
"Tapi tidak untuk saat ini" kata Darlen.... "Sudah malam. Biarkan Letty beristirahat! Besok kamu harus jelaskan semua ini kepad Letty!" perintah Darlen....
"Siap Komandan. Saya permisi, buk" kata Arya dan berlalu pergi...
"Sayang, kamu harus siap untuk mendengarkan semua penjelasan dari Arya" kataku kepada Letty..... "Kakak tahu dibalik sikap manjamu, kamu adalah perempuan yang kuat dan tegar" kataku lagi menyemangati Letty..... "Ayo, kita makan dulu. Supaya kamu kuat untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Arya" ajakku....
Dan kami bertiga pun duduk makan malam bersama....
Keesokan paginya....
Kami bertiga sedang sarapan pagi....
"Sudahlah kak. Kita bicarakan baik-baik ya" suara Ayu menenangkan Agung yang tiba-tiba masuk ke rumah tanpa salam dan sapaan....
"Ada apa ini? Datang-datang tidak berikan salam, eh ini malah marah-marah. Masih pagi tahu" kata Darlen menceramahi sepasang suami-istri itu...
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa nggak bilang-bilang sama kakak?" tanya Ayu.... "Kamu kalau ada masalah selalu saja lari ke rumah ini" kata Ayu lagi sambil memeluk Letty...
Letty memandangi ku "Sudahlah, Yu. Rumahmu atau rumahku, Kak Agung atau suamiku kan sama saja" kataku kepada Ayu....
"Tapi..." kata Ayu ingin membantahku....
"Biarkan Letty disini. Hari ini akan kita selesaikan masalahnya" kata Darlen kepada Agung dan Ayu....
"Selamat pagi" sapa Arya yang sudah ada di depan pintu....
Semua mata tertuju padanya asal suara itu... "Ayo, masuk om" kataku mempersilahkan Arya masuk....
"Aku yang memintanya untuk datang dan menjelaskan kepada Letty" kataku .... Biarkan mereka berdua yang menyelesaikan masalah mereka" lanjutku...
"Letty ada di kamar. Masuklah, jelaskan pada dia" perintahku kepada Arya... Dan Arya seakan patuh dengan perintahku....
__ADS_1
Kami berempat duduk di ruang tamu. Suara tangisan, suara tamparan dan suara barang yang jatuh karena dilempar terdengar dari kama Cecil yang di tempati Letty...
Beberapa jam kemudian, Arya keluar dengan wajah yang panik tapi tetap tenang.... "Kak, beri saya waktu seminggu untuk menyelesaikan ini" pinta Arya padaku dihadapan Darlen, Agung dan Ayu....
"Apa itu pinta Letty?" Arya mengangguk.... "Baiklah, seminggu. Kami menunggu. Jangan kecewakan Letty. Kalian telah lama bersama" ucapku lagi...
Arya pamit dari hadapan kami berempat dan berlalu.... Aku masuk ke kamar Letty..... "Bagaimana? Tadi Arya meminta waktu seminggu untuk menyelesaikan masalah ini. Maksudnya apa? kakak tidak mengerti?" tanyaku ....
Dengan mata yang sembab dan suara yang serak Karena terus-terusan menangis Letty menjawab "Arya meminta waktu untuk membuktikan bahwa Sinta memang benar-benar hamil anaknya dan undangan yang aku dapat itu bukanlah undangan pernikahan mereka. karena papa dan mama Arya belum tahu akan masalah ini, kak"....
"Apa?" suara Ayu kaget mendengar jawaban Letty... "Apa Sinta ingin memisahkan kalian? Benar-benar anak itu ingin merebut Arya dari sahabatnya sendiri" kata Ayu tidak percaya....
"Baiklah kita tunggu seminggu lagi" kata Agung...
"Jika dalam seminggu ini, dia tidak bisa membuktikan kebenarannya. Maka jangan harap hidupnya akan tenang" kata Darlen...
__ADS_1
"Sayang, yakin dan percaya. Kita menggu saja hasil apa yang akan di bawa oleh Arya" kataku pada Darlen.... "Kamu harus siap untuk mendengar hasilnya, sayang" kataku kepada Letty....
"Kita semua sayang sama Letty. Kakak cerewet karena kakak sangat sayang sama Letty dan Letty tau itu kan" kata Ayu sambil memeluk Letty .....