MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 39 Letty Menangis


__ADS_3

Aku terbangun dan melihat jam dinding di kamar, Dan matakupun tebelalak karena kamar kami gelap. Hanya ada cahaya lampu yang masuk dari jendela kamar... Aku bangun dan menuju ke tempat saklar dan kunyalakan lampu. Ternyata sudah malam. Aku bergegas ke dapur...


Aku masuk ke dapur dan menyiapkan makan malam. Karna sudah dekat jam makan malam... Selesai menyiapkan makan malam, aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum membangunkan kam Darlen dan Letty...


Tapi sampai di depan pintu kamar yang ditempati Letty. Aku mendengar suara tangis... Aku mencoba mengetuk pintu kamar...


Tok.... tok.... tok....


"Letty, ayo bangun. Bersihkan badan dan kita makan malam" ajakku... "Kakak sudah menyiapkan makan malam. Kakak masak makanan kesukaanmu loh” kataku....


Karena tidak ada balasan dari dalam. Aku berjalan dan masuk ke kamarKu dan kak Darlen....


"Sayang, sayang bangun. Ini sudah malam. Aku sudah siapkan makan malam” kataku....


Darlen bangun dengan wajah yang masih lelah karena pertempuran sore tadi.... "Kamu sudah mandi, sayang?” tanya Darlen melihat ku sudah rapi....


"Ayo bangun dan mandi. Makan malam sudah siap. Aku sudah bangunkan Letty tapi mungkin dia masih tidur" kataku...

__ADS_1


”Baiklah" Darlen berdiri berjalan ke arahku dan mencium puncak kepalaku kemudian berlalu menuju kamar mandi....


Aku lebih dulu duduk d meja makan menanti kak Darlen dan Letty....


"Letty belum juga keluar, sayang?" tanya kak Darlen...


"Tadi aku sudah bangunkan, tapi nggak ada suaranya" jawabku... "Sepertinya tadi Letty menangis deh" lanjutku....


"Nangis? Masa sih?” tanya Darlen deng mimik wajah bingung....


”Iya, kak. Lia nggak salah dengar kok" jawabku....


Tok.... tok.... tok....


"Letty sayang, bangun dong ini sudah malam. Kakak iparmu sudah masak makanan kesukaanmu loh. Kakak yang minta di masakin” Ucap Darlen di depan pintu....


"Letty sayang, apa kamu lagi nangis???? Ayo, keluar. Kita ngomong dan cari solusinya. Kakak nggak suka sikap kamu yang begini. Ayo Letty!!!" Suara Darlen gusar karna Letty tidak kunjung membuka pintu...

__ADS_1


"Sayang kamu minggir, aku mau dobrak ini pintu" kata Darlen....


Bruk,,, Prak... Dengan sekali tendangan, pintu kamar Letty pun rusak dari engselnya....


"Letty... Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu?" Aku memanggil namanya karena Letty terkulai lemas di pojokan kamar dengan memegang sebuah undangan pernikahan....


"Kamu kenapa, sayang? Kalau ada masalah, katakan pada kakak jangan seperti ini" ucap Darlen sambil memeluk adik sepupuh kesayangannya itu....


Aku mengambil segelas air hangat "Ayo, minum dulu airnya. Baru kita bicara" kataku....


"Sayang, kamu kenapa? kalau kamu nggak mau cerita sama kak Darlen. Ceritakanlah untuk kakak. Kalau kamau belum mau cerita,kakak akan tunggu sampai kamu udah siap cerita" kataku... ketika aku dan Darlen beranjak meninggalkan dia.


Tiba-tiba Letty memegang tanganku.... "Kak” panggil Letty...


”Hhmm, kenapa sayang?" kataku berbalik memandang wajahnya... "Kamu mau cerita buat kakak?" Tanyaku dan dijawab dengan anggukan oleh Letty.... ”Baiklah, kakak akan menjadi pendengar yang baik untukmu, sayang" kataku memberi semangat padanya...


Letty menangis dan memelukku dengan erat seperti ada rasa sedih kehilangan atau rasa penyesalan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata....

__ADS_1


"Sabar sayang,,, jangan menangis. Kamu nggak capek apa? Kakak aja capek loh nangis dari kemarin karna cemburu" kataku bercanda agar Letty bisa tenang...


__ADS_2