
Sehari sebelum anniversary pernikahan kami... Aku sudah memberitahukan kepada orang tuaku dan mam Irma tentang kehamilanku. Dan meminta mereka untuk membuat kejutan dengan memberikan hadiah berupa testpack dan foto hasil USGku... Letty dan Arya juga turut membantu...
Bukan hanya Darlen yang akan diberi kejutan tapi Cecil juga. Mereka berdua pasti akan bahagia dengan kejutan ini...
Jam 05.00 pagi aku terbangun dari tidurku dan berdoa. Setelah itu aku keluar kamar dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri... Seperti biasa, aku menyiapkan sarapan pagi...
"Sayang, bangun kok nggak bilang-bilang sih" gerutu Darlen... "Sore, kamu mau kemana?" tanya Darlen....
"Aku dan Cecil mau ke rumah Orang tuaku, mama Irma, Cecil dan Arya juga akan ada disana. Papa dan mama bikin acara syukuran, Nggak tau untuk apa" jelasku....
"Akan aku usahakan ikut, ya. Setelah apel malam, aku segera kesana" ucap Darlen...
Sehabis makan siang, aku dan Cecil sudah di rumah orang tuaku. Disana juga sudah ada kak Vanny, kak Bram, mama Irma, Letty dan Arya juga... Mereka menyambutku dengan gembira...
"Ma, ada apa? kok semua orang pada meluk mama dan kasih ucapan selamat? Mama menang undian ya?" tanya Cecil curiga...
__ADS_1
"Iya, sayang... Mama kamu dapat undian berhadiah loh" jawab mama Irma gembira... "Mana Darlen?" tanya mama Irma
"Masih dinas, ma. Habis apel baru nyusul, ma. Biar kejutannya agak malaman dikit nggak papa,ma" kataku kepada mama Irma...
Karena aku mulai rasa nggak enak dan cepat capek, aku memilih istirahat.... Aku tertidur sampai sore...
"Sayang, kita udah tlpn Darlen. Mama suruh dateng. Mama bilang tiba-tiba kamu sakit" kata mama Retha...
"Mama kok githu, sih" sungutku...
"Kak, mana Lia? Dia nggak papa kan?" tanya Darlen berlalu menuju kamarku...
"Ma, gimana keadaan Lia? kok bisa sakit? Tadi dia Baik2 saja kok?" tanya Darlen kebingungan...
"Sayang, kamu *****" kata Darlen terkejut melihat suasana dalam kamar yang dihiasi dengan foto hasil USG dan foto-foto bayi mungil... Dan aku duduk di samping tempat tidur sambil memandangiku tak percya....
__ADS_1
"Sayang, apa benar yang aku lihat ini?" tanya Darlen... Aku juga menunjukkan alat testpack kehamilanku dan Darlen langsung memelukku... "Terimakasih, sayang. Terimakasih Tuhan untuk kepercayaan ini" ucap Darlen sambil menangis....
"Hei, kenapa nangis sayang? Bukannya kita harus bersyukur diberikan kepercayaan ini? Udah deh, aku nangis juga nih" rajukku... "Tadi kata dokter, aku nggak boleh stres dan capek. kalau kamu nangis malah bikin aku sters dong sayang" lanjutku berkata-kata...
"Oh, Tuhan. Ini kejutan yang luar biasa. Sekali lagi terimakasih sayang" ucap Darlen sambil terus mencium wajah dan tanganku juga memelukku dengan begitu hangat...
"Ma kenapa papa nangis sih?" tanya Cecil yang tiba-tiba masuk ke kamar.... "Mama sakit lagi? Jangan sakit dong. Cecil sayang sama mama" ucap Cecil yang sudang nangis...
"Cecil bakalan punya adik!" kata Darlen...
"Beneran, ma?" tanya Cecil dengan gembira ...
"Iya, sayang" jawabku yang membuat Cecil langsung memelukku dan menciumku seperti yang dilakukan oleh Darlen....
"Sayang, mama nggak bisa bernafas loh" ucapku susah bernafas karena diciumi oleh Cecil....
__ADS_1
"Ma, terimakasih ya. Sudah jadi mama untuk Cecil dan juga berikan hadiah yang indah buat Cecil dan papa" kata Cecil membuat ku terharu...