Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Kenapa Kamu Tega Nay?


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Dengan penuh telaten Naya membersihkan rumah majikannya, hampir semuanya ia lakoni, mulai dari mengelap perabot rumah menyapu hingga mengepel.


Naya melakukan pekerjaannya itu dengan penuh semangat, dan semua itu sangat terlihat jelas dari rekaman cctvnya.


Semua kegiatan yang dilakukan oleh Naya selama di dalam rumah semuanya terekam dengan jelas kecuali di ruangan dapur.


Kedua tangannya mengepal dengan sangat kuat, di dalam dadanya saat ini seolah menyala nyala api yang berkobar-kobar.


Sedari tadi Arland memperhatikan semua rekaman cctvnya, setelah melihat semuanya membuat Arland sangat kesal, sangat muak, seolah jika tak segera dilampiaskan akan semakin menggerogoti hatinya.


Mengapa, mengapa setelah sekian tahun lamanya pergi Naya malah kembali hadir.


" Kenapa?, kenapa Nay?, sekarang kamu datang setelah sekian tahun pergi he?... " tak ada sama sekali niatan bagi Arland untuk melepaskan tatapannya pada rekaman cctv yang berisi mantan istrinya itu, yang ada Arland menjadi sangat terobsesi tetapi merasa bingung.


Mungkin saat ini Arland nampak seperti orang yang tak waras karena berbicara di depan sebuah laptop, dan mungkin memang benar, Arland memang sudah tak waras, tak waras karena akibat dari kembali melihat Naya.


" He... apa kamu kembali datang karena ingin mempermainkanku?, jangan harap kamu bisa melakukan itu lagi, lihat saja, setelah ini aku akan membuat hidupmu menjadi seperti di neraka. " itulah janji Arland.


Arland akan membuat hidup Naya menderita, tapi entah mengapa disaat Arland mengatakan semuanya hatinya serasa seperti menangis, antara ucapan dengan apa yang dirasakan hatinya seolah bertolak belakang.


" Haaah... kenapa kamu tega Nay?... kenapaaa... "


Brakk...


Laptop itupun telah dibantingnya hingga pecah.


" Dasar kamu wanita sialan Naya, kamu sudah menghancurkan hidupkuuu... "


" Apa kurangnya aku sampai-sampai kamu selingkuh dariku?, kenapa Nay kenapaaa?... "


Dan ruangan kamar ini telah dipenuhi dengan suara teriakan Arland.


Kali ini Arland begitu sangat frustasi, rasa marah, benci, sedih, semuanya bercampur aduk menjadi satu hingga membuat emosinya jadi tak terkendali.


Sebenarnya batin Arland begitu sangat tersiksa, bahkan mungkin lebih tersiksa dari batin Naya saat ini, Arland ingin melampiaskan semua rasa amarahnya akan tetapi tak bisa, akibatnya ia malah jadi frustasi sendiri.


Jika bukan karena Naya, mungkin Arland tak akan frustasi seperti ini.


*****


Buku tulisnya mulai ditandai pena dengan menorehkan namanya.


Buku tulis yang berjumlah dua puluh buah ini beberapa hari lagi akan segera digunakan untuk sekolah.

__ADS_1


Tinggal belasan hari lagi putranya Arta sudah akan masuk sekolah SD, tapi hingga kini putranya itu masih belum mendaftarkan diri di sekolah SD manapun.


Tinggal buku terakhir yang akan Naya beri nama, Arta Putra Arland, itulah nama yang tertera di semua buku tulis milik Arta.


" Alhamdulillah selesai juga. " dan Naya kembali meletakkan semua buku tulis milik putranya itu di dalam lemari kecilnya.


" Bagaimana ini?, sebentar lagi anakku harus sekolah, tapi aku tidak punya uang yang cukup untuk mendaftarkannya. " gumamnya yang semakin ke sini semakin merasa bingung.


Dirinya baru satu kali kerja di rumah tuan Ar, dan masih menunggu waktu satu bulan lagi untuk bisa menerima gajinya.


" Apa aku pinjam uang dulu saja sama bu lek?, siapa tahu bu lek punya uang simpanan?. " pikirannya jadi teringat pada bu leknya.


Iya benar, tak ada salahnya jika mencoba meminjam uang pada bu leknya, nanti ketika sudah mendapatkan gaji barulah akan diganti.


" Naya. " seru suara seseorang dari arah pintu kamarnya.


Naya melihatnya, ternyata bu leknya yang datang, panjang umur juga bu leknya, dipikirkan malah benar datang.


" Nay, ayo ke ruang tengah nonton tv, yang lainnya pada nonton. " ajak Sima.


" Iya sebentar lagi bu lek, setelah Naya bicara sesuatu sama bu lek. " sebenarnya Naya merasa sedikit sungkan yang harus mengatakannya.


" Bicara apa nak?, ayo kita bicara. " Sima yang awalnya berada di dekat pintu jadi benar-benar masuk.


Bagaimana ini, semakin tak enak hatilah Naya dibuatnya, tapi harus bagaimana lagi, saat ini dirinya benar-benar butuh uang untuk biaya sekolah putranya.


" Tapi Naya malu yang mau mengatakannya bu lek. " sahut Naya.


" Malu kenapa?, katakan saja, bu lek ini masih saudara ibumu, kamu jangan malu-malu sama bu lek. " Sima merasa jika Naya seperti sedang butuh sesuatu.


Bu leknya memang orang yang sangat baik, itulah mengapa dirinya merasa tak ragu ketika ingin mengatakan sesuatu.


" Bu lek, sebentar lagi Arta akan sekolah SD, dan sampai sekarang Arta masih belum mendaftar sekolah, Naya masih belum punya uang yang cukup untuk mendaftarkan Arta sekolah, apakah bu lek punya simpanan uang?, kalau punya Naya mau pinjam sementara bu lek. " Naya mengatakannya dengan panjang lebar.


" Maaf kalau Naya merepotkan, tapi kalau Naya sudah gajian nanti uangnya akan Naya ganti. " lanjut Naya.


Jadi ini yang ingin Naya bicarakan, ingin meminjam uang untuk biaya sekolahnya Arta.


" Kenapa kamu baru bicara sekarang nak?, apalagi untuk sekolahnya Arta. " Sima jadi menunduk lesu, kasihan sekali keponakannya ini, pasti Naya jadi pusing sendiri karena harus memikirkan biaya sekolahnya Arta.


" Tidak ada ya bu lek?, ya sudah kalau tidak ada Naya... "


" Apanya yang tidak ada?, bu lek masih belum menjawab apapun, kalau untuk biaya sekolahnya Arta apanya yang harus pinjam?. "


" Iya, bu lek punya tabungan dua juta, satu jutanya untuk Arta saja, sudah jangan pinjam. " Sima mengatakan semuanya tanpa mengharapkan apapun.


" Tidak bu lek, Naya mau pinjam, nanti kalau sudah gajian akan Naya ganti. " Naya tidak mau jika harus menggunakan uang yang bukan miliknya dengan begitu saja.

__ADS_1


" Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, besok kamu akan kembali bekerja, urusan daftar sekolahnya Arta biar bu lek dan ibumu yang mengurus pendaftarannya, Arta mau bu lek masukkan di sekolah SD yang ada di sekitar sini. " jelas Sima agar Naya tak perlu khawatir lagi.


" Terima kasih bu lek terima kasih. " Naya langsung memeluk bu leknya.


Ternyata tak sesulit yang dirinya kira, bu leknya mau membantunya untuk biaya sekolah Arta.


Sungguh Naya sangat senang, setidaknya untuk saat ini dirinya tak perlu terlalu merasa khawatir soal biaya pendaftaran sekolah untuk putranya.


Ternyata bantuan untuk putra kecilnya itu masih ada pada keluarganya sendiri.


*****


Dentuman musik yang begitu sangat keras dan menggema telah memenuhi ruangan yang gelap remang-remang ini.


Banyak anak manusia yang berbaur di tempat yang begitu sangat redup ini.


Seolah tak takut akan dosa mereka semua bersenang-senang dengan menikmati minuman yang dapat memabukkan.


Katanya siapapun yang datang ke tempat ini dan ikut bersenang-senang akan membuat masalah yang ada di dalam pikiran menjadi hilang, benarkah hal itu?.


Pandangannya sudah mulai kabur, tubuhnya pun telah cukup lama tersandar di mejanya.


Sudah tiga setengah botol minuman keras yang telah Arland teguk, dan kali ini tubuhnya telah benar-benar ambruk.


Merasa frustasi karena Naya membuat Arland memutuskan untuk mencari pelarian, tapi sayangnya bukan lari pada Tuhan, Arland malah datang ke tempat yang penuh dengan maksiat ini.


" Nayaah... ke-napa kamu tega Nay?. " meracau dan meracau itulah yang terjadi pada Arland.


Arland benar-benar sangat frustasi, frustasi karena Naya.


" Ehem... tuan, sepertinya tuan sedang butuh bantuan?. " seru seorang wanita yang sudah berada di dekat Arland.


Entah dari mana datangnya, tiba-tiba sudah ada dua wanita seksii yang berada di dekat Arland.


" Tuan, sepertinya tuan sudah begitu sangat lelah, jika begitu izinkan kami berdua untuk menghilangkan rasa lelah tuan ya?. " seru wanita itu.


" Naya... " hanya kata itulah yang keluar dari kedua belah bibir Arland.


Entah apakah mungkin karena pengaruh minuman kerasnya, Arland melihat kedua wanita ini seperti melihat sosok Naya, dan yang Arland tahu keduanya memanglah benar Naya.


" Baiklah tuan jika seperti itu kami berdua akan mengajak tuan, mengajak tuan untuk menjelajahi surga. " seru wanita itu dengan nadanya yang terdengar begitu manja.


Entah apa yang ingin dilakukan oleh kedua wanita yang berpakaian sangat minim kain itu, yang pasti saat ini keduanya sedang mencoba menegakkan tubuh Arland.


Bersambung..........


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2