Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Merasa Tak Terima


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Brakk... brakk...


Brakk... brakk...


Benda - benda tak bernyawa yang tak bersalah itu telah menjadi sasaran amukannya.


Benar-benar begitu sangat mengenaskan, semuanya jadi pecah berserakan hampir memenuhi sang lantai.


Karena sebuah pengakuan yang tak pernah disangka membuatnya begitu sangat terluka dan marah.


" Kenapa kamu tega Naaay... ?. "


Brakk... bug... bug... bug...


Selain yang terakhir adalah menghempaskan laptopnya, masih ada meja yang dipukulnya.


Arland tak mampu membendung api amarahnya, kemarahannya pada Naya membuatnya begitu sangat kalap seperti orang yang sudah lupa diri.


Mungkin Arland tak akan segila ini jika tak merasa dikhianati.


Setelah mendengar pengakuan Naya jika ia telah memiliki seorang anak, membuat Arland begitu sangat terkejut. Namun keterkejutannya itu membuatnya teringat akan sosok anak laki-laki yang pernah ia lihat saat di dalam mall bersama Naya.


Arland baru menyadari jika sosok anak laki-laki yang sedang dibelikan sebuah sepeda itu adalah putra Naya.


Namun dari apa yang membuatnya begitu sangat marah sebenarnya ada satu hal yang membuat hatinya begitu sangat terluka. Arland merasa jika Naya sudah mengandung anak dari pria lain bahkan semenjak Naya masih berstatus sebagai istrinya.


Bukan tanpa sebab Arland menganggap seperti itu, saat melihat sosok bocah laki-laki itu yang bersama Naya di mall bisa diperkirakan jika anak kecil itu berusia tujuh tahunan, sedangkan dirinya dan Naya sudah berpisah enam tahunan lebih, itu artinya disaat Naya masih berstatus sebagai istrinya sudah ada benih lain di rahim Naya.


Dan itulah yang membuat Arland begitu sangat terluka dan marah. Mungkin pernikahannya dengan Naya hanyalah seumuran jagung, namun cintanya pada Naya begitu sangat besar dan tulus, sehingga ketika mendapati kenyataan jika Naya telah memiliki seorang anak membuat Arland merasa tak terima.


Entah apakah pikiran Arland yang tak baik ini adalah pengaruh dari emosinya atau mungkin karena pikirannya yang memang sudah dangkal, yang pasti Arland tak mampu berpikir jernih.


Dan tiba-tiba serpihan kejadian disaat malam pertamanya bersama Naya malah berseliweran di otaknya.


Iya benar, disaat malam pertamanya bersama Naya, Naya sempat mengeluarkan cairan merah akibat dari hubungan dewasanya, dan dirinya juga sangat kesulitan disaat berusaha menjebol pertahanan Naya. Itu artinya besar kemungkinan jika dirinya adalah orang pertama yang menyentuh Naya.


Dan ketika mengingat hal itu, mendadak emosi Arland pun jadi mereda.


" Haaah... " dan akhirnya barulah Arland bisa menarik napasnya dengan sangat dalam.


Setidaknya setelah dari tadi Arland mengamuk dan membanting apapun yang ada di sekitarnya akhirnya pria itu bisa mereda juga.

__ADS_1


Namun tak lama kemudian Arland pun tersenyum, Arland jadi tersenyum seolah ia seperti kembali menemukan sesuatu.


" hehe... kenapa juga aku harus marah?, seharusnya Naya kembali mendapatkan balasan, iya, itu benar. " dengan tersenyum kecil, Arland tetap ingin membalas Naya.


Rupanya Arland masih tetap pada keinginannya untuk membalas Naya, bukannya lanjut berpikir dan mencari tahu tentang putra dari Naya, Arland malah tetap ingin membalas dendam.


Apapun alasannya dari semenjak awal Arland memperlakukan Naya adalah hal yang salah. Namun Arland bisa menjadi senekad ini karena luka batin yang dialaminya.


Entah apa lagi yang ingin Arland lakukan pada Naya, yang pasti selama Naya masih bekerja di rumah ini, selama itu pulalah Arland akan melakukan apapun untuk membalas Naya.


*****


Kucuran airnya menetes bak hujan kecil yang berjatuhan.


Satu persatu tanaman hijau yang berjejer itu ia sirami dengan cukup.


Dari pekerjaan rumah yang paling Naya sukai adalah menyiram tanaman. Seperti yang dilakukannya saat ini, tanaman bunga yang entah kapan saat ditanam ini telah disiramnya dengan sempurna.


" Di rumah besarnya mas Arland terdapat banyak tanaman bunga, tapi mas Arland kan tidak suka bunga?. " Naya masih memikirkan hal itu.


Naya masih sangat ingat bahwa Arland pernah mengatakan jika ia tak suka dengan tanaman bunga, bahkan tanaman bunga yang banyak tumbuh di halaman dan taman di rumah besarnya itu adalah milik mendiang mamanya.


Mengingat sang mama mertua membuat Naya jadi tersenyum, ternyata dirinya dengan mama mertuanya memiliki kesukaan yang sama, meski sekalipun tak pernah bertemu dengan sang mama mertua, namun Naya merasa sangat bersyukur, sepertinya mama mertuanya tak jauh berbeda darinya.


" Nona. " seru suara seseorang.


" Pak Rahmat. " sahut Naya.


" Biar saya bantu nona, pasti nona Naya kelelahan. " pak Rahmat datang karena ingin menawarkan bantuannya.


" Tidak pak jangan, ini sudah selesai kok, sekarang Naya mau ke dapur dulu. " sahut Naya yang langsung menolak niat baik pak Rahmat.


Dengan sedikit terburu-buru Naya mulai memindahkan alat penyiram khusus itu ke tempat biasanya.


Naya tak ingin berlama-lama bersama pak Rahmat, nanti yang ada pak Rahmat akan menanyakan banyak hal padanya.


Pak Rahmat hanya bisa memperhatikan nonanya, kasihan sekali nona Naya nya, sepertinya nonanya itu bekerja dengan sangat keras.


" Semoga nona Naya masih bisa rujuk dengan tuan Arland. " begitulah yang tanpa sengaja pak Rahmat telah mendoakan kedua majikannya.


Setelah apa yang terjadi, desas desus jika nona Naya telah berselingkuh sudah sangat lama didengar, dan itupun telah tuan Arland akui.


" Rasanya sangat tidak mungkin jika wanita sebaik nona Naya akan melakukan hal itu, sepertinya ini telah terjadi kesalahpahaman. " gumam pak Rahmat karena masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.


*****

__ADS_1


Jarum jam penunjuk waktu hampir mengarah pada angka sembilan.


Dan mereka para penghuni rumah telah melangkah beriringan menuju ke ruangan tamu, kecuali Arland sang tuan besar yang telah duduk di ruang tamu karena ia lah yang menyuruh semua orang untuk berkumpul, termasuk Naya sang ART.


" Akhirnya lengkap juga, ayo duduk semuanya. " seru Arland setelah melihat semua orang di rumah ini telah berkumpul.


Pak Rahmat, Daniel dan juga Sandra mulai duduk di sofa, mereka berempat telah duduk di sofa yang tersedia, kecuali Naya, Naya masih berdiri dengan menggaitkan kedua tangannya di depan, dan itu terlihat sangat sopan.


Naya merasa tak pantas jika harus ikut duduk bersama mereka, itulah mengapa Naya memilih untuk berdiri.


" Duduk. " suruh Arland dengan menatap pada Naya.


Naya jadi mengangguk, Naya tak ingin membantah, lebih baik dirinya juga ikut duduk.


" Sayang ada apa?, kenapa kita semua disuruh kumpul di sini?. " Sandra langsung menanyakannya.


" Agar pergi. " sahut Arland.


" Apa?... pergi?... kamu mengusir kita sayang?. " Sandra sampai menyentak.


" Kecuali Naya. " Arland menatap pada Naya.


" Kenapa sayang?, kenapa kita disuruh pergi?, pokoknya aku tidak mau pergi, aku mau tetap tinggal di sini. " Sandra tak ingin pergi, akan sangat bahaya jika Arland hanya berdua dengan Naya.


" Kalau kamu tidak mau pergi, jangan salahkan aku jika aku akan membatalkan pertunangan kita. "


Deg...


Dengan begitu santainya Arland mengatakannya tanpa memikirkan bagaimana akibatnya.


" Kamu tidak bisa begitu Arland. " dengan berteriak Sandra langsung bangkit dari duduknya.


" Ya sudah, kalau begitu cepatlah pergi dari rumah ini, Daniel dan pak Rahmat pergi juga dari rumah ini, karena kalian suasana rumahku jadi terlalu ramai. " Arland mengatakannya karena sudah bosan dengan banyak orang di rumahnya.


Apa menjadi ramai, yang benar saja, bukankah yang menyuruh datang ke rumah ini adalah tuan Arlandnya.


Daniel dengan pak Rahmat untuk sejenak jadi saling menatap, sepertinya tuan Arlandnya lupa alasan mengapa rumah ini menjadi ramai.


Beda halnya dengan Sandra, kali ini Sandra begitu sangat khawatir, bagaimana mungkin dirinya pergi dari rumah ini meninggalkan Arland hanya berdua dengan mantan istrinya, jika mereka berbuat yang macam-macam bagaimana.


Ini tak bisa dibiarkan, harus ada cara agar Arland tidak berdua dengan Naya, tapi bagaimana caranya.


" Obat perangsang itu, iya, sepertinya obat perangsang yang ada di minuman itu harus segera Arland minum. "


Bersambung...........

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2