
***************Readers yang Budiman....
Maafkan Author yaaaaa....
Author harus mengerjakan beberapa kerjaan yang sempat tertunda. Sehingga beberapa Episode Novel ini belum sempat author upload....
Sekali lagi Author mohon maaf ya....
Terimakasih untuk pengertiannya....
Love You All, Reader ๐๐๐๐๐***
ย
ย
Aku duduk disampingnya dengan diam tanpa bicara.... Darlen membalikkan badannya kearahku dan memandangiku. Dia juga menggenggam kedua tanganku.....
Dengan matanya yang berkaca\-kaca dia berkata "Aku tidak mungkin dan tidak akan pernah berpaling darimu, dek" ucpanya.... "Kita menikah karena keinginan Cecil tapi jauh didalam hatiku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Aurelia Meydina Admajaya" ucapnya lagi dengan suara yang serak....
Aku menatap kedua matanya yang kini memerah menahan air mata... Aku langsung memeluk suamiku.... "Li minta maaf. Seharusnya aku bertanya baik\-baik bukan menunjukkan sikap yang salah dengan mengabaikanmu, kak" ucapku...
Kami saling berpelukan dan aku merasakan baju bagian pundakku basah.... Aku melepaskan pelukkan ku dan aku memandangi wajahnya....
"Hei, Kapten Darlen Maichel Ween dengarkan aku istrimu ini... Jangan pernah lagi seperti kemarin. Siapapun wanita itu, mereka tidak boleh memeluk dan mencium suamiku sesuka hati mereka apalagi di hadapanku. Jika nanti seperti, aku akan menghukummu lebih dari ini" ucapku pada Darlen....
__ADS_1
"Sayang, aku janji" sambil memelukku dan mencium wajahku.....
"Jangan berjanji. Lia tidak suka mengucapkan janji jika nanti akan melanggarnya" kataku....
"Tapi kamu tidak marah lagi kan, sayang?" tanya Darlen....
"Sedikit" jawabku dengan melotot kepada Darlen...
"Sayang, suamimu ini tidak seperti lelaki di luar sana. Sekali aku berjanji di hadapan Tuhan, aku tidak akan pernah meninggalkan janji itu kecuali maut yang akan melepaskan janji itu dariku" katanya dengan wajah serius padaku...
Aku memeluknya lagi "Aku mencintaimu, suamiku. Sangat, sangat mencintaimu dan hanya maut yang bisa memisahkan kita" ucapku padanya....
"Hei, apa yang kau lakukan kak?" tanyaku. karna tangannya sudah berjalan kemana\-mana...
"Aku ingin dirimu, sayang" jawabnya....
"Hhmmmm, katanya sedih sampe nangis\-nangis. Nih. bajuku basah... Eh sekarang malam mesum" ujarku pada Darlen....
โMesum kan sama istri sendiri kokโ jawabnya genit.... Dan terus menggelitikku di tempat tidur membuatku tertawa karena geli...
__ADS_1
"Kak, itu ada Letty loh. Malu ah, di dengar sama dia" kataku mengingatkan Darlen....
"Biarin..." jawabnya nggak mau tahu keadaan... "Aku ingin kamu, dek" pintanya....
โIni masih sore kok. Udah kayak gini. Belum ntar malam..." kataku...
โMalam punya bagiannya sendirilah... Aku maunya sekarang dong, dek" pintanya sambil merengek....
"Sana kunci pintunya dulu. Kamu nggak ingin Letty tiba\-tiba membuka pintu di saat kita lagi \*\*\*\*\*\*" ucapku dengan wajah serius....
Seperti anak kecil yang senang dibelikan mainan. Mungkin kalimat ini bisa menunjukkan sikap suamiku saat ini....
Setelah mengunci pintu kamar. Darlen naik ke tempat tidur dan memelukku serta mencium wajahku "Kak, sudah. Aaahkh, geli tau" ucapku...
Kami berdua larut dalam ciuman yang penuh dengan hasrat yang sulit di utarakan... Bibir dan tubuh Lia seperti candu bagi Darlen....
Sore yang penuh dengan cinta, mereka lalui di dalam kamar itu tanpa suara hanya desahan demi desahan yang terdengar membuat tubuh mereka berkeringat.... Dan mereka pun tertidur dengan lelap....
Sedangkan di kamar lain Letty duduk memandangi sebuah surat undangan pernikahan sambil menangis tersedu\-sedu... Dia kecewa mendapatkan kekasih yang begitu dia cintai, akan menikah dengan sahbtnya sendiri....
__ADS_1