MENIKAHI SEORANG TENTARA

MENIKAHI SEORANG TENTARA
Episode 51 Kecelakaan itu


__ADS_3

"Ma, terimakasih ya. Sudah jadi mama untuk Cecil dan juga berikan hadiah yang indah buat Cecil dan papa" kata Cecil membuat ku terharu...


"Mama juga terima kasih, karena Cecil sudah mau menjadikan mama sebagai mamanya Cecil dan istrinya papa" kataku sambil mencium pipi Cecil.... " Mama sayang sama Cecil juga papa" lanjutku memeluk mereka berdua....


Keluarga kami begitu bahagia dengan kabar kehamilanku...


Semenjak itu Darlen dan Cecil tidak pernah lalai menjagaku, baik istirahatku maupun makanku... Mereka berdua begitu tetalaten menjagaku....


Tapi, ketika usia kehamilanku memasuki bulan ke 4... Aku harus kehilangan Janin dalam kandunganku karena kecelakaan itu dan yang lebih fatal lagi rahimku harus diangkat...


Aku kecewa dan begitu frustasi sampai-sampai Darlen harus mengajukan cuti demi merawat dan mengantar aku pulang balik psikiater....


Ya, kecelakaan itu merenggut kebahagiaanku untuk menjadi seorang perempuan yang sesungguhnya dan seorang ibu....


"Sayang, aku tidak butuh anak lagi. Yang aku butuhkan adalah kesehatanmu dan kebahagiaan kita" kata Darlen dalam tangisnya... "Lihat Cecil, dia menantikanmu. Dia sakit melihatmu seperti ini" lanjut Darlen...

__ADS_1


Aku hanya memandangi Darlen...


"Ma, ayo... Cecil mau disuapin dan siapkan seragam ke sekolah, ma" rengek Cecil...


"Sayang, apa kamu lupa kata-kata yang pernah kamu katakan pada kami berdua?" tanya Darlen... "Ayo, kita jalan-jalan kemana saja kamu mau. Kita pacaran lagi, makan ice cream lagi" bujuk Darlen...


Mama Irma yang melihat Darlen dan Cecil begitu sedih akan keadaan Lia... Begitu sedih...


"Kamu harus kuat hadapi ini, jangan lemah Darlen" kata mama Irma...


"Iya, mama mengerti. Tapi kalau kamu terpuruk terus siapa yang menjaga Lia dan juga Cecil" kata mama Irma... "Kamu harus kuat dan tegar menghadapi ini. Yakin dan percaya Kuasa Tuhan tidak mudah dimengerti dan Kuasa Tuhan akan Indah pada waktunya" lanjut mama Irma....


"Ma, tolong jaga Lia. Darlen ingin pergi sebentar" kata Darlen ke mama Irma...


"Kamu mau kemana? Jangan macam2 Darlen" kata mama Irma mengingatkan.... Tapi Darlen berjalan terus tanpa menoleh ke arah mama Irma...

__ADS_1


Setelah kepergian Darlen... Agung dan Ayu juga Arya datang menjenguk Lia di rumah sakit...


"Selamat siang, ma. Ucap Agung, Ayu dan Arya bersamaan...


"Selamat siang" balas mama Irma... "Kalian datang?" tanya mama...


"Bagaimana kondisi Lia, ma? Apa ada perkembangan baru?" tanya Ayu penuh khawatir....


"Seperti kalian lihat. Hanya matanya yang terbuka dengan pandangan kosong dan entah kesadarannya ada di mana" kata mama Irma penuh kesedihan... "Kata dokter, hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan Lia"...


"Yang sabar, ma. Kita berdoa semoga Lia cepat sembuh" kata Agung sambil memeluk mama Irma...


Arya yang sudah tidak kuat menahan tangis tiba-tiba berbicara dengan suara seraknya... "Kak, sadarlah. Letty masih di negara A, kak. Aku sendiri, kak. Aku butuh nasihat dan senyumanmu yang meneduhkan, kak" tangis Arya pun pecah... "Kak, ayooo" lanjut Arya lagi...


Keluarga Liapun datang... Yang tak sanggup melihat keadaan Lia adalah kak Bram. Karna semua keluarga tahu bahwa Bram adalah satu-satunya saudara laki-laki yang begitu mengasihi dan menyayangi Lia dengan hidupnya...

__ADS_1


Bram tidak akan membiarkan apapun yang terjadi kepada kedua saudaranya terlebih kepada Lia...


__ADS_2