MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 55 Indah Pada Waktunya


__ADS_3

Darlen memanggil semuanya masuk ke kamar perawatan Lia... Karena Lia sudah sadar dan kesehatannya pun stabil....


Aku membuka kedua tanganku untuk memeluk Cecil "Sayang, mama rindu pelukanmu. Ayo, peluk mama" kataku... tiba-tiba mataku melihat yang lain kalau Cecil kini duduk di kursi roda...


"Maafkan mama, sayang. Karena Mama sampai Cecil harus duduk di situ. Maafkan mama karena tidak bisa memperhatikan dan merawatmu, sayang" suaraku tersendat karena menahan tangisku....


"Mama, nggak papa kok... Cecil baik-baik saja... ini karena Cecil kecapean jadinya harus istirahat dengan duduk di kursi roda ini" kata Cecil menenangkan diriku....


"Maafkan mama, sayang" air mataku menetes... "Pa, ma maafkan Lia... Semuanya maafkan Lia karena membuat kalian khawatir" lanjut ku...


"Sudahlah sayang... Saat kamu keluar dari rumah sakit ini. Mama mohon lupakan semua yang pernah terjadi. Mulailah hidup barumu dengan Darlen dan Cecil" kata mama Retha dan diangguki mama Irma sambil tersenyum....


"Papa dan kami semua sayang sama Lia... Papa harap, Lia bisa mengikhlaskan semuanya" pinta papa untukku....

__ADS_1


"Iya, pa. Lia akan lupakan semuanya dan memulai hidup baru bersama suami dan anak kami" kataku kepada papa...


 


Akhirnya aku bisa pulang dari rumah sakit. Aku ingin pulang ke rumah kami tapi Darlen masih khawatir dengan kondisi ku. Dia memintaku untuk tinggal dirumah mama Irma agar ada yang menemani ku ketika dia tidak ada...


2minggu kepulanganku, aku dikejutkan dengan kedatangan beberapa istri dari atasan Darlen... karena waktu aku di rawat di rumah sakit, mereka tidak sempat menjenguk ku...


Mereka turut berdukacita atas kecelakaan yang membuat kami kehilangan bayi kami dan membuat ku harus dirawat di rumah sakit berbulan-bulan....


Semenjak kejadian itu... Kami hidup penuh kebahagiaan dan lebih dekat dengan Tuhan....


Sampai pada waktu keluarga kami kembali harus merelakan kepergian mama Irma berpulang kepada Tuhan dalam tidur abadi....

__ADS_1


Aku dan Darlen berjanji untuk setia dan saling mencintai di hadapan mama Irma sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya....


"Ma, tidak ada yang dapat memisahkan kami bertiga. Kami bertiga akan bahagia seperti yang mama inginkan dan itu harapan dan doa kami" itu kataku...


"Sekarang mama akan pergi dengan tenang karena Darlen sudah mendapatkan istri yang baik dan Cecil juga sudah mendapatkan mama yang sayang padanya" ucap mama saat itu....


"Ma, kok ngomongnya gitu sih?!" kataku....


"Mama udah nggak punya waktu lagi, sayang" ucap mama Irma dan akhirnya mama pun pergi dalam keabadian...


"Sayang yang kuat ya" kataku kepada Darlen sambil aku memeluk Cecil... "Ingat, Apa yang Tuhan buat dalan hidup kita akan indah pada waktunya" lanjutku lagi...


"Papa kan ada mama dan Cecil. Papa harus kuat buat kita" ucap Cecil...

__ADS_1


"Terima Kasih, kalian berdua adalah orang yang paling papa sayang dan cinta di dunia ini" kata Darlen.... "Papa janji, kita akan selalu bersama dan nggak akan ada yang bisa pisahkan kita sampai kapanpun" itu janji papa....


Dari pemakaman mama Irma... Darlen memutuskan untuk pindah dari satuan tugas khusus ke bagian kantor... Agar bisa bersama aku dan Cecil tanpa harus berpisah karena tugas di perbatasan... Dan kamipun hidup bahagia tanpa ada yng mengganggu...


__ADS_2