
Sesampai dirumah... Aku langsung masuk ke kamar dan meletakan tasku di atas meja. Aku mengambil pakaian ganti dari dalam lemari pakaian dan hendak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa lelah...
Tiba-tiba pintu kamar terbuka...
"Kita harus bicara" kata Darlen sambil memegang tanganku...
"Tentang apa?" tanyaku... "Aku capek, mau mandi" lanjut ku...
Rahangnya mulai mengeras, matanya merah memandangiku "Kamu kenapa, dek? Dari kemarin sikapmu kok lain" katanya...
"Lain bagaimana? Perasaan kamu saja mungkin" kataku... "Aku biasa-biasa saja kok" lanjut ku...
"Kamu lain dek" ucapnya... "Kenapa cara bicara kamu seperti itu?" tanya Darlen...
"Aku mau mandi dulu" kataku menghindari pertanyaannya sambil berlalu pergi...
__ADS_1
"Aku tahu kamu marah tapi jangan seperti ini" katanya mencengkaram kedua bahuku... "Hatiku sakit melihat sikapmu" lanjutnya....
"Lepaskan tanganmu, bahuku sakit" ringisku menahan sakit. Diapun melepaskan cengkraman tangannya dari bahuku...
"Hatimu sakit???? Apa kamu juga merasakan sakitnya diacuhkam????" tanyaku... "Coba kamu jadi aku, apa nggak sakit liat suaminya yang tiba-tiba dipeluk wanita lain.Sampai gelas jatuh dan pecah pun, suamiku tak mendengarkan dan tetap mengacuhkanku... Ya Tuhan,,, Apa seperti ini sikap laki-laki yang sudah membuatku jatuh cinta padanya? " kataku dengan suara yang serak karena menahan air mataku...
"Dek???“ Ingin memelukku...
" Sudahlah, Aku capek. Aku mau mandi" kataku mengelak dari pelukannya.... Dan berjalan menuju ke kamar mandi dengan air mata bercucuran... Meninggalkan Darlen yang terlihat frustasi dengan kata-kataku barusan....
Selesai mandi dan berpakaian, aku keluar dari kamar mandi. Aku language membuatkan secangkir green tea 🍵 dan meminunnya do meja madam dan today lupa sepotonh black Forest.... Setelah itu aku kembali masuk keep Salam kamar dengan tujuan untuk merebahkam tubuhku did tempat tidur tapi kulihat Darlen ada do kamar, akupun kembali keluar tapi buru-buru aku ditarik dan dipeluk begitu erat olehnya...
"Sudahlah. Tak perlu dijelaskan. Toh, kita menikah hanya untuk Cecil bukan yang lain" ucapku dengam suara yang tak visa lagi terdengar karena menahan tangis...
"Dia hanya sepupuku. Dia adiknya Agung... Letycia namanya" ucpnya memberitahukan siapa sebenarnya wanita itu dengn wajah frustasinya Darlen kembali memelukku dari belakang....
__ADS_1
Aku tidak memperdulikan dia dengan pelukannya... "Aku ingin tidur, aku ingin istirahat" ucapku sambil melepaskan tangannya...
"Kamu harus mendengarkanku. Kamu nggak boleh begini. Ayo kita bicara. Jangan mengacungkan ku. Aku mencintaimu, Aurelia" kata Darlen dengan nada yang meninggi...
Aku kaget mendengar suaranya dan melihat wajahnya yang penuh dengan kemarahan... Ada rasa takut juga kecewa akan sikapnya padaku... Seharusnya kami bahagia karena selama sepuluh bulan pernikahan ini. Kami berpisah karena Darlen harus bertugas diperbatasan dan berkumpul lagi dan saling mengutarakan isi hati yang saling mencintai...
Tok...... tok..... tok.......
"Sebentar" Jawab Darlen yg berlalu membuka pintu rumah......
"Selamat sore... Mana kakak iparku" suara wanita diluar sana...
"Ada dikamar... Baru pulang dari sekolah" jawab Darlen...
"Apa kakak iparku seorang guru?" tanyanya.... "Berarti keponakan-keponakanku bakalan pintar banget nih. Secara, mama mereka seorang guru" lanjut si wanita itu....
__ADS_1
Aku memastikan bahwa suara yang sedang ku dengar ini adalah suara wanita yang kemarin memeluk Darlen...
"Untuk apa dia datang? Untuk menunjukkan kemesraan mereka dihadapanku lagi? Dengan berpura-pura menjadi sepupuh darlen" guman hatiku....