
Darlen dan Lia menghabiskan malam mereka dengan bergairah dan mereka tertidur lelap...
"Papa, mama. Papaaaa, mamaaaa ayo bangun... Sudah pagi, ayoooo" teriak Cecil sambil menggedor-gedor pintu kamar orang tuanya...
Aku dan kak Darlen terbangun dari tidur, kami. Tanpa sadar, aku bangun dari tidur hendak berdiri ingin masuk ke kamar mandi. Tiba-tiba "Aauuw" aku meringis kesakitan...
"Kenapa, sayang?" tanya kak Darlen yang melihatku kesakitan... "Sakit?" tanyanya lagi...
"Hemmm" sambil aku mengangguk...
Aku mencoba bangun dan mengambil baju tidurku yang tergeletak di lantai kamar dan tak lupa ku pakai juga jubah tidur warna silver senada dengan baju tidurku. Aku mengikat rambutku acak. Begitu juga kak Darlen, dia sudah pakai celana pendek dan kaos oblong...
Aku keluar lebih dulu dan menuju ke kamar mandi hendak mandi. Cecil memanggilku...
"Mama kok bangun terlambat?" tanya Cecil...
Aku melihat mama Irma yang juga melihatku dengan senyuman. Aku berkata "Kepala mama sakit, sayang. Mungkin pengaruh obat yang mama minum, jadinya ketiduran deh" jawabku
"Tadi malam kan Cecil tidur duluan jadi nggak tau kalau mama sakit kepala" kata mama Irma menambahkan...
__ADS_1
"Oh, begitu. Ya, sudah" kata Cecil... "Trus papa mana, ma?" tanya Cecil.
"Masih di kamar, sayang" jawabku... "Mama mandi dulu ya" kataku... Dijawab anggukan Cecil...
Aku terus berjalan masuk ke kamar mandi... Mama Irma yang sudah menyiapkan sarapan melihatku dengan senyuman hangat seorang ibu...
Sementara itu di kamar....
"Pa, papa masih tidur?" tanya Cecil pada papanya...
"Papa udah bangun dari tadi, sayang" jawab Cecil....
Dengan dahi yang mengkerut "Dari tadi????“ tanya Cecil penuh curiga... "Terus kenapa nggak keluar?" lanjutnya...
"Loh, kok tiduran sama papa? Ayo, sarapan sudah disiapin oma loh" kataku sambil merapikan rambutku... "Ayo, sayang. Sarapan"...
" Ayo, ma" jawab ayah dan anak itu serempak...
"Ih papa. Masa jawabnya sama sih" sambil ketawa mereka berdua bangun dari tempat tidur dan memelukku. Kita keluar dari kamar menuju ruang makan...
__ADS_1
"Selamat pagi, Ma" sapaku dan kak Darlen...
"Selamat pagi, oma" sapa Cecil...
"Selamat pagi" jawab mama Irma... "Ayo, kita sarapan!" ucap mama Irma...
"Pa, ma. Hari ini, Cecil dan oma mau pulang ke rumah oma" ucap Cecil...
Aku melihat mama Irma penuh tanya "Loh, kenapa ma?" tanyaku...
"Mama udah janji sama Cecil mau beliin baju sama sepatu baru buat dia" kata mama Irma sambil mengedipkan mata ke arah aku dan kak Darlen...
"Kenapa nggak sama mama dan papa saja perginya, sayang?" tanyaku...
"Nggaklah, ma. Mama temani papa saja! Cecil perginya sama oma" ucap Cecil sambil nunjuk papanya dengan mata genit....
"Beneran, mau perginya sama oma saja? Kalau gitu papa dan mama mau jalan-jalan sendiri aja" ucap kak Darlen, usilin anaknya...
"Terserahlah, papa sayang" kata Cecil sambil mencubit pipi papanya...
__ADS_1
Oma dan cucu ini sepertinya kompak ingin aku dan kak Darlen menghabiskan waktu bersama... Apalagi dari kami menikah, kami tidak pernah sekalipun tidak terlihat duduk berdua dan bermesraan...
Karena memang kami menikah untuk menyenangkan hati Cecil yang ingin punya mama. Juga karena kesehatannya yang sering terganggu setelah kematian mamanya, mbak Chtistine...