Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku

Menjadi Pembantu Ayah Dari Anakku
Ingin Memberi Pelajaran Pada Naya


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Tubuh besarnya terus dipapah oleh dua wanita yang mengincarnya. Mereka bertiga telah menjauh dari tempat yang begitu sangat bising itu.


" Nayaaah... " satu nama itu berulang kali keluar dari kedua belah bibir Arland.


Arland sudah hampir kehabisan tenaga untuk melangkah, namun dua wanita yang berpakaian sangat terbuka ini masih terus menggiringnya untuk melangkah.


" Naya, kamu, mau, bawa aku, ke mana?. " di sela langkahnya Arland merasa seperti tidak dibawa pulang ke arah rumahnya.


" Tenanglah tuan, tuan akan dibawa beristirahat. " sahut wanita itu.


" Tina, pria ini dari tadi menyebut nama Naya, memangnya siapa Naya itu?. " tanya wanita itu yang bernama Yuni.


" Aku juga tidak tahu Yun, mungkin Naya itu nama mantan pacarnya, mungkin pria ini frustasi karena baru saja putus. " sahut Tina.


Ya, dua wanita yang saat ini sedang memapah tubuh Arland itu adalah Yuni dan Tina, saudara sepupu yang pekerjaannya suka mencari uang di clup malam, dan saat ini keduanya mendapatkan mangsa yang mereka inginkan, mereka tak tahu jika pria tampan yang mereka bawa itu adalah seorang bos besar yang memiliki pengaruh yang cukup besar.


Ceklek...


Mereka membuka sebuah kamar yang memang telah keduanya pesan khusus.


" Pelan-pelan, pelan-pelan. " Yuni dan Tina meletakkan tubuh Arland di atas ranjang kasur yang empuk itu.


" Cepat tutup pintunya Yun. " suruh Tina.


Yuni cepat-cepat menutup pintunya, jangan sampai ada wanita lain yang merebut mangsa yang tidak mudah didapat ini.


" Sumpah demi apapun, dia sangat tampan. " Tina sangat kagum dengan ketampanan pria yang telah dibawanya ini.


" Iya, dia sangat tampan, ketampanannya terlihat sangat jelas di tempat yang terang begini. " Yuni pun juga sangat tak menyangka jika pria yang dibawanya sangatlah tampan bak seorang pangeran.


Namun tunggu dulu, pria ini sudah terlalu mabuk, jika sudah seperti ini bagaimana caranya agar bisa bersenang-senang.


" Dia sudah sangat tepar, bagaimana ini Tin?, kalau begini caranya kita tidak bisa bersenang-senang dan mendapatkan uang yang banyak. " Yuni jadi bingung setelah baru menyadarinya.


Benar, mangsa yang bisa mendatangkan uang sedang tak sadarkan diri, jika saja mangsanya ini mengkonsumsi obat perangsang maka sudah pasti tak perlu repot seperti ini.


Tina sedang berpikir bagaimana ya kira-kira agar bisa mendapatkan uang yang banyak meski mangsanya sudah tak berdaya seperti ini.


" Bagaimana ini Tin?, percuma dong kita bawa dia ke sini kalau dianya tidak sadar juga. " Yuni hanya bisa gelisah saja.


" Oke aku tahu, dia sudah sangat mabuk, jadi bisa dipastikan kalau dia tidak akan sadar dengan apa yang terjadi, kita bisa memanfaatkan keadaan ini. " Tina sudah menemukan idenya.


" Caranya?. " tanya Yuni.


" Kita lucuti pakaian pria ini, kita tidur bersamanya, nanti kalau dia sudah sadar ya tinggal kita katakan saja kalau semalam dia ingin dilayani, dan sebagai gantinya dia akan memberi kita uang dalam jumlah yang besar. " terang Tina yang mencoba memberikan ide liciknya.

__ADS_1


" Idemu bagus juga Tin, oke aku setuju. " sahut Yuni.


Tanpa menunggu lanjutannya lagi, Yuni langsung saja mendekati Arland, wanita itu mulai menyentuh kemeja yang Arland kenakan.


" Mau apa kamu Yun?. " tanya Tina.


" Mau buka baju pria ini. " sahut Yuni yang bahkan tanpa membuat kesepakatan dulu dengan Tina.


" Ya ampun Yun jangan ceroboh kamu... "


Brakk...


Pintu kamar itu telah dilabrak dengan sangat keras.


Sontak saja Tina dan Yuni yang berada di dalam kamar jadi sangat terkejut.


" Apa yang kalian lakukan pada tuanku hah?. " teriak Daniel.


" Siapa kamu?. " Tina sangat terkejut karena ada orang lain yang masuk.


" Kalian yang siapa?, beraninya kalian membawa tuanku ke tempat ini?, apa kalian sudah bosan hidup?. "


Deg...


Siapa pria ini, mengapa dari kalimatnya terdengar begitu mengerikan.


" Yun ayo kita lari... " dan Tina malah lari dari kamar ini.


" Tina tunggu... " Yuni pun juga lari mengikuti saudara sepupunya itu.


Mereka berdua pergi lantaran merasa takut dengan kedatangan Daniel.


" Tuan, tuan Arland, apa anda baik-baik saja tuan?. " Daniel ingin menolong tuannya.


Apa yang telah terjadi pada tuannya, tuannya sedang mabuk berat, tetapi siapa dua wanita itu, mungkinkah dua wanita itu adalah para wanita yang dipesan oleh tuannya.


" Ayo tuan kita pulang. " Daniel mencoba menarik tubuh Arland.


" Nayaaah... "


Satu nama itu telah kembali Arland ucapkan.


Daniel yang mendengar seruan tuannya jadi terdiam, ia tak melanjutkan aksinya lantaran terpaku dengan yang diserukan oleh tuannya.


" Naya?, siapa Naya?. " Daniel tak mengenal dengan sosok yang diserukan oleh tuannya.


Mungkinkah tuannya Arland sedang memiliki seorang kekasih, atau mungkin tuannya baru saja putus dari kekasihnya yang bernama Naya.


" Ayo tuan kita pulang, tuan harus beristirahat. " Daniel kembali ingin membantu tuannya.

__ADS_1


Daniel sangat bersyukur karena masih belum terlalu terlambat untuk menyelamatkan tuannya, jika tidak sudah pasti tuannya ini akan menjadi santapan dua wanita liar itu.


*****


Pancaran sinar sang mentari nampak begitu dengan nakalnya menyelinap masuk diantara celah kaca yang tak tertutup.


Sedang asik tidur nyenyak namun tidurnya harus terusik lantaran pancaran dari sinar itulah yang mengenai wajahnya.


Arland menjadi mengerutkan sepasang alisnya lantaran merasa terusik, rasanya seperti ada sinar terang yang menembus sepasang kelopak matanya yang masih terpejam ini.


Hingga akhirnya dengan perlahan Arland benar mulai membuka kelopak matanya.


" Sssh... kenapa kepalaku jadi berat begini?. " dengan memegang kepalanya Arland merasa sangat tak nyaman dengan keadaannya.


Dengan perlahan Arland mulai bangkit dari tidurnya, pantas saja dirinya menjadi terusik, ternyata di luar sana hari sudah pagi.


Deg...


Dalam seketika pikiran Arland jadi tersadar, Arland sadar jika semalam dirinya sedang minum-minum di clup.


" Kenapa aku bisa di sini?. " hilanglah rasa pusing di kepalanya.


Arland jadi bingung, padahal seingatnya semalam dirinya masih berada di clup, dan sekarang sudah berada di rumahnya.


Deg...


Dan kali ini Arland menjadi lebih sangat terkejut setelah melihat keadaannya pada pantulan cermin.


" Apa ini?, siapa yang sudah berani mengganti bajuku?. " kali ini rasa kesal mulai menggelayuti hati Arland.


Siapakah orang yang sudah dengan begitu lancang membuatnya menjadi seperti ini, pasti adalah orang yang sama yang sudah melakukan hal ini.


Deg...


Dan saat ini pikiran Arland hanya teringat akan satu orang, yaitu Naya, iya benar, pasti Naya lah orang yang sudah dengan begitu berani melakukan hal ini padanya.


" Wanita itu, beraninya kamu Nay. " jadi mendidihlah darah Arland dibuatnya.


" Lihat saja kamu wanita sialan. " dengan rasa amarah yang yang begitu menggebu membuat Arland langsung bergegas untuk keluar dari kamarnya.


Arland tak terima karena Naya telah dengan begitu lancangnya melakukan hal yang intim padanya.


Entah apa yang akan dilakukan oleh Arland, yang pasti pria itu ingin memberi pelajaran pada Naya.


Baru saja terbangun dari tidurnya, dirinya sudah dibuat kesal oleh keadaan.


Bersambung...........


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2