Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Aku Bukan Suamimu Lagi


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Diputarnya pengunci krannya agar airnya tak lagi mengalir, dan airnya pun telah berhenti mengalir.


Naya mulai membawa piring-piring yang telah dicuci dengan bersih itu menuju rak piring, karena tak terlalu banyak piring dan wadah bekas yang dicuci membuat kegiatan mencucinya pun jadi cepat.


" Alhamdulillah, akhirnya aku selesai juga mencuci piringnya. " begitulah Naya, yang suka bersyukur ketika ada pekerjaannya yang selesai.


Baru saja selesai mencuci piring, Naya jadi teringat pekerjaannya yang lain, Naya ingat jika masih belum menyiram tanaman milik majikannya.


" Iya, hampir saja aku lupa, aku masih harus menyiram tanaman milik tuan Ar. " gumamnya dan Naya pun mulai berbalik badan.


" Hah... "


Naya langsung terkaget, dalam seketika Naya jadi terkaget kala melihat sosok yang sudah berdiri tegak tak jauh darinya, sosok pria yang bertubuh tinggi dan besar.


Naya mulai memperhatikan wajah pria yang berdiri ini, siapa tahu pria ini adalah majikannya.


Deg...


Seketika itu kedua bola mata Naya jadi terbelalak lebar, Naya sangat terkejut setelah mengetahui sosok yang saat ini sedang berdiri di depannya.


Tidak, ini tidak mungkin, benarkah dengan apa yang dilihatnya, sosok yang saat ini berdiri tak jauh darinya adalah Arland.


" M-mas Arland. " dengan nadanya yang terdengar datar, dua kata itulah yang keluar dari kedua belah bibir Naya.


Ini seperti sebuah mimpi, setelah sekian tahun lamanya tak melihatnya, kini sosok itu sedang berdiri tegak dengan menatapnya.


Rasanya saat ini dada Naya serasa mulai sesak, antara merasa bahagia, sedih, rindu, semuanya seolah menyatu setelah melihat kembali sosok yang selama ini selalu namanya serukan dalam doanya, ini bukan mimpi kan, tidak mungkin ada mimpi yang sejelas ini.


Naya memperhatikan sosok yang sangat ia yakin adalah Arland, sosok yang saat ini berdiri nyata di depannya.


Dan kini kedua bola mata indahnya menjadi berkaca-kaca, jujur Naya benar-benar sangat merindukan suaminya Arland, iya suaminya, bahkan hingga detik ini Naya masih menganggap jika Arland adalah suaminya.


" Mas Arland. " panggil Naya.


Dan kali ini air matanya benar-benar terjatuh meluncur dari kedua bola mata indahnya.


Seperti mendapat sebuah tikaman di dadanya, itulah yang Arland rasakan saat ini. Melihat Naya seperti ini betapa sebenarnya ingin membuat Arland memeluknya.


Arland sangat tak tega melihat air mata wanita yang hingga detik ini masih sangat dirinya cintai, tapi tidak untuk kali ini, kali ini hatinya tak akan melunak.


Apa yang dilakukan oleh Naya sudah sangat fatal, mengkhianati cinta dan pernikahannya karena pria lain adalah kesalahan yang tak bisa termaafkan.

__ADS_1


" Mas Arland, ini benar kamu mas?. "


" Mas... " dan Naya langsung menghampiri Arland.


Grep...


Naya memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat.


" Mas hiks... aku merindukanmu, aku merindukanmu mas Arland hiks... hiks... " Naya menangis dengan tersedu-sedu.


Suara tangisannya benar-benar pecah kala kembali memeluk tubuh suaminya, tubuh seorang pria yang telah lebih dari enam tahun lamanya tak dirinya peluk.


" Mas, kamu ingat aku kan mas hiks... kamu tidak amnesia lagi kan hiks...?. " Naya terus memeluk tubuh tinggi dan besar itu dengan sangat erat, enam tahun lebih lamanya berpisah dengan Arland membuat Naya menjadi lupa dengan apa yang dilakukannya saat ini.


Mengapa Naya bertanya seperti ini, apakah karena ia takut jika selama suaminya amnesia dia ketahuan malah bersenang-senang dengan selingkuhannya.


" Mas aku merindukanmu hiks... jangan lupa lagi sama aku mas hiks... hiks... " Naya sangat takut jika sampai harus berpisah lagi dengan suaminya, jika hingga detik ini suaminya masih tak ingat padanya, maka besar kemungkinan jika dirinya akan kembali berpisah.


Arland seolah tak kuasa, apa lagi ini, mengapa Naya mengatakan seperti itu, seolah jika mantan istrinya ini sangat takut kehilangan suaminya.


Naya yang memilih untuk pergi lalu mengapa ia berbicara seolah takut kehilangan dirinya.


Dengan menangis tersedu-sedu, Naya semakin mengeratkan pelukannya. Naya sangat berharap jika dirinya bisa terus memeluk suaminya seperti ini kapanpun dirinya mau.


Semakin lama hati Arland menjadi tak kuasa, bagaimana dirinya bisa terus kesal jika Naya memeluknya seperti ini. Pelukan ini adalah pelukan ketulusan, dan sangat bisa merasakannya.


" Kamu merindukanku?, aku pun juga merindukanmu Nay. "


Meski terasa berat, Arland mulai mengangkat kedua tangannya, Arland ingin memeluk sosok wanita yang memeluknya juga.


" Disaat kamu sedang kritis dan koma, istrimu itu si Naya malah asik-asik sama selingkuhannya. "


" Kalau kamu masih tidak percaya sama mama Arland, silakan tanyakan pada bi Ijah. "


Dan kali ini hati Arland menjadi kembali tertegun, ucapan capan mama sambungnya itu kembali muncul dalam pikirannya.


" Apa yang kamu lakukan wanita sialan?... lepaskan... " teriak Arland lalu dengan begitu kuatnya menarik tubuh Naya dan mendorongnya dengan sangat keras.


Dug...


" Ah... "


Dengan keras Naya terjatuh hingga siku tangan kanannya menghantam lantai.


" Aduh... " Naya meringis kesakitan karena tak kuat menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


" Kamu, dasar wanita sialan, wanita sepertimu memang tak pantas diberi hati. " dengan kasar Arland memaksa tubuh Naya untuk bangkit.


" Aduh mas sakit, sakit mas. " Naya sangat kesakitan karena Arland menarik tubuhnya hingga meronta.


" Kamu mengatakan sakit?, rasa sakit yang kamu rasakan ini tidak sebanding dengan rasa sakitku Nay. " seolah tanpa ada rasa kasihan, Arland menarik dengan keras tubuh mungil Naya dan membawanya pada dinding tembok.


Dug...


" Ah... "


Tubuh mungil itu terhantam dengan keras, sungguh ini terasa sangat sakit.


Bukannya merasa kasihan, Arland malah menahan tubuh mungil Naya pada dinding dapurnya.


" Sa-sakit mas hiks... " bagi orang yang memiliki hati tentulah merasa tak tega jika melihat keadaan Naya yang seperti ini.


" Sakit?... benarkah?... baguslah kalau kamu merasa sakit, dan apa barusan mas?, dasar wanita tidak tahu diri, aku bukan suamimu lagi jadi jangan pernah memanggilku mas. " dan setelah mengucapkan kalimatnya yang terdengar pedih itu, Arland langsung melepas cengkraman kedua tangannya dari tubuh Naya.


Tubuh mungil Naya itu pun akhirnya merosot dan terjatuh.


Rasanya tubuhnya begitu sakit bertubi-tubi. Naya seperti kehilangan tenaganya, cengkraman, hantaman dan dorongan yang Arland lakukan telah membuat tubuhnya menjadi tak berdaya.


" Sakit ya?, baguslah kalau sakit, ini masih belum seberapa Nay, kamu sudah menghancurkan hatiku, selama kamu masih bekerja di rumah ini, jangan harap hidupmu akan tenang. " ini adalah peringatan Arland, dan Arland akan benar melakukan hal itu.


" Dasar wanita murahan. " dengan tersenyum remeh Arland mengatakannya.


Usai mengatakan semua kalimatnya yang menyakitkan itu, Arland mulai melangkah, Arland melangkah menuju ke luar dapur.


Seolah seperti orang yang tak memiliki hati, itulah yang nampak pada Arland saat ini.


Sebenarnya hingga detik ini Arland masih sangat mencintai Naya, namun cintanya itu telah tertutupi oleh rasa dendamnya, rasa dendam yang apabila tak terbalaskan tak akan membuat hatinya menjadi tenang.


" Hiks... hiks... hiks... "


Tangisannya terdengar begitu sangat memilukan.


Naya tak mengerti dengan apa yang terjadi pada Arland.


Jadi Arland sudah sembuh dari amnesianya, tapi mengapa ia malah menjadi jahat seperti itu.


Bagaimana ini bisa terjadi, jadi Arland memang benar menceraikannya, jadi apakah semua itu benar jika dulu Arland bersedia menikahinya adalah karena rasa kasihan, dan sekarang ketika rasa kasihan itu telah hilang dan dirinya sudah tak menjadi istrinya lagi barulah tabiat aslinya terlihat.


" Hiks... hiks... hiks... " Naya hanya bisa menangis sedih.


Bahkan hingga detik ini Arland masih belum tahu jika ia telah memiliki seorang putra.

__ADS_1


Bersambung...........


❤❤❤❤❤


__ADS_2