MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 44 Malu


__ADS_3

"Ya, iya. Gimana nggak dewasa. Kamu aja bicaranya kayak gitu, sayang" bantahku...


Darlen lebih mengeratkan pelukannya di pinggangku dan mencium pipiku "Kamu itu kok bikin aku gemes sih, sayang" katanya....


"Kak, ini tempat umum loh. Main cium-cium saja. Malu tahu" kataku....


"Mereka aja nggak malu, masa kita yang suami-istri malu?" katanya genit.... "Kita kan lagi pacaran ceritanya. Jadi harus mesra-mesraan dan romantis dikit Napa" lanjutnya lagi....


"Kamu itu, ya" kataku sambil mencubit perutnya Darlen...


"Sakit sayang. Jangan bikin aku******" katanya mulai aneh....


"Bikin kamu, kenapa hah????" tanyaku dengan mata melotot.... "Siang-siang ditengah keramaian masih aja mesum" kataku....


"Nah, itu tahu. Makanya jangan pancing- pancing dong" kata Darlen dengan senyuman mesumnya.... "Tapi ntar malam, jatahku kan tetap ada. Ya kan, sayang?" ucapnya....


"Emang ikan, pake dipancing" ucapku.... "Sayang, aku mau yang itu" kataku sambil menunjukkan jajanan gula kapas....

__ADS_1


"Ayo, aku belikan" ajaknya... Dan aku berjalan sambil menggandeng mesra tangan suamiku ini...


Banyak pengunjung taman bermain itu yang curi pandang sama Darlen... Ada yang tidak segan-segan menggodanya "Ih, om ganteng deh" kata salah satu gadis remaja itu. Ada juga wanita hamil yang membuat suaminya harus minta ijin sama aku untuk sekedar mau berdiri bersama istrinya untuk di foto, sambil meluk Darlen lagi...


Aku jadi meradang ngelihatnya... Tapi mau gimana lagi. Aku nikahnya sama Duda beranak satu juga seorang Tentara yang ketampanannya nggak bisa dipungkiri oleh mata para wanita. Dan aku hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada....


"Sayang, maafkan aku yah" katanya.... "Kamu lihat sendiri kan. Bukan hanya adik iparmu saja yang seperti itu kepadaku tapi wanita asingpun bersikap yang sama karena wajah tampan suamimu ini" ucapnya membanggakan dirinya....


"Mereka melakukan itu, karena mereka tidak melihat langsung ke mataku. Tadi kalau mereka melihat mataku pasti mereka tidak akan berani" kataku dengan sikap acuh....


Aku mengambil gula kapas dari tangannya dan berjalan lebih dulu menuju ketempat Cecil... Darlen mengikuti ku dari belakang dan mensejajarkan langkahnya dengan langkahku...


"Sayang, jawab aku" pintanya... Aku hanya tersenyum melihat kearahnya dan meneruskan langkahku....


"Mama, ayo kita cari makan. Cecil lapar ma" rengek Cecil....


"Ayo. Mau makan di mana?" tanyaku....

__ADS_1


"Ditempat makan itu, ya ma" ucap Cecil sambil menunjukkan sebuah restoran kecil di dekat taman bermain ....


"Ayo...." ajakku menggandeng tangan Cecil...


"Sayang, mulai deh cemburunya" ucap Darlen....


"Papa apakan mama lagi sih? Nggak kapok ya, kemarin dicuekin sama mama? Sudah bikin ulah lagi" celutuk Cecil ....


"Nggak. Papa nggak ngapa-ngapain kok. Ya kan ma" kata Darlen...


"Papa nggak bikin ulah, sayang. Ntar pulang sampe rumah, mama akan jewer kuping papa" kataku sambil menatap tajam kearah Darlen... Sedangkan Letty dan Arya hanya tersenyum melihat kami bertiga....


"Kalau kita nikah nanti, kita harus bahagia seperti kak Lia dan kak Darlen ya sayang" ucap Arya kepada Letty...


"Asal jangan pecicilan saja. Aku bisa lebih cuek dari kak Lia. Tapi aku juga bisa sedih seperti sekarang ini" kata Letty....


"Sayang, aku sudah janji sama kamu. Aku akan selalu ada dan nggak akan pernah berpikir untuk meninggalkanmu" ucap Arya.... "Kecuali tugasku sebagai Tentara yang harus sering meninggalkan kamu karena tugas" lanjut Arya....

__ADS_1


__ADS_2