MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 21 Apa Aku Jatuh Cinta Padanya?


__ADS_3

"Lia nggak papa kok kak. Kan kita menikah juga karena Cecil" jawab Lia dengan perasaan sedih dan wajah sendu...


"Sebentar saja, dek" pinta kak Darlen... "Aku minta maaf karena selama 2 minggu kita menikah. Aku belum bisa menjadikan kamu selayaknya istriku, dek. Maafkan aku" ucap Darlen lagi...


"Lia nggak papa kok kak. Kan kita menikah juga karena Cecil" jawab Lia dengan perasaan sedih dan wajah sendu...


Ada rasa sedih yang muncul dihati Darlen ketika mendengar jawaban dari istrinya itu... Darlen mulai melonggarkan pelukannya dan melepaskan Lia. Darlen sadar kini hatinya sudah merasakan sesuatu yang lain terhadap Lia...


Tanpa berlama-lama, Lia pun turun ke ruang makan...


"Mama, belum siap?" tanya Cecil...


"Belum sayang" jawab Lia... "Mama tadi bangunin papa terus siapkan pakaiannya papa" tambah Lia lagi... "Anak mama sudah wangi dan cantik. Siapa yang mandikan Cecil?" tanyaku melihat Cecil yang muncul dengan blouse putih motif bunga-bunga dan rok jeans biru yang terlihat pas ditubuhnya yang mulai gemukkan..


"Cecil mandi sendiri terus Cecil juga yang milih baju sendiri" Jawab gadis kecilku ini...

__ADS_1


"Cecil duduk sama oma, ya" pintaku sambil mengecup kedua pipi Cecil...


Dengan canggung aku membuka pintu dan masuk. Aku melihat kak Darlen sedang duduk di sofa dekat jendela, entah apa yang sedang dia pikirkan...


Aku mulai mengambil sebuah blouse putih motif bunga-bunga juga celana jeans biru agar samaan dengan yang di pakai Cecil...


******


"*Apa aku sudah jatuh cinta padanya? Kenapa dia sebegitu cuek denganku tadi? Apa dia tidak memiliki perasaan terhadapku? Dan kenapa tidak ada respon apapun dari dia terhadapku?" tanya Darlen dalam hatinya...


"Memang benar, kami menikah karena keinginan Cecil. Dan jujur saja, Hatiku yang tertutup setelah meninggalnya Christine 2tahun yang lalu. Mulai merasakan hal aneh yang membuat hatiku berbunga-bunga ketika mengingat Lia" guman Darlen lagi*


Aku keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian lengkap. Kemudian duduk di meja rias, dan mulai mengeringkan rambutku dengan hairdryer. Setelah agak kering... Aku memoles wajahku dengan makeup tipis senatural mungkin. Tidak lupa aku memakai lipstick nude di bibirku...


Tanpa sadar, ada sepasang matađź‘€ yang diam-diam memandangku dari arah belakang dengan senyum... Darlen, ya Darlen... Dia tersenyum melihat ke arahku...

__ADS_1


Di berdiri dan berjalan ke arahku dan memegang bahuku "Kamu sudah siap, dek?" tanya Darlen...


"Iya, kak" dengan canggung aku menjawab...


"Kakak nggak sarapan dulu sebelum kita berangkat?" tanyaku sambil mengambil tasku yang terdapat di samping meja rias ku...


Dia menggenggam tanganku dan berjalan keluar kamar "Ayo, kita turun. Aku mau minum kopi buatanmu, dek" kata Darlen...


"Hmm, eh, iya kak" jawabku gugup melihat caranya menggenggam tanganku membuat kedua pipiku merona...


"Papa dan mama serasi ya kan, oma?" tanya Cecil ya g dijawab anggukan kepala oleh mama Irma...


Aku melepaskan tanganku dari genggaman kak Darlen dan menuju ke dapur untuk membuat kopi untuknya...


"Ini kopinya kak" aku menaruh secangkir kopi dan beberapa potong roti bakar kesukaan Darlen...

__ADS_1


Sambil menunggu Darlen sarapan... Aku menemani Cecil dan mama Irma duduk-duduk di gasebo yang terletak di teras samping rumah yang terhubung langsung dengan ruang makan...


"Pa, cepetan dong sarapannya! Kita udah nunggu nih" Seru Cecil kepada papanya... "Buruan pa" rengeknya lagi...


__ADS_2