
"Ta, aku masuk, ya," sapa Hendry dari luar. "Masuk, Hen." Hendry membawa makanan ke balkon di kamar Rita. "Sini, Ta," Hendry memanggilnya. Rita segera keluar dan duduk bersama Hendry di sana.
"Ini buat kamu," Hendry menyerahkan sebuah paperbag berisi 1 set android keluaran terbaru. Harganya pastilah sangat fantastis. Namun, Rita menolak pemberian Hendry. "Hen, ini pasti mahal. Aku sebentar lagi juga pulang, jadi kamu ga usah repot beli ponsel baru segala," tolak Rita mendorong kembali seperangkat paket ponsel mewah itu.
Hendry menatapnya sadis. "Jadi kamu menolak pemberian aku," tanya Hendry jengkel. "Apa salah kalau aku memberikan sesuatu untuk calon istri?" sambil ngomel dia menatap Rita tajam.
"Ta, selama menjalin hubungan denganmu, kamu tidak pernah merepotkanku, tidak pernah minta ini itu, walau kamu tahu aku mampu memberikan apapun untukmu. Itu yang membuat aku kagum padamu," timpal Hendy antusias.
__ADS_1
"Anggap aza, ini surprise unik dari aku, ya," bujuk Hendry seraya membelai rambut hitamnya. "Buka ... telepon mamamu juga sohibmu, biar kamu ga bosan."
"Selamat malam, Tan. Sudah makan, Tan?" sapa Hendry pada Bu Anna. "Malam, Hen. Sudah, baru aza selesai makan sama om," balasnya. "Ini, Tan, Rita mau bicara sama Tante."
"Ma, apakabar? Ini di save ya nomor baru Rita," ujarnya. "Ta, kamu baik-baik ya disana, nurut sama Hendry, ya," pesan mamanya. "Ma, uda dulu ya, Rita mau berkabar dengan Desy dan Sekar," Rita menghentikan obrolan dengan bu Anna.
An empty street, an empty house ... nada dering ponsel Desy berdengung. Desy sudah sajak lama menyetel lirik lagu "My Love" yang dinyanyikan oleh boyband 'Weslife yang sempat booming pada zaman mereka masih mengenyam bangku SMU.
__ADS_1
"Kamu dimana, Ta?" tanya Sekar.
"Aku di culik," jawabnya sedih. " Siapa yang culik?" tanya Sekar cemas. "Hendry," balasnya. "Ah, itu bukan di culik, itu namanya honeymoon, ehh salah ... holiday," sahut Desy. "Kamu baik-baik ya disana," ujar Desy. "Ta, maaf kita perpendek pembicaaraan, soalnya rame yang order. Kita chat lagi lain waktu ya, say," Desy memutus pembicaraan. "Okay, Desy Sekar ... bye ... bye ...," ucap Rita dari seberang sana.
Rita pun puas dan lega setelah berkabar dengan mereka. "Ini makan kuenya, enak lho, Ta," Hendry menyodorkan sekotak kue pie padanya.
Rita mengambil dan menikmatinya bersama secangkir kopi capucino hangat yang Hendry seduh untuknya dengan takaran yang pas. Keduanya bercengkrama seraya menikmati bulan purnama yang kesekian kalinya semenjak mereka bersama sebagai pasangan yang kelak akan menuju kepelaminan dan akan berbahagia selamanya.
__ADS_1
Hendry menatap wajah ayu Rita, yang bersinar dibawah terang cahaya bulan purnama. Wajahnya seolah memanggil Hendry untuk mengecupnya. Ia pun mendekat dan mengecup bibir sexy Rita. Tapi gadis itu berhasil menghindarinya. Ia pun segera menarik tangannya, hingga hilang keseimbangan dan jatuh terduduk di atas paha sang kekasih.
Hendry mengecupnya tanpa melepaskan sentuhan bibir diantara keduanya. Ciuman itu semakin panas. Tangannya juga ikut memainkan area sensitif sang gadis, ahh ... Rita mendesah arghh ... "Hen, stop!" teriak Rita. Tangan Hendry tetap saja memainkan ****** yang sudah kemerahan itu.