MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 53 Disini Sakit


__ADS_3

Dirumah mama Irma.....


"Letakkan dia disitu" kata mama Irma menunjukan sofa di ruang keluarga... Agung dan Arya menurut perintah mama Irma...


"Mang Kus, tolong ambilkan air mineral di kulkas" perintah mama Irma dan diikuti mang Kus...


"Ini, Bu" kata mang Kus sambil menyerahkan sebotol besar air mineral dingin dari kulkas...


"Ma, jangan ma. Biarkanlah nanti dia sadar sendiri" pinta Agung....


"Kalian tahu apa? Dia ingin merusak semuanya lagi seperti waktu Christine meninggal? Apa itu yang kalian mau???? tanya mama Irma membuat Agung sedih...


Ya, waktu Christine meninggal. Darlen seperti ini yang membuat dia terpaksa harus bertunangan dengan wanita itu yang disebut ****** oleh mama Irma...


"Anandia"... Ya, wanita itu... Dia pernah membuat Agung dan Darlen bersaing, bertengkar dan saling membenci karena mereka sama-sama menyukai wanita itu sejak bangku SMA... Dan membuat mereka harus mempunyai cita-cita yang sama sebagai tujuan hidup mereka demi mendapatkan Anandia...

__ADS_1


"Lia, kenapa seperti ini??? Christine, kenapa semuanya terulang lagi??? Apakah hidupku akan begini???" suara Darlen mengigau dalam ketidaksadarannya karena mabuk...


Mama Irma pun menguyur Darlen dengan air membuat Darlen sedikit terkejut merasakan air dingin mengguyur kepalanya...


"Mama, apa yang mama lakukan??? Kenapa mengguyur ku seperti ini?" tanya Darlen yang masih mabuk....


"Bukan hanya mengguyurmu, bahkan melempar kamu ke dalam kolam berisikan espun mama sanggup" jawab mama marah...


"Mama, mama, mama. hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,," Tangis Darlen pecah ketika dia memeluk kedua kaki ibunya itu... "Kenapa Tuhan membuatku seperti ini??? Apakah, Tuhan akan mengambil Lia dariku seperti ketika Christine dan bayiku yang di kandung Lia juga, ma???" tangis Darlen penuh kepiluan...


"Pa, yang sabar ya" kata Cecil yang turun dari tangga dan berjalan memeluk papanya... "Kita berdoa ya, pa. Biar, mama cepat sembuh" lanjut gadis kecil itu yang juga dalam keadaan sakit...


"Papa nggak sanggup liatin mama dan kamu sakit, nak" ucap Darlen.... "Disini dan disini sakit Cecil" sambil menunjukkan dada dan kepala nya yang memang sakit dan kacau....


"Kalau keadaan kamu seperti ini terus siapa yang akan melihat dan merawat Lia juga Cecil??? Mama Irma sudah tua, Darlen" kata agung....

__ADS_1


"Cecil mau jenguk mama, pah" punya Darlen...


"Iya kita pergi. Ya, papa bersihin badan papa dulu ya" kata Darlen...


Selesai membersihkan badannya, Darlen dan yang lainnya menuju ke rumah sakit... Hampir dua Minggu, Cecil di larang menemui mamanya dan kini sudah diperbolehkan...


Mereka masuk ke kamar. Cecil yang duduk di kursi roda di dorong oleh Darlen menuju ke tempat tidur Lia... Cecil memegang tangan Lia yang dipasangi selang infus...


"Ma ini Cecil.... Ma, ayo bangun... Ma, udah lama kita nggak sekolah" sungut Cecil dengan mata yang berkaca-kaca... "Cecil bosan sekolah di rumah terus, ma... Ayo, ma..." rengek Cecil....


"Cecil janji nggak akan minta adik lagi.. Ma, mama" suara Cecil serak seketika pecah tangisannya....


Mata Lia mengeluarkan air mata dan jari-jari tangannya bergerak. Entah itu gerakan dibawah sadarnya atau dia merespon setiap kata-kata dari Cecil....


Bram yang melihat itupun terkejut dan meminta Cecil untuk terus berbicara sesuatu yang sedih kepada Lia. Membuat semua orang yang ada di dalam kamar perawatan itu terperangah mendengar permintaan Bram...

__ADS_1


__ADS_2