MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 28 Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Ny. Aurelia Ween? Siap untuk kabar baiknya?" tanya komandan dan dijawab anggukan olehku... Karena komandannya kak Darlen adalah sahabat papa. Dan sudah ku anggap seperti orang tuaku...


"Hari ini ulang tahun anda?" tanyanya...


"Siap, iya Pak" jawabku dengan suara serak menahan tangisku....


"Kado itu adalah hadiah ulang tahun anda" kata komandan kak Darlen sambil menujukkan kado besar dan tinggi itu... "Hadiah ini sudah disiapkan oleh Kapten Ween jauh sebelum kepulangannya. Dia menitipkan untuk saya, agar menyampaikannya untuk anda" jelasnya lagi kepadaku...


Dengan bercucuran air mata, ku berjalan menuju kado besar itu... Kado yg terbungkus dengan kertas kado berwarna putih dengan motif bunga-bunga seperti warna kesukaanku diikat dengan pita maroon yang cantik dan ada sebuah pesan "SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU. TUNGGU AKU", membuatku terharu...


Kumenarik ikatan pita maroon itu dengan hati penasaran. Ada apa dibalik kado ini.... Kulihat seorang Tentara dengan pakaian perang lengkap dengan ransel, senjata, penutup wajah dan juga helmt khusu Tentara keluar dari dalam box kado itu dengan memegang sebuah kue ulang tahun yang bertabur kelopak mawar dan bertuliskan " SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU SAYANG"...

__ADS_1


Tentara itu mulai membuka helmt dan juga masker yang menutup wajahnya. Seketika itu juga, ku langsung memeluk Tentara itu... Ya, karena dia adalah suamiku. Dia yang ku tunggu selama 9bulan ini. Ku merindukannya setiap hari dalam 9bulan ini... Ya, ku sudah terlanjur mencintainya bahkan mungkin melebihi cintanya padaku...


Semua pasukan pengaman perbatasan dengan keluarga bahkan para atasan suamiku bersorak kegirangan karna kejutan ini... Membuatku malah lebih menangis tersedu dalam pelukannya kak Darlen...


"Selamat ulang tahun istriku, sayang" bisiknua ditelingaku... "Maafkan aku karna kejutan ini, membuatmu terus berlinang air mata" katanya lagi sambil mengecup puncak kepalaku...


"Terima kasih, sayang" ucapku dengan bahagia seakan tak merasakan malu. Aku terus saja memeluk suamiku... Komandan dan istri juga semua yang ada di panggung menyelamati dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku...


Ternyata disana sudah ada mama Retha, mama Irma, Cecil, kak Bram, kak Vanny dan juga suaminya serta anaknya...


"Selamat ulang tahun, Lia" Semua menyambutku dan kak Darlen dengan ucapan itu "Juga selamat datang buat Darlen" lanjut mereka...

__ADS_1


Kami rayakan ulang tahun ku dan kepulangan kak Darlen dengan makan bersama keluarga...


"Papa nggak adil" Tiba-tiba suara Cecil berkata dengan wajah yang cemberut...


Kak Darlen langsung menghampiri anaknya yang sedang berdiri berkacak pinggang. "Kenapa sayang berkata begitu?" tanya kak Darlen...


"Dari papa tiba pagi tadi sampai sekarang, papa tidak pernah melepaskan tangan papa dari mama. Papa juga terus menciumi mama. Lalu Cecil ini papa anggurin" rengek Cecil... "Ya, sudahlah. Beginilah punya papa yang baru punya istri baru yang lama ditinggalkan" lanjutnya yang membuat semua orang di dalam rumah tertawa terbahak-bahak... Aku da kak Darlen tidak bisa menutupi rasa malu kami karna memang benar...


Tak sedetikpun kak Darlen melepaskan tanganku. Juga tidak hentinya dia mencium puncak kepalaku dan punggung tanganku... Karena dia juga begitu merindukanku...


Dia suamiku "DARLEN MAICHEL WEEN"

__ADS_1


__ADS_2