Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Memiliki Seorang Anak


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Kegiatan yang sama memang terus dan terus dilakoninya karena sebuah tanggung jawab yang terikat, ibarat sebuah hari yang terus berjalan dan berganti namun akan terus berulang dan berulang di hari yang sama pula.


Tubuhnya memang masih belum benar-benar bugar, namun demi tanggung jawab yang harus ditunaikan, maka tak ada jalan lain selain harus tetap melakukannya.


Sudah sekitar satu jam yang lalu Naya selesai memasak dan menghidangkan semua hasil masakannya pada para sang majikan, bahkan mereka telah selesai sarapan.


Naya sangat sadar jika keberadaannya di rumah sangat menjadi bahan perhatian, setelah semua orang mengetahui jika dirinya adalah mantan istri dari Arland yang kini telah menjadi pembantunya pasti akan membuat semua orang merasa begitu prihatin. Iya tentu saja mereka merasa prihatin, bayangkan saja seorang wanita yang dulu diperlakukan bak seorang ratu tetapi kini telah berubah menjadi seorang pembantu.


Sementara di lantai atas Arland sang pria yang menjadi majikan besar itu masih terus memperhatikan Naya.


Ada sesuatu hal yang membuat Arland harus menemukan jawaban dari apa yang menjadi keinginannya. Bahkan setelah apa yang terjadi, tak membuat Naya menunjukkan perubahan sikap apapun. Seharusnya Naya merasa sedih dan menyesal setelah melihat kemesraannya bersama Sandra, tetapi ini tidak, Naya tetap bersikap seolah tak terjadi sesuatu apapun.


Dan di posisi yang tak terlalu jauh di mana Arland berdiri, Sandra sedang memperhatikannya. Sandra melihat Arland yang sedang memperhatikan Naya.


Mereka jadi saling memperhatikan karena satu orang yang bernama Naya.


" Iya nona, mantan istri tuan Arland adalah nona Naya, dan hingga sekarang saya masih menganggap nona Naya sebagai majikan saya. "


Sandra masih sangat ingat dengan apa dikatakan oleh pak Rahmat.


" Jadi inilah alasan kenapa tadi Arland jadi bersikap manis padaku, karena sebenarnya dia ingin membuat Naya merasa cemburu. "


Jujur saat ini Sandra merasa sangat kesal, semuanya jadi terlihat jelas setelah mengetahui apa yang Arland lakukan. Sandra merasa hanya menjadi pelarian saja, atau mungkin hanya menjadi pion semata untuk tujuan Arland.


" Tidak, kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini sayang, sudah hampir tiga tahun aku menemanimu, dan aku tidak mau jika pengorbananku ini menjadi sia-sia. "


Keberadaan Naya seperti menjadi batu sandungan, jika ia masih tetap di sini maka sangat besar kemungkinan akan membuat Arland kembali padanya.


Naya begitu sangat cantik, meski penampilannya terkesan kampungan, tetapi kecantikannya itu mengalahkan kecantikannya.


Sebagai wanita tentulah Sandra merasa sangat khawatir, Sandra merasa tersaingi oleh Naya, Naya adalah mantan istrinya Arland, sudah pasti ada kenangan tentangnya yang masih membekas di hati Arland.


Ini harus segera dihentikan, jangan sampai hubungan yang telah lama usai menjadi bersemi kembali hanya karena status keduanya yang sebagai majikan dan pembantu.


" Sayang. " seru Sandra dengan nadanya yang terdengar lembut.


Mendengar seruan sang tunangan membuat Arland jadi membalikkan tubuhnya. Rupanya Sandra ada di sini, semoga Sandra tak melihat apa yang dilakukannya.


" Apa yang kamu lakukan di sini Sandra?. " tanya Arland.


" Apa yang aku lakukan di sini?, kok kamu bertanya begitu?, memangnya kenapa sih sayang?, apa aku tidak boleh jika ingin mendekati tunanganku sendiri?. " dengan menyahutnya lalu Sandra kembali menyentuh Arland, apa lagi tujuannya jika bukan untuk bergelagut manja padanya.


Inilah yang Arland tak suka, setiap kali ada kesempatan selalu saja Sandra ingin bermesraan dengannya.


" Jangan begini Sandra aku tidak suka. " merasa tak nyaman dengan tingkah Sandra, Arland pun melepaskan sentuhan tunangannya ini.

__ADS_1


" Kenapa sih sayang?, tadi kamu merangkul aku dengan mesra, sekarang kamu malah tidak mau aku sentuh. " Sandra berbicara seolah seperti orang yang tak tahu alasannya.


Mendengar pertanyaan dari Sandra membuat Arland jadi memejamkan kedua matanya. Jika sudah seperti ini, rasanya dirinya seperti terjebak oleh permainannya sendiri. Siapa juga yang ingin memeluk Sandra dengan mesra, semua itu dirinya lakukan adalah untuk membuat Naya agar sakit hati.


Tak ada cara lain selain harus pergi dari tempat ini, lebih baik dirinya memperhatikan Naya lewat kamera pengintainya yang super canggih itu.


" Jangan ganggu aku, aku ingin di ruangan kerjaku. " ujar Arland lalu pria itu pun hendak melangkah.


" Sayang, kamu mau ke mana sih?, kok buru-buru kamu sayang?. " Sandra malah merengek dengan menahan lengan Arland.


Jangan seperti anak kecil Sandra. " dan Arland menarik tangan Sandra yang menurutnya sangat mengganggu itu.


Arland benar melangkah pergi, pria bertubuh tinggi itu meninggalkan Sandra begitu saja. Arland merasa keberadaan Sandra di dekatnya sangatlah mengganggunya, karena adanya Sandra membuatnya kurang begitu leluasa dalam memperhatikan Naya.


Sandra yang ditinggalkan seperti ini menjadi merengut kesal, bisa-bisanya Arland bersikap seperti ini lagi.


" Ini semua gara-gara kamu Naya. " geramnya.


Memang tak bisa dielakkan lagi, keberadaan Naya di rumah ini akan membuat Arland menjadi goyah, bahkan buktinya sudah sangat jelas, jika tidak maka tak akan Arland berusaha untuk membuat Naya sakit hati.


*****


Airnya mengalir membasahi kedua tangannya, karena penghuni di rumah ini lebih dari satu orang, maka banyak pula piring bekas makanan yang harus dicuci.


Naya sudah mencuci semuanya, pekerjaan dapurnya di hari ini lumayan cukup banyak, dirinya yang hanya seorang diri tentulah merasa kewalahan, namun harus bagaimana lagi, dirinya adalah satu-satunya pembantu di rumah ini.


Apa yang Naya lakukan di dapur ini tentulah tak luput dari pantauan Arland. Adanya beberapa kamera tersembunyi di dapur ini membuat Arland dengan sangat mudah mengetahui apapun yang Naya lakukan, bahkan jika Naya bersuara sekalipun tetap akan terdengar.


Seseorang telah memanggil Naya, Naya yang dipanggil seperti itu tentulah langsung menghentikan kegiatannya.


" Nona Sandra. " sahut Naya kala mengetahui jika sosok yang memanggilnya adalah nona Sandra.


Ada apa ini, apa yang ingin tunangannya Arland lakukan di tempat ini.


" Ada apa nona?, nona Sandra memerlukan sesuatu?. " tanya Naya yang sebenarnya hanya mencoba basa-basi.


" Aku ingin bicara penting sama kamu, benar-benar penting, dan kamu harus melakukan apa yang aku katakan. " Sandra mengatakannya dengan sangat serius, seolah jika Naya tak melakukannya akan berakibat fatal.


Tentulah Naya jadi bingung, sebenarnya hal penting apa yang ingin tunangan majikannya ini bicarakan, jika memang ingin bicara penting seharusnya kepada Arland saja.


" Nona ingin bicara apa?. " tanya Naya.


" Aku mau mulai besok kamu tidak bekerja lagi si rumah ini. " jelas Sandra.


Deg...


" Apa nona?, tidak bekerja lagi?. " Naya tak percaya dengan ini.


" Iya, aku mau kamu berhenti bekerja di rumah ini, kamu adalah mantan istrinya Arland, dan sangat besar kemungkinan jika kamu akan merebut Arland dariku. " itulah yang Sandra katakan karena merasa sangat yakin jika Naya bisa merebut kekasihnya.

__ADS_1


Ternyata ini jawabannya, lebih kepada ketakutan Sandra sendiri. Mana mungkin Arland menyuruhnya berhenti bekerja sementara dirinya masih terikat kontrak kerja padanya.


" Kamu dengar aku kan Naya?, mulai besok kamu jangan bekerja lagi, hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja di rumah ini, apa kamu mengerti?. " tegas Sandra.


" Maafkan aku nona, aku bekerja pada tuan Arland, jadi yang berhak memberhentikan aku bekerja adalah tuan Arland. " dengan tenang dan penuh kejelasan Naya mengatakannya.


Sandra sangat tertegun yang mendengar jawaban Naya, berani juga Naya menolak perintahnya atas nama Arland.


" Kamu ingin merebut Arland dariku ya?, itulah kenapa kamu tidak mau berhenti bekerja dari sini?. " Sandra menatap Naya dengan sangat tajam, Sandra merasa tak bisa membiarkan hal ini.


Semakin ke sini semakin jelas terlihat jika Sandra sebenarnya merasa tersaingi, Naya bisa melihat dengan sangat jelas jika Sandra merasa keberadaannya di rumah ini bisa mengambil Arland darinya.


Haruskah dirinya mengakui di depan Sandra jika sudah memiliki anak, dengan begitu Sandra tak perlu merasa takut lagi.


" Sudahlah Nay, turuti saja apa yang aku suruh, katakan pada Arland kalau kamu ingin berhenti bekerja dari rumah ini, sudah selesai kan?. " Sandra memberikan cara seolah yang disuruhnya adalah solusi yang benar.


" Maafkan aku nona, aku tidak bisa berhenti bekerja dari rumah ini karena aku sudah terikat kontrak. " sahut Naya dengan sangat jelas.


" Ya ampun, heran ya, hanya bekerja sebagai pembantu harus ada kontrak kerja segala, seperti sangat penting saja, pokoknya aku tidak mau tahu, mulai besok kamu sudah tidak bekerja lagi di rumah ini. " ujar Sandra yang apapun alasannya tetap ingin Naya berhenti bekerja dari rumah ini.


" Kenapa nona Sandra begitu kekeh yang menyuruh aku berhenti bekerja dari rumah ini?, nona merasa tersaingi karena kehadiran aku?. " begitulah Naya yang berkata, entah keberanian dari mana yang Naya dapatkan.


" Apa katamu?, merasa tersaingi?, heh... sorry ya, kamu tidak selevel denganku, kamu kan kampungan, jadi untuk apa aku harus merasa tersaingi olehmu?. " begitulah ucap Sandra dengan percaya dirinya, padahal pada kenyataannya Sandra memang merasa jika Naya lebih cantik darinya.


Naya hanya tersenyum mendengar sahutan Sandra, tak mengapa jika tunangan dari mantan suaminya ini menjawabnya seperti itu.


Apa yang Sandra akui telah benar membuka kedua mata Naya. Terlihat sangat jelas jika Sandra memang sangat takut kehilangan Arland, bahkan sikapnya itu sudah ditunjukkan semenjak ia menyuruhnya berhenti bekerja, dan itu membuat Naya merasa yakin untuk bisa melupakan Arland.


Iya benar, tak seharusnya dirinya merasa cemburu karena Arland telah memiliki wanita lain, itu adalah hak Arland.


Sepertinya tak mengapa jika mengakuinya sekarang, bukankah Arland sudah memiliki calon istri.


" Kamu tersenyum, kamu meremehkan aku ya?. " menjadi semakin kesal lah Sandra karena Naya.


" Nona Sandra tidak perlu khawatir, aku sudah memiliki seorang anak nona, jadi nona Sandra jangan khawatir jika aku akan merebut tuan Arland, tidak ada niatku untuk merebutnya dari nona, aku bekerja di rumah ini adalah untuk menghidupi keluargaku. " begitulah Naya yang mengatakan semuanya agar Sandra tak lagi merasa khawatir.


Dan seketika itu Sandra kedua bola mata Sandra jadi melotot, Sandra begitu sangat terkejut bukan main. Jadi Naya telah memiliki seorang anak, tapi bagaimana bisa.


Naya terlihat begitu cantik dan masih sangat muda, dan ia telah memiliki seorang anak, itu artinya Naya telah bersuami lagi.


" Nona Sandra jangan khawatir, setelah kontrak kerjaku selesai, aku akan benar berhenti bekerja dari tuan Arland. " lanjut Naya lagi.


Naya berani mengatakan semuanya karena merasa yakin jika Arland tak akan mengetahuinya, apa lagi setelah mengetahui Sandra yang begitu takut akan kehilangan Arland, membuat Naya sangat yakin jika Sandra tak akan mengadukannya pada siapapun.


Sandra sendiri sudah tak bisa menyahut lagi, jawaban dari Naya seperti skakmat atas semua kekhawatirannya. Jika seperti ini untuk apa dirinya merasa takut. Naya sudah bersuami lagi, bahkan telah memiliki seorang anak, itu artinya Naya sudah menjadi milik orang lain.


Jujur Sandra masih tak percaya dengan ini, Naya masih terlihat sangat muda, tetapi ia sudah menikah sebanyak dua kali dan kini telah memiliki seorang anak, memangnya berapakah usia Naya. Jika dilihat dari wajah dan tubuhnya sepertinya Naya jauh lebih muda darinya.


Bersambung..........

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2