MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 54 Sadar


__ADS_3

"Apa maksudmu meminta Cecil melakukan itu, Bram?" tanya papa Sam dengan wajah penuh kebingungan...


"Panggil dokter, pa. Cepat, pa!" kata Bram... "Tadi Lia merespon ucapan yang keluar dari mulut Cecil, pa... Air matanya mengalir bahkan jari-jari tangannya bergerak, pa" kata Bram dengan air mata bercucuran....


"Sayang, apa kamu benar-benar marah dan benci padaku? Aku akan pergi jika itu keinginanmu maka aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi dihadapanmu" kata Darlen...


Bram berdiri dari duduknya di samping tempat tidur Lia dan menarik leher baju Darlen.... "Apa kamu bilang??? Brengsek kamu, Darlen!!!" Teriak Bram "Buk" pukulan Bram membuat Darlen terhempas membentur meja sudut di kamar itu...


"Apa yang kamu lakukan, Bram?" kata mama Retha menahan Bram...


"Apa mama tau? Lia seperti ini karena dia, si brengsek ini" kata Bram penuh amarah...


"Sudahlah Bram" pinta mama Retha...

__ADS_1


"Kalau saja aku tidak merestui pernikahan mereka, pasti adiku akan baik-baik saja" suara tangis Bram kembali pecah....


Papa Sam datang bersama dokter... Dokter meminta semua yang ada di kamar itu untuk keluar... 20 menit kemudian dokter meminta Bram untuk masuk. itu membuat mereka semua bertanya-tanya kenapa Bram? ada apa?


Bram di kamar itu cukup lama. 2jam kemudian Bram keluar dengan mata sembab, rahangnya mengeras dan gigi-giginya berbunyi memandang Darlen...


"Kali ini ku biarkan kau selamat... Ingat, dalam keluargaku, kau adalah adik iparku terlepas dari ikatan dinas kita" kata Bram kepada Darlen... "Aku rela menghancurkan siapa saja yang ingin menyakiti adikku" kata Darlen menegaskan... "Masuklah Lia ingin bicara denganmu" lanjut Bram sambil menepuk pundak Darlen....


Semua mata memandangi Bram seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Bram...


"Mamamu sudah sadar, sayang. Tadi mama menanyakan Cecil" kata Bram... "Om bilang, Cecil baik-baik saja. Jangan khawatir" lanjut Bram...


Dalen beranjak masuk ke kamar perawatan Lia... Ditempat tidur itu, Lia sedang duduk bersandar sambil menatap Darlen yang berdiri di pintu masuk... Darlen kacau, matanya sembab, wajahnya memar lebam dipukuli Bram tadi... Lia tersenyum membuat Darlen menitikkan air matanya....

__ADS_1


"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu... Maafkan aku yang tidak bisa memahami perasaanmu... Dan jika kamu meminta aku untuk pergi, akan kulakukan" ucap Darlen sambil menangis dihadapan Lia....


"Apa kamu akan meninggalkan ku karena tidak bisa lagi memberikanmu seorang anak? Atau kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Lia dengan napas yang tersengal-sengal penuh selidik...


Darlen langsung memeluk istrinya itu... "Sayang, aku mencintaimu. Sangat, sangat mencintaimu. Tak pernah terbesit di pikiranku untuk meninggalkanmu" ucap Darlen dengan air mata yang bercucuran...


"Aku juga sangat mencintaimu, sayang. Maafkan aku karena tidak bisa lagi memberikan anak untukmu. Maafkan aku karena selama ini membuatmu menderita" ucapku pada Darlen....


"Sudah, sudah Lia. Jangan minta maaf, aku yang harus minta maaf padamu. Karena aku yang salah, sayang" ucap Darlen sambil memelukku...


"Maafkan aku" kataku lagi dalam peluk Darlen... "Aku mencintaimu" lanjutku lagi...


"Aku mencintaimu dan aku akan selalu ada bersamamu dan Cecil" kata Darlen... "Jangan pernah menyakiti dirimu lagi" pinta Darlen.... Dan kujawab dengan anggukan....

__ADS_1


"Mana semua orang??? Apa mereka pergi??? Mana Cecil???" tanyaku....


"Cecil dan semua keluarga ada diluar" jawab Darlen...


__ADS_2