
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Naya masih diam bak patung yang tak bernyawa, yang benar saja dirinya harus membuka bajunya di depan pria, itu sangat tak mungkin.
" Ayo Nay, buka bajumu sekarang, jangan buat aku marah Naya. " sentak Arland dengan nadanya yang sudah meninggi.
" Tidak tuan, aku tidak bisa, tidak mungkin aku membuka bajuku di depan pria. " Naya menolaknya, ini salah, dirinya tak bisa jika harus melakukan hal yang tak senonoh seperti perintah Arland.
" Jadi kamu menolak perintahku?, apa kamu lupa dengan surat perjanjian yang kamu sepakati itu kalau kamu akan melakukan apapun perintah yang aku suruh?, kamu mau aku kenakan denda Nay?. " Arland tak main-main dengan peringatannya.
" Di dalam perjanjian itu kamu akan melakukan apapun yang aku suruh tanpa penolakan, dan kamu dari tadi menolak perintahku. " kali ini Arland benar sangat kesal, sudah untung dirinya tak membuka baju Naya secara paksa, tetapi Naya masih tak mengerti juga.
Naya tak bisa bersuara lagi, saat ini dirinya teramat begitu sangat takut. Sebenarnya apa yang ingin Arland lakukan, mengapa dirinya dipaksa untuk membuka pakaiannya, apakah seperti ini pekerjaan yang harus dirinya lakukan bahkan meski karena surat perjanjian itu.
Dan Arland mulai melangkah, Arland melangkah mendekati pintu kamar mandinya dengan melewati Naya, entah apa yang ingin dilakukannya.
Klek...
Ternyata Arland mengunci pintu kamar mandinya.
Deg...
" Tu-tuan, kenapa pintu kamar mandinya ditutup?. " Naya begitu sangat takut, bahkan teramat takut.
" Jangan banyak tanya kamu Naya, aku mau mandi, kamu harus temani aku mandi, buka bajumu sekarang, aku tidak suka kalau mandi tapi berpakaian lengkap. " ujar Arland lalu pria itu kembali melewati Naya.
Arland mendekati bathtubnya yang memang dari tadi sudah terisi dengan air. Dari semenjak bangun tidur Arland masih belum mandi, dan sekaranglah Arland yang ingin mandi.
Arland mulai membuka pakaian atasnya, tanpa merasa ada malu sedikitpun pada Naya, pria yang bertubuh atletis itu meletakkan begitu saja pakaiannya, dan kini terlihat sangat jelas bagaimana indahnya tubuh yang berotot itu. Dadanya yang nampak bidang dengan gestur tubuhnya yang tegap sudah pasti akan membuat kaum hawa jadi terpesona ketika melihatnya.
Naya yang melihat apa yang Arland lakukan membuatnya jadi memalingkan wajahnya. Naya merasa malu jika harus melihat pria yang sudah menjadi mantan suaminya ini bertelanjang dada.
" Ini peringatan terkahir dariku Nay, jika kamu masih belum membuka semua helaian benang yang menutupi tubuhmu itu, maka kamu harus membayar denda padaku sebanyak dua puluh juta. "
__ADS_1
Deg...
Dan usai mengucapkan kalimatnya itu, Arland lanjut dengan membuka pakaian bawahnya. Apa yang Arland lakukan saat ini melebihi sebelumnya, Arland benar membuka semua helaian benang yang menutupi tubuh bagian bawahnya lalu melepaskannya begitu saja.
Dan kini tubuh Arland yang begitu gagah perkasa itu benar-benar dalam keadaan telanjang polos.
" Tu-tuan. " dengan nadanya yang bergetar, Naya dibuat tercengang dengan apa yang dilihatnya.
" Sekarang jangan salahkan aku jika kesabaranku sudah habis Naya... " Arland berteriak.
Arland sudah sangat kesal pada Naya, sudah semenjak dari tadi dirinya yang menyuruh Naya untuk membuka bajunya, tetapi Naya masih tak kunjung melakukannya.
Dalam keadaan tubuhnya yang telanjang polos Arland melangkah cepat menghampiri Naya, bahkan ia sama sekali tak peduli dengan senjatanya yang ada di bawah sana.
" Buka bajumu sekarang. " dan Arland mulai menarik paksa baju yang Naya kenakan.
" Ya ampun tuan, apa yang kamu lakukan tuan?. " Naya berteriak reflek kala Arland tiba-tiba menarik paksa bajunya.
" Bukankah sudah dari tadi aku katakan buka bajumu-buka bajumu tapi kamu tidak melakukannya juga. " bahkan kancing-kancing di baju Naya telah berhamburan.
Namun Arland tak peduli lagi, mau Naya berteriak dan mencoba melawannya sekalipun tak akan membuatnya berhenti melakukan apa diinginkannya.
Arland terus melakukan aksinya, baju Naya telah berhasil dirinya hempaskan, Naya yang hanya seorang wanita tentulah memiliki tenaga yang tak cukup kuat untuk melawan Arland. Tak berhenti di sana, bahkan rok panjang di bawah lutut yang Naya kenakan pun saat ini juga ditarik Arland.
" Ya ampun tuan aku mohon berhenti tuaaan... " Naya berusaha menutupi bagian dada dan juga bagian sensitifnya yang kini sudah tak tertutupi oleh kain.
Arland telah berhasil menelanjangi Naya, hanya karena Naya tak menuruti perintahnya membuat Arland sampai nekat melakukan hal ini.
Kini, sepasang anak manusia yang berada di kamar mandi ini sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Naya yang mengetahui keadaan tubuhnya sudah tak berbusana hanya bisa menunduk dengan berusaha menutupi bagian dada dengan yang ada di bawah sana.
Naya sangat merasa malu, benar-benar sangat merasa malu, mengapa harus seperti ini, apakah seperti ini caranya diperlakukan oleh seorang majikan hanya karena sebuah surat perjanjian, surat perjanjian yang sama sekali tak memberikan keadilan pada bawahannya.
" Kenapa di tutupi seperti itu?, kamu merasa malu?. " seru Arland dengan menelisik wajah Naya yang tertunduk malu.
__ADS_1
" Sudah jangan malu seperti itu, apa lagi sampai harus ditutupi, percuma kamu menutupi ini dan ini, karena aku sudah pernah merasakannya, bahkan sudah lumayan banyak aku merasakannya. " dengan tersenyum saat mengatakannya Arland menunjuk bagian dada Naya dan juga bagian sensitifnya.
Sudah tak bisa digambarkan lagi bagaimana rasa malu Naya saat ini, sepertinya Arland memang sengaja membuatnya merasa malu seperti ini.
" Ayo, temani aku mandi. " seru Arland lalu pria itu mulai menarik tangan Naya.
" Tuan... " Naya sangat tersentak kala Arland menarik tangannya.
Dalam keadaan tubuhnya yang sudah telanjang, Arland membawa Naya menuju ke bathtubnya.
Sepasang anak manusia dalam keadaan tak berbusana itu sepertinya akan melakukan ritual bersama.
Arland mulai masuk ke bathtubnya itu, dan sudah semenjak dari tadi pria itu memang ingin melakukannya.
" Cepatlah masuk juga, aku mau mandi, cepat mandikan tubuhku. " seru Arland lalu pria itu pun benar mulai duduk di bathtubnya.
Naya yang memang sudah awal kehilangan pertahanannya tak bisa berbuat banyak. Tubuhnya sudah berhasil ditelanjangi oleh Arland, dan sekarang mau tak mau dirinya juga harus masuk ke bathtub yang sama untuk menemani Arland mandi.
" Kenapa kamu masih berdiri Nay?, cepat masuk dan segera mandikan tubuhku. " seru Arland.
" Baik tuan. " sahut Naya.
Naya benar mulai memasukkan salah satu kakinya ke bathtub itu sebelum akhirnya ia masukkan semuanya.
Dadanya saat ini sudah berdegup tak karuan, ingin menolak perintah sang majikan lagi-lagi hanya akan mengundang masalah baginya.
Dengan duduk di belakang tubuh Arland, Naya sudah siap untuk melakukan tugasnya, yaitu memandikan tubuh Arland sang majikan.
" Tidak, ini salah, tidak seharusnya ini semua terjadi. "
Naya sangat sadar jika apa yang dilakukannya saat ini adalah hal yang salah, bukan suami dan istri tetapi bertelanjang bahkan sampai mandi bersama bukankah ini adalah perbuatan dosa.
Bersambung..........
❤❤❤❤❤
__ADS_1