MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 42 Jebakan


__ADS_3

Lima hari telah berlalu... Pagi itu Arya datang kerumah....


Tok,,,, tok,,,, tok....


"Selamat pagi" sapanya dari luar....


"Selamat pagi. Ayo, masuk" ajakku....


"Kak, Letty sudah bangun?" tanya Arya yang sudah tidak lagi memanggilku dengan sebutan 'Bu'...


"Sudah. Letty ada di kamarnya" jawabku.... "Kamu sudah sarapan?" tanyaku...


"Belum, kak. Sehabis apel di barak langsung aku langsung kesini" ucapnya....


"Kalau begitu, ayo sarapan dulu. Duduklah, kakak mau panggil Letty untuk sarapan" ucapku....


Arya belum berani duduk, dia hanya berdiri di samping meja makan memandangi Darlen dengan tegang....


"Kenapa berdiri? Ayo, duduk" perintahku kepada Arya.... "Ayo Letty, kita sarapan" kataku kepada Letty....


"Komandan, ada yang ingin saya sampaikan" Suara Arya memecahkan kebisuan sarapan kami....

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Darlen....


"Selama lima hari ini saya mengikuti jejak Sinta kemana saja dia pergi dan dengan siapa dia berhubung juga rekaman telepon juga smsnya pun sudah saya kantongi" kata Arya kepada kami.... "Dan ternyata ada yang mengancam Sinta untuk menjebak saya agar meninggalkan Letty" lanjut Arya membuat kami terutama Letty kaget....


"Siapa, siapa yang membuat Sinta melakukan itu?" tanya Letty....


"Temanmu waktu kuliahmu dan Sinta di kota M" jawab Arya.... "Hendi, namanya" lanjut Arya...


"Lalu kehamilan Sinta?" tanya Letty lagi....


"Sinta tidak hamil karena semua itu sudah direncanakan oleh Hendi" jawab Arya.... "Saya telah menghubungi adiknya mama yang ada di kepolisian untuk menangani masalah ini" lanjut Arya....


"Iya, kak" jawab Arya kepadaku... "Kemarin saya sudah sampaikan buat mama, agar mempercepat tanggal pernikahan kami. Sebelum Letty kembali ke Negara A untuk menyelesaikan kuliahnya dan sebelum saya berangkat bertugas" jelas Arya....


Dengan mimik muka yang tidak suka, Darlen bertanya "Siapa yang menyuruh mu memanggil istriku dengan sebutan kakak?"....


"Siap, salah komandan" jawab Arya membuat aku dan Letty tertawa karena kegugupan Arya di hadapan Darlen....


"Aku yang menyuruhnya, sayang" ucapku.... "Aku risih dipanggil 'Bu' sama calon adik ipar ku ini" ucapku lagi sambil tertawa....


"Baiklah, kalau itu yang kamu suka. Terserahlah" kata Darlen pasrah.... "Tapi kamu harus ingat, sekali lagi kau berulah dan membuat Letty menangis. Maka kau akan mendapatkan lebih dari kemarin. Mengerti!!!" ucap Darlen dengan nada tinggi....

__ADS_1


"Siap Komandan" jawab Arya sambil berdiri dan memberi hormat kepada Darlen....


"Habis ini, apalagi yang akan kamu lakukan, Arya?" kataku bertanya...


"Aku akan ke rumah kak Agung dan kak Ayu untuk bicarakan ini" jawabannya.....


"Soal Agung itu urusanku" kata Darlen.... "Siang ini kamu ada tugas tidak?" tanya Darlen....


"Siap. Tidak ada komandan" jawab Arya....


"Sayang, gimana kalau kita jalan-jalan saja?" tanyaku.... "Kita mampir ke rumah mama Irma jemput Cecil pasti dia senang kalau ada Aunty nya" kataku....


"Iya, kak. Aku juga kangen sama Cecil" kata Letty....


"Kamu Arya?" tanyaku....


"Boleh, kak" jawabnya.... "Aku permisi pulang untuk mengganti pakaian dinasku dulu" lanjutnya.... Arya pun pergi, Letty masuk ke kamar bersiap-siap. Aku menelepon mama Irma memberitahukan kami akan menjemput Cecil untuk jalan-jalan dan juga meminta mama merahasiakan kedatangan Letty sebagai kejutan untuk Cecil....


Arya datang dengan mobilnya. Aku menyuruh Letty masuk ke mobil Arya. Sedangkan aku dan Darlen dengan mobil kami....


Sepanjang jalan menuju rumah mama Irma, Darlen terus menggerutu kenapa membiarkan Letty semobil dengan Arya....

__ADS_1


__ADS_2