Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Dia Pembantuku


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


" Bunda jangan hawatil, sekalang Alta kan sudah punya handphone balu jadi Alta bisa telpon bunda. "


Begitulah yang dikatakan oleh putra kecilnya sebagai penghibur kala dirinya akan berangkat bekerja.


Sang mentari masih belum terbit dari ufuk timur, namun dirinya harus sesegera mungkin bisa tiba di rumah sang majikan.


Naya terus melangkah menuju rumah sang majikan untuk kembali bekerja, entah bagaimana nasibnya nanti, wanita yang memiliki paras cantik itu berjalan dengan membawa tas kecil yang selalu setia menjadi tempat di mana bekalnya disimpan.


Beruntung rumah Arland tak terlalu jauh dengan rumah yang ditempatinya sekarang, jadi bisa menghemat waktu sekaligus biaya, begitulah hati Naya yang berbicara di sela langkahnya.


Waktu memang sungguh sangat cepat berlalu, baru hanya ada waktu tak lebih dari dua puluh empat jam yang benar-benar menghabiskan kebersamaannya dengan putra kecilnya, dan sekarang harus kembali bekerja ke rumah ini lagi.


Naya mulai membuka pintu gerbang besi yang hanya setinggi dadanya itu, karena Arland ada di rumahnya maka tak perlu menggunakan kunci cadangan untuk membuka pagar besinya karena sang pagar tak dikunci.


Dan kala Naya telah memasuki halaman, ada sesuatu yang langsung menarik perhatiannya.


Ada dua mobil mewah yang terdapat di garasi, padahal hari-hari sebelumnya hanya ada satu mobil saja.


" Sepertinya di dalam rumah ada banyak orang. " begitulah Naya yang bermonolog karena itu yang ada di pikirannya.


Namun ya sudahlah, tugasnya di sini adalah untuk bekerja, jika di dalam rumah terdapat banyak orang maka sepertinya tak akan mungkin jika Arland akan kembali menyiksanya.


Ternyata salah satu bagian dari pintu masuknya telah terbuka, sepertinya Arland memang sangat berniat ingin menyambut kedatangannya.


" Siapa saja yang ada di dalam ya?, kenapa aku jadi gugup begini?. " batin Naya.


Sudah berada di depan pintu rumah sang majikan namun Naya jadi sedikit takut yang ingin masuk.


Hingga detik ini Naya sendiri masih belum tahu jika di rumah Arland terdapat cctvnya, bahkan Arland malah menambahkan beberapa kamera tersembunyi yang dapat memantau gerak-gerik siapapun termasuk di ruangan dapur juga baru diletakkan kamera tersembunyi, mungkin pemasangan kamera di ruangan dapur memang sedikit terlambat.


Saat ini Naya masih berdiri di depan pintu dalam keadaan yang ragu-ragu tentulah Arland bisa mengetahuinya.


Jika terlalu lama berpikir maka yang ada tak akan masuk juga.


" Huft... tenang Nay tenang, jangan gugup, yakinlah kalau semuanya akan baik-baik saja. " begitulah ucap Naya yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Dan tak lama setelahnya, Naya si wanita yang berparas cantik itu mulai mengangkat tangan kanannya.


Tok... tok... tok...


Hanya tiga ketukan yang dilakukannya dan ia pun mulai masuk ke rumah Arland. Naya masuk dan menutup kembali pintu masuk yang terbuka itu.


Dan hal pertama yang Naya dapati di rumah sang majikan Arland yaitu suasana yang sunyi. Seperti keadaan yang sudah-sudah jika di ruangan pertama di rumah besar ini suasananya memanglah nyaris sunyi, bahkan nyaris tak ada kegiatan apapun selain hanya dibersihkan saja.


Rasa gugup di dadanya sudah mulai berkurang, dan kali ini Naya akan menuju ke ruangan dapur, namun sebelum itu sudah pasti harus melewati ruangan tamu terlebih dahulu.

__ADS_1


Naya si ibu muda itu melangkah begitu saja, ia tak tahu jika di ruangan tamu yang akan dilewatinya itu sudah ada beberapa orang yang duduk di sana.


Hingga selangkah, dua langkah, tiga langkah Naya pun berhasil melewati tembok dan menghadapkannya pada ruangan tamu.


" Akhirnya kamu datang juga. "


" Hah... "


Suara pria itu pun langsung mengejutkan Naya hingga membuat langkahnya jadi terhenti.


Naya jadi menatap pada arah sofa, ternyata sudah ada beberapa orang yang duduk.


Siapa mereka, mengapa menatapnya hingga seperti...


Deg...


Naya langsung melotot kala melihat sosok pria berumur yang duduk cukup jauh dari posisi Arland. Bukankah pria yang berumur itu adalah pak Rahmat.


Jangankan Naya yang sangat terkejut karena keberadaan pak Rahmat, pak Rahmat sendiri pun juga sangat terkejut karena melihat mantan istri dari tuannya bisa datang ke rumah ini.


" Hei, siapa kamu?. " seru Sandra dan wanita itu memilih berdiri dari posisinya.


Semua pasang mata yang berada di ruangan tamu ini jadi memperhatikan Naya, tak terkecuali Arland sendiri, Arland pria dengan seribu rencana itu membiarkan saja Naya diperhatikan.


" Kamu, siapa kamu?, kenapa kamu bisa masuk ke rumah ini?. " tanya Sandra.


Naya hanya bisa diam, entah mengapa lidahnya seolah sulit untuk digerakkan. Bagaimana cara menjawabnya, apa lagi saat ini ada pak Rahmat.


" Kok malah diam?, aku bertanya kamu ini siapa?, kenapa main masuk ke rumah tunanganku?. " tanya Sandra lagi.


Dan Naya mendengarnya, apa, masuk ke rumah tunangannya, apa maksudnya.


Naya merasa bingung, sebenarnya tunangan siapa yang wanita ini maksud, bukankah rumah ini adalah rumahnya Arland.


Pak Rahmat yang tahu siapa Naya menjadi bingung juga, pria berumur itu bukan bingung pada nona Nayanya, melainkan merasa bingung pada tuan Arlandnya. Mengapa tuannya Arland diam saja, apakah selama ini tuannya tidak pernah mengatakan pada tunangannya Sandra jika nona Naya adalah mantan istrinya.


Pak Rahmat sungguh bingung, sebenarnya apa yang sudah terjadi, bukankah tadi tuannya sempat menyapa nona Nayanya.


" Astaga, coba lihat wanita ini sayang, kamu kenal dia kan?. " tanya Sandra pada Arland dengan menunjuk Naya.


Naya jadi menatap pada Arland, apa dirinya tak salah mendengar, Arland dipanggil sayang oleh wanita ini, apakah itu artinya...


" Nona Naya. " seru pak Rahmat.


Pak Rahmat yang sudah bangkit mencoba menghampiri Naya.


" Apa?... nona Naya?... " sahut Sandra.


Sangat terlihat jelas raut kebingungan di wajah Sandra, apa dirinya tak salah mendengar, pak Rahmat memanggil wanita ini dengan panggilan nona, nona Naya, iya benar, itulah yang diserukan pak Rahmat.

__ADS_1


" Nona Naya, nona di sini?. " tanya pak Rahmat.


" Tunggu dulu, apa maksudnya dengan nona pak?, dan apa barusan, nona Naya?. " Sandra menjadi semakin bingung.


Pak Rahmat jadi menatap pada tuannya Arland, bahkan tuannya masih diam saja, haruskah dirinya mengatakan pada nona Sandra jika nona Naya adalah mantan istri tuannya.


" Pak Rahmat, jawab aku pak, bapak kenal sama wanita yang penampilannya kampungan ini?. " tanya Sandra lagi bahkan tidak merasa segan untuk mengucilkan Naya.


" Nona Sandra, dia adalah nona Naya, mantan... "


" Dia adalah pembantuku. " sahut Arland yang langsung memotong kalimat pak Rahmat.


Arland mulai bangkit dari duduknya, pria blasteran itu ingin mendekat juga.


Ini sungguh sangat mengejutkan, terutama bagi pak Rahmat. Jadi nona Naya adalah pembantunya tuan Arland, tapi bagaimana bisa, bagaimana bisa nona Nayanya menjadi pembantunya tuan Arland.


" Sayang. " seru Sandra kala Arland mendekatinya.


Arland mulai merengkuh bahu Sandra, Arland ingin menunjukkan jika Sandra adalah wanitanya.


" Sayang, ayo, perkenalkan dirimu pada pembantuku ini, katakan, kamu ini siapanya aku. " dengan mesra Arland menyuruh Sandra untuk memperkenalkan dirinya.


Mendapati sikap Arland yang begitu manis seperti ini tentulah membuat Sandra menjadi menatap tak percaya. Benarkah ini adalah Arland, bagaimana bisa Arland bersikap manis seperti ini, sikap yang selama ini tak pernah ditunjukkannya.


" Ayo sayang, kenalkan dirimu pada pembantuku. " suruh Arland lagi.


" I-iya sayang. " sahut Sandra.


" Oh iya, kamu pembantunya Arland ya?, sorry aku baru tahu, aku Sandra calon istrinya Arland, jadi mulai sekarang hormatilah aku seperti kamu menghormati Arland juga. " Sandra memperkenalkan dirinya agar pembantu dari kekasihnya ini tahu siapa dirinya.


Naya benar tak mampu bersuara, apa yang disaksikannya seperti sebuah belati yang menusuk sangat tajam hingga dasar hatinya.


Rasanya hatinya begitu sangat sakit bisa mengetahui kenyataan ini, kenyataan jika Arland telah memiliki calon istri. Jadi inilah alasan mengapa dirinya disuruh kembali bekerja, karena Arland ingin menunjukkan wanita barunya.


Naya sungguh tak mampu bersuara, ingin sekali rasanya saat ini dirinya menangis, tapi tak mungkin, tidak, jangan sampai dirinya menunjukkan kesedihannya, itu tak boleh terjadi.


" Nona Naya. " seru pak Rahmat.


Sebagai orang yang pernah menjadikan nona Naya sebagai majikannya membuat pak Rahmat merasa sangat miris. Bagaimana bisa jadi seperti ini, sepertinya tuan Arland sengaja menunjukkan kemesraannya karena ingin membuat nona Nayanya menjadi sakit hati.


" Sebenarnya apa yang terjadi?, tidak mungkin jika nona Naya akan melakukan hal serendah itu. " pak Rahmat hanya bisa mengatakannya di hatinya.


" Kamu dengar itu kan Naya?, dia adalah Sandra, calon istriku, jadi mulai sekarang hormati dia, kamu dengar kan?. " ucap Arland yang sebenarnya hanya ingin menunjukkan kebolehannya.


Naya hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya, kesedihan yang teramat sangat itulah yang membuat Naya tak mampu menyahut. Sebisa mungkin dan sekuat mungkin air matanya tak boleh nampak.


Bersambung..........


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2