
Pagi hari...
Lia sudah bagun juga mama Irma... Mereka berdua sedang asyik di dapur mempersiapkan sarapan pagi...
"Bagaimana, nak. Apa hari ini jadi ke rumah kalian kan?" tanya mama Irma memecahkan kesunyian di dapur...
"Iya, ma. Jadi" jawab Lia. "Nungguin Cecil dan kak Darlen bangun dan setelah sarapan, baru kita pergi. Mama ikut juga kan?" tanya lia Lia lagi...
"Kalau kamu tak keberatan, nak" sahut mama sambil senyum menggoda Lia...
"Mama" Lia dan mama Irma kaget dengan suara terikan dari arah tangga...
Dengan reflek Lia berlari sambil berkata "Jangan lari-lari, nak. Jalan saja" kemudian menggendong Cecil yang tertawa cengengesan... "Kamu ini bikin untung mama hampir copot saja" kata lia Lia lagi dengan mimik wajah yang takut kalau-kalau Cecil akan jatuh...
Di kamar...
__ADS_1
Darlen bangun dan tidak mendapati Lia di sampingnya... Dia bangun dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya...
"Sayang, sudah sikat gigi dan cuci mukanya?" tanya Lia
"Sudah dong, ma" jawab Cecil... "Ma, kita jadi pergikan kerumahnya papa?" tanya Cecil...
"Iya, dong sayang" jawab Cecil... "Eh, sebentar ya. Cecil sarapan bareng oma ya. Mama lihat dulu, papa udah bangun apa blom?" ucap Lia...
Lia membuka pintu kamar dan tidak melihat Darlen di tempat tidur... Sayup-sayup Lia mendengar bunyi percikan air 💦 dari dalam kamar mandi... "Dia lagi mandi" guman hati Lia...
Pintu kamar mandi terbuka... Darlen keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggannya, memperlihatkan tubuh bagian atas yang kekar dan atletis juga rambut cepaknya yang sedikit basah...
"Ya, tubuh darlen sama seperti papa dan kak Bram juga suami kak Vanny yang juga Tentara. Mereka selalu menjaga bentuk tubuh mereka. Apalagi papa, walau sudah pensiun tapi tubuh papa tetap kekar dan atletis" guman hati Lia...
"Apa kamu akan berdiri disitu saja dek, melihat saya" kata Darlen, seketika membuyarkan lamunanku... "Tolong ambilkan pakaianku" pintanya...
__ADS_1
Aku berjalan menuju ke lemari tempat pakaian kak Darlen... Aku bingung mau ambilkan yang mana... "Kak, mau pakai kemeja atau kaos?" tanyaku...
"Terserah adek, saja" jawabnya
"Terus celananya?" tanyaku lagi
"Terserah kamu saja, dek" jawab masih dengan terserah kepada ku
Aku memberanikan diri mengambil baju kaos berkerahpollo dengan warna putih dan biru navi juga celana jeans warna hitam... Kemudian aku memberikannya pada kak Darlen...
Dengan senyum dia mengambil pakaian itu dari tanganku "Kamu suka warna ini yah, putih?" tanya Darlen...
Aku hanya mengganggukan kepala tanpa melihat dia didepanku. Kemudian aku keluar dari kamar, karena tidak mungkin aku melihat kak Darlen berpakaian... Kita berdua memang sudah sah menjadi suami istri tapi untuk melakukan tugas dan tanggungjawab suami istri di atas tempat tidur, belum terbesit di kepalaku. "Entahlah dengan kak Darlen" gumanku...
Tiba-tiba pinggangku berasa ada yang peluk dari belakang. Dan benar saja, kak Darlen memelukku dengan lembut. Aku mencoba bergerak melonggarkan pelukkannya. Tapi malah dia mempererat pelukannya...
__ADS_1
"Sebentar saja, dek" pinta kak Darlen... "Aku minta maaf karena selama 2 minggu kita menikah. Aku belum bisa menjadikan kamu selayaknya istriku, dek. Maafkan aku" ucap Darlen