
"Oh, ya ma. Kita langsung balik ya. Ada kerjaan yang mesti aku selesaikan dulu" kata Darlen...
"Loh, kan lagi libur sayang" kataku...
"Aku baru ditelepon sama atasanku. Ayo!" kata Darlen....
"Ma, kita pergi ya" pamitku sama mama.... "Letty mau pulang ke rumah kakak atau gimana?" tanyaku kepada Letty....
"Aku nginap disini ya, kak. Tidur sama Cecil dan mamaku ini" kata Letty.... "Oke..kk duluan ya"... kataku kepada Letty...
"Ma, kita jalan ya" pamit Darlen kepada mama Irma...
"Nggak ada yang ketinggalan kan, sayang?" tanya Darlen sambil memelukku dari belakang.
Sementara aku lagi bereskan belanjaan.... "Nggak ada, sayang. Jangan meluk dulu, ini lagi bereskan belanjaan kok" kataku...
"Tapi aku mau peluk kamu" jawabnya manja dan sesekali mencium tengkuk leherku yang membuatku mendesah....
"Udah deh, sana mandi. Udah bau kecut" perintahku....
"Masa sih? Nggak juga ko" melepaskan pelukannya dan mencium aroma tubuhnya sendiri.... "Mandi berdua yuk" ajaknya sambil memelukku dan mencium telingaku.
__ADS_1
"Mulai deh mesumnya" aku menghentikan kerjaan beresin belanjaan dan berbalik badan untuk berhadapan dengan Darlen "Suamiku ini semenjak pulang dari tugasnya kok mesum ya" kataku dengan genit....
"Sayang, dari kita menikah sampai aku berangkat bertugas. Dari semenjak itu aku menahan semua hasratku sebagai laki\\-laki normal karena ku pikir kita menikah hanya untuk Cecil. Tapi selama sepuluh bulan itu, aku mulai sadar bahwa aku mencintaimu dan tak ingin kau pergi dariku" ucap Darlen ....
"Kamu manis sekali, suamiku" sambil mencubit hidung mancung milik Darlen... "Jadi, apakah suamiku ini sudah jatuh cinta sama aku pada waktu kita menikah?" tanyaku...
"Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu begitu perhatian sama Cecil" jawab Darlen....
"Ah, aku jadi malu deh" mencium pipi Darlen...
"Apa?" aku balik bertanya sambil menyubit hidung Darlen....
"Sayang, aku sudah nggak nahan ni" Wajahnya menunjukkan menahan sesuatu yang membuat matanya dan wajahnya memerah...
"Tapi bukan disini kan?!" kataku... Tak pakai lama, Darlen langsung mengangkat dan menggendong diriku dan membawa masuk ke dalam kamar.... "Eh, eh, sabar dulu dong. itu pintu depan udah di kunci belom?" tanyaku....
"Ya, ampun. Aku lupa. Sebentar, aku kunci dulu" katanya....
__ADS_1
Darlen masuk dan naik ke tempat tidur. Dia mulai membuka baju kaosnya dengan posisi yang sudah menindih tubuhku... Dia mulai menciumi dengan lembut dari kening turun kedua mataku, hidungku kemudian dia berlabuh di bibirku....
Dia mengeksplor bagian dalam mulutku dengan lidahnya. Tangannya pun mulai bergerilya di dalam pakaianku terutama bagian dada membuatku mendesah...
Kami mulai terbuai dalam lautan asmara yang begitu panas membuat kami berkeringat sore itu...
"Aku mencintaimu, istriku" kata Darlen padaku....
"Aku juga, suamiku yang mesum" ucapku...
"Mesum tapi kamu suka kan?!" tanya Darlen mempererat pelukannya....
"Ayo, mandi. Bandanku lengket semua" pintaku...
"Ayo, aku gendong" ajak Darlen, dijawab anggukan olehku...
Darlen pun bangun dan memakai celana pendeknya dan mengambil handuk di lemari dan membalut tubuhku kemudian dia menggendong ku menuju ke kamar mandi...
Dan sampai di kamar, Darlen mulai memandikan ku... Dan bukan cuma mandi saja. Tapi Darlen malah melanjutkan kemesumannya lagi di kamar mandi, membuat tubuhku terasa lelah. Sampai\-sampai Darlen harus menggendongku lagi masuk ke kamar dan membantuku berpakaian...
__ADS_1