisi jeruk nipis beserta komplotannya.
Aroma soto yang harum menyebar kemana-mana. Hendry tak sabar ingin mencicipinya. Bi Nul dan Pak Tejo juga sudah Rita panggil untuk duduk dan makan bersama semeja dengan Hendry dan dirinya. Mereka melebur menjadi satu menikmati hidangan nan lezat olahan Rita.
Oh ya, hampir lupa, Rita juga menambahkan krupuk emping diatas kuah soto berikut sambal serta daun bawangnya. Aroma wangi santan menambah cita rasa pada soto yang mereka konsumsi.
Hendry tanpa menolak langsung menerima ajakan Rita. Ia merupakan salah satu penggemar masakan Rita. Penambahan bumbu yang Rita berikan selalu pas dilidah.
Masakan Rita setara menu hidangan restoran berbintang. Membuat penikmat kuliner ingin nambah lagi dan lagi.
__ADS_1
Baik tua maupun muda tak akan menolak masakan gadis cantik itu. Tangannya cekatan dan gesit memainkan alat dapur, yang merupakan alat perangnya untuk menaklukan segala macam sayur-mayur segar serta aneka daging fresh untuk diracik menjadi menu pengganjal perut yang bernutrisi.