
Pagi hari, aku bangun sebelum Darlen dan Cecil. Karena hari ini libur jadinya kubiarkan mereka berdua tidur...
Sebelum aku mulai dengan kebiasanku di dapur pagi... Aku langsung ke kamar mandi untuk ngecek lagi alat tes kehamilan yang di berikan sama mama...
"Ya, Tuhan" suaraku sedikit berteriak di dalam mandi.... "Aku harus memastikan lagi ke dokter" human hatiku....
Setelah semua kerjaan sebagai ibu rumah tangga ku kerjakan. Darlen dan Cecil juga sudah kubangunkan dari tidur mereka....
"Ayo, sarapan" ajakku kepada ayah dan anak...
"Sayang, aku ada janji sama teman-teman SMA ku. Boleh ya, aku pergi" kataku meminta ijin dari Darlen dengan berbohong... Sebenarnya aku mau ke dokter kandungan yang adalah sahabat SMAku dulu...
"Mau di antar, sayang?" tanya Darlen....
"Aku minta di antarkan ke dekat restoran dekat RS HK ya. Nanti mau pulang, aku minta di jemput ya" kataku pada suamiku....
"Ya, sudah. Mau jalan jam berapa?" tanya Darlen...
"Jam 10, sayang. Biar aku bisa pulang untuk makan siang di rumah sama kamu dan Cecil" kataku....
"Kamu siap-siap gih" kata Darlen....
__ADS_1
Tanpa curiga Darlen dan Cecil mengantarkan aku ke tempat tujuan yang aku pinta...
"Sayang, mau mama belikan apa?" kataku pada Cecil....
"Cecil mau makan burger dan kentang goreng, ya ma. Kalau Minumnya milk shake aja, ma" pinta Cecil... "Kalau papa?" tanya Cecil ke Darlen....
"Papa maunya makan mama aja deh" ujar Darlen bikin aku melotot...
"Kamu kok ngomongnya begitu ke anak kecil, sayang" kataku.... "Papa, mulutnya dipakaikan selotip ya, Cecil?" kataku kepada Cecil....
"Cecil mah udah kebal alias biasa sama mulutnya papa, ma. Jadi nggak usah dipikirin, ma" kata Cecil...
"Siap, Bu komandan" jawab Darlen dengan sikap siap....
Setelah mobil Darlen hilang di tengah-tengah kerumunan mobil yang lalu lalang di jalanan... Aku mulai melangkah memasuki RS. Sampai di resepsionis RS, aku bertanya "Sus, apa dokter Risna ada?"...
"Ibu sudah, buat janji?" tanya suster...
"Iya, sudah. Saya Ny. Aurelia Meydina Admajaya" kataku...
Suster jaga itu mencoba menelepon. Dan kemudian memutuskan sambungan teleponnya...
__ADS_1
"Ibu sudah ditunggu dokter di ruangannya" ucap suster itu....
"Terimakasih, sus" ucapku di sambut senyuman...
Aku berjalan menuju ruangan dokter Risna....
"Selamat siang, dokter" sapaku...
"Silahkan Li. Ayo, masuk" balas Risna mempersilahkan aku masuk... "Kamu bawa hasil ngecek tadi pagi kan?" tanya Risna..
Sambil memberikan alat tes kehamilan itu kepada Risna....
"Ini sudah positif kamu hamil, Li" katanya... Tapi untuk lebih meyakinkan kamu, ayo naik ke tempat tidur itu. Kita pakai USG aja" kata Risna....
Serasa nggak percaya tapi akhirnya aku bisa merasakan jadi ibu...
"Kamu lihat di layar ya, Li" pinta Risna... "Nah itu titik hitam yang aku tunjukkan. Itu adalah janinmu yang sedang bertumbuh".... kara Risna...
"Berapa usiannya, Ria?" tanyaku....
"Ini baru tiga Minggu lebih, Li" jawab Risna... "Tapi kamu harus hati-hati loh. Kehamilan awal rentan" kata Risna mengingatkan aku... "Lain kali datang sama suamimu, agar dia tahu apa saja yang boleh dilakukan dan yang nggak boleh dilakukan di awal kehamilan ini...
__ADS_1