
"Ma, sudah satu tahun loh. Lia dan Darlen menikah. Apa mereka tidak berencana memberikan kita cucu?!" kata papa Sam bertanya kepada mama Retha, pagi itu....
"Iya juga ya pa. Mama mau menelepon Lia, sepulang sekolah mampir ke mari dengan Cecil" ucap mama Retha....
"Ide bagus tu, ma" ucap papa Sam setuju....
"Hallo, sayang" sapa mama Retha...
"Hallo, ma" jawab Lia...
"Sayang, pulang sekolah mampir ya ke rumah, Cecil juga. Mama ada hadiah buat Cecil....
"Iya, ma".... jawabku mengakhiri panggilan telepon dengan mama...
"Hai, sayang. Sepulang sekolah, kita mampir ke rumah opa dan Oma ya" kataku kepada Cecil...
"Iya, mama. Cecil juga sudah kangen sama opa dan oma ".... jawab Cecil riang....
Sepulang sekolah, aku dan Cecil mampir di rumah papa dan mama... Aku memasukkan mobil ke dalam garasi rumah papa dan mama....
__ADS_1
"Opa,,,, Oma,,,," Teriak Cecil dari teras depan rumah
"Ya, ampun sayang. Oma dan opa kangen banget sama cucu satu-satunya ini" kata mama Retha....
"Sayang, pipi kamu kok tambah chubby dan badanmu kok gendutan ya" kata papa Sam....
"Iya opa. Bagaimana nggak chubby dan gendut? Kalau tiap hari diberi makan yang enak-enak sama mama. Papa juga loh, sekarang udah gendutan" ungkap Cecil yang membuat papa dan mama tertawa....
"Sayang, kamu kok pucat. Kamu sakit?" tanya mama khawatir melihat wajahku yang tiba-tiba pucat dan mengeluarkan banyak keringat....
"Nggak ma. Lia hanya merasakan capek, pusing dan kadang mual. Mungkin karena kurang darah. Mama kan tau, kalau Cecil akan begitu capek di akhir-akhir semester seperti ini" kataku kepada mama....
Tiba-tiba aku merasa mual membuatku berlari ke arah kamar mandi dan akhirnya aku muntah dan tak ada apapun yang kumuntahkan....
"Belum, ma. Lia cuman pusing biasa kok. Nggak perlu sampe periksa ke dokter kan. paling minum obat udah" kataku....
Hoek,,, hoek,,,, Hoek....
"Sudah berapa lama, kamu kek gini sayang?" tanya mama sambil ngelus punggung dan tengkuk belakangku...
__ADS_1
"Udah seminggu ini, ma" jawabku...
"Suamimu sudah tahu?" tanya papa yang melihatku di pegang mama menuju sofa...
"Belum, pa. Dia nggak tahu kalau Lia sering begini selama seminggu ini" jawabku....
"Oma, mama kenapa? mama sakit ya?" tanya Cecil....
"Mama nggak sakit, sayang. Mama cuman capek aja" kataku....
"Jangan-jangan kamu udah isi?!" kata mama...
"Nggak tahu juga, ma. Lia belum sempat ngecek" kataku.... "Bulan ini udah lewat tapi Lia belum juga datang bulan, ma"....
"Ntar, mama liat di kamar kak Vanny. Sepertinya mama pernah liat ada test peck deh. Mudah-mudahan itu masih baru" kata mama beranjak menuju kamar kak Vanny dan benar saja mama keluar dengan memegang alat tes kehamilan itu... "Ayo, di tes dulu" pinta mama...
"Bukan pagi hari biasanya ngecek, ma?" tanya papa....
"Bisa ajalah, pa. Kita kan cuma ngecek nanti besok pagi, Lia ngecek lagi di rumahnya" ujar mama....
__ADS_1
Aku melangkah menuju kamar mandi lagi untuk mengecek apa benar aku hamil... "Ma ini ini muncul dua garis merah loh" kataku ke mama sambil nunjukin alat tes itu....
Mama dan papa seketika tersenyum gembira dan mama langsung memelukku... "Besok pagi, kamu tes lagi di rumah ya" pinta mama....