MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 22 Mini Market


__ADS_3

Dalam perjalanan... Cecil minta dibelikan cemilan dan juga air mineral. Karena tadi, aku tidak sempat mengambil di dalam kulkas...


"Kak, didepan ada mini market. Kita mampir bentar, ya" ucap Lia...


Darlen memarkirkan mobil di depan mini market itu... Lia dan Cecil turun. Sedangkan Darlen dan mama Irma menunggu di mobil saja...


"Mau dibelikan apa buat papa sama oma?" tanya Cecil...


"Air mineral aja" jawab mama Irma dan kak Darlen bersamaan...


Sudah 15 menit berlalu, mereka belum juga keluar dari mini market itu. Perasaan Darlen mulai tidak enak. Dia meminta ijin dari mama Irma untuk melihat Lia dan Cecil yang masih berada dalam toko...


Benar saja, apa yang dirasakan Darlen. Dari jauh terlihat Lia sedang memeluk Cecil yang menangis dalam pelukannya sambil sesekali Lia berbicara dengan lembut kepada seseorang yang terhalang oleh tumpukan barang dagangan di mini market itu...


Darlen melangkahkan kakinya, dari jauh terdengar seseorang dengan nada suara yang tinggi... Darlen kaget, matanya terbelalak fan merah melihat mata sayu Lia yang mengeluarkan buliran kristal bening... Rahangnya mengeras dan dia meremas kepalan tangannya begitu kuat...

__ADS_1


Tapi dengan tenang, Darlen berjalan menuju arah istri dan anaknya itu... "Ada apa sayang, kenapa menangis?" tanya Darlen melihat istrinya yang sedang memeluk Cecil yang sedang menangis ketakutan...


"Cecil takut, pa" kata Cecil dengan suara yang gemetaran... "Tadi Cecil tidak sengaja menabrak anak tante itu, pa" lanjut Cecil...


"Terus kenapa Cecil menangis?" tanya Darlen...


Masih dengan suara yang gemetaran "Mama sudah meminta maaf. Tapi tante itu malah menampar mama dan suaminya melempar mama dengan botol saus, ma" ucap Cecil berlinang air mata...


Darlen semakin emosi melihat anak dan istrinya jadi tontonan pengunjung mini market itu...


"Tap****" Darlen melihat mataku yang memohon agar tidak berkepanjangan masalah ini...


Tapi tiba-tiba, lelaki yang tadi melemparku dengan botol saus itu memanggil nama suamiku...


"Kapten Darlen?" dengan mimik muka yang panik dan sulit dijelaskan dengan kata-kata...

__ADS_1


Kak Darlen membalikkan badannya dan "Kau???" ucap Darlen... "Brengsek kau" dan Buk... Satu pukulan mengenai rahang laki-laki itu... Sedangkan istrinya hanya berdiri mematung tanpa tau harus berbuat apa...


Aku menantap Darlen deng kaget sambil menutup mata Cecil dengan sebelah tanganku... Dan tanganku yang lain menarik tangan Darlen...


"Kau masih suka menunjukkan kesombonganmu,,, Hahh" terdengar suara dengan nada tinggi dari mulut Darlen...


"Maafkan saya" ucap lelaki itu... "Say tidak tahu, kalau itu istri dan anak dari kapten" jelasnya lagi...


"Jadi, kalau bukan istri dan anak saya. kau bisa melakukan hal yang tidak pantas kepada mereka?" seperti hariamau yang ingin menerkam buruannya itulah Darlen sekarang...


"Kak, ayo... Sudahlah... Aku dan Cecil tidak apa-apa" kataku.... "Ayo, mama menunggu di mobil" kataku lagi sambil menggandeng tangan suamiku yang sudah menggendong Cecil dalam pelukannya... Tidak lupa aku membayar belanjaan ku dan Cecil...


Kami berjalan keluar dari meja kasir... Kina kak Darlen yang merangkul bahuku dan Cecil masih tetap dalam gendongannya...


Sesampainya di dalam mobil... "Kalian kenapa? mengapa Cecil menangis dan pipimu kenapa, nak?" tanya mama Irma khawatir... "Dan kenapa juga wajahmu, penuh amarah Darlen?" tanya mama Irma lagi...

__ADS_1


__ADS_2