
" Aku yakin kamu pasti memiliki perasaan kepada Varo, ya kan?"
" Bu …"
" Kamu adalah anak Ibu, Nuri. Ibu yang sudah mengandung dan membesar kamu, tentu Ibu sangat paham betul apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai. Bahkan termasuk mencintai dan tidak mencintai seorang laki-laki. Yang sekarang ibu mengetahui jika kamu mencintainya, iya kan?"
Tidak ada yang pernah bisa mengalahkan feeling seorang ibu. Jika seorang ibu sudah mengatakan iya maka semuanya akan benar dan jika Ibu sudah berkata tidak maka semuanya tidak akan pernah terjadi. Begitupun dengan feeling, seorang anak yang dia kandung dan dia besarkan tidak mungkin tidak mengenali anaknya luar dan dalam walaupun tidak pernah mengatakan sedikitpun namun seorang ibu bisa dapat menebaknya dengan benar.
Nuri terdiam dia menghela nafasnya dalam kemudian berdiri dari tempat duduknya menuju ke arah meja di mana ada sebuah foto terletak di sana dan foto tersebut adalah dirinya dan juga Varo. Saat itu mereka sedang mengadakan acara, untuk hasil pertunangan palsu mereka terlihat seperti nyata keduanya sengaja mengambil foto dan Nuri meletakkan foto tersebut di kamarnya agar Ara dapat melihat jika pertunangan mereka adalah nyata.. Nuri melihat wajah Varo yang biasa saja tanpa ada senyum sedikitpun di wajahnya, sementara dirinya sangat terlihat begitu bahagia sambil merangkul lengan laki-laki.
" Nuri tidak tahu apakah ini cinta atau bukan, Bu. Tapi Nuri tidak berhak untuk mencintainya karena dia bukan milik Nuri, Bu," ucap Nuri sambil mengusap pelan wajah Varo di foto tersebut.
__ADS_1
" Tetapi saat Nuri bersama dengannya, Nuri begitu sangat senang. Jantung Nuri berdebar, bahkan darah Nuri mengalir deras ketika berada di dekatnya. Dan saat melihatnya sedang bersama dengan Ara, dada Nuri terasa sesak, Nuri merasakan sakit seakan ditusuk jarum yang begitu banyak. Nuri benar-benar tidak suka melihat kedekatan mereka. Apa itu yang dinamakan Nuri mencintainya, Bu? Dan apakah itu yang namanya cemburu saat mereka bersama?"
Nuri menceritakan perasaannya kepada ibunya dia sebenarnya tidak tahu apakah ini cinta atau bukan karena Nuri belum pernah merasakan cinta sebelumnya saat bertemu dengan Varo. Dan bisa di bilang jika Varo lah laki-laki pertama dalam hidupnya. Nuri merasakan debaran saat bersama dengan laki-laki yang berstatus tunangannya itu, dan merasakan sakit yang luar biasa dalam hatinya ketika melihat tunangannya bersama dengan wanita lain yaitu keponakannya. Kala itu Nuri ingin sekali marah dan ingin menangis, namun dia tidak bisa sehingga dia menahan semuanya dalam hatinya seorang diri.
" Bodoh … itu namanya kau mencintainya, Nuri."
" Tapi dia mencintai Ara Bu, dia tidak mencintai Nuri. Lagi pula dalam dekat ini pertunangan kami akan segera berakhir, dan mungkin saja hari ini karena Nuri yakin jika Ara sudah mengetahui semuanya."
******
" Paman tapi bagaimana dengan Bibi? Apa Paman akan mengakhiri tentang pertunangan palsu paman dan juga bibi?" Tanya arah saat ini mereka sudah berada di kediaman arah sebelum masuk ke rumah arah bertanya lebih dulu.
__ADS_1
Paruh tersenyum lalu mengecup tangan istrinya yang tersebut, keduanya masih berada di dalam mobil tepat di parkir halaman rumah kediaman arah.
" Jangan khawatir perjanjian kontrak pertunangan palsu akan segera berakhir karena sekarang kamu sudah mengetahuinya tidak salahnya aku akan mengakhirinya hari ini juga," voucher Faro begitu yakin memang kenyataannya seperti ini status pertentangan itu hanyalah perjanjian semata saja.
Nuri dan Varo sepakat untuk melakukan pertunangan palsu demi perusahaan almarhum Zidan. Jika paruh yang memimpin perusahaan tersebut tentu pasti akan menjadi jauh lebih sukses lagi itulah mengapa tidak mempercayakan Varo untuk menggantikan posisinya sementara sebelum arah dewasa dan bisa mengambil alih perusahaan tersebut.
Karena perusahaan itu atas nama Ara, Faro tidak menginginkan perusahaan tersebut karena perusahaan miliknya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan milik Zidane hanya karena dirinya menyukai arah dan bahkan mereka sudah menikah jadi dia pun hanya sekedar membantu agar supaya perusahaan itu tidak jatuh ke tangan yang salah apalagi saat itu Ara masih begitu muda tentu lawan bisnis mereka akan begitu mudah menjatuhkan perusahaan tersebut.
Dan Nuri tentu saja menyetujuinya karena di perjanjian di atas kertas Hitam putih tersebut jika Nuri akan mendapatkan bagian 30% dari perusahaan itu tentu membuatnya sangat tertarik secara dia adalah wanita karir hingga tanpa berpikir panjang Nuri langsung menyetujuinya dan mau merawat menjaga arah dan bersedia tinggal di kediaman rumah itu Karena bukan hanya mendapatkan seperempat bagian hasil dari kekayaan Zidane, karena dia juga sangat menyayangi keponakannya itu. Dan di sini semuanya mendapatkan keuntungan dari hasil pertentangan palsu tersebut.
" Tapi bagaimana jika Bibi ternyata mencintai paman?" Arah kepikiran ucapan nenek tirinya tadi jika mengatakan bahwa bibinya itu mencintai Varo.
__ADS_1
" Itu tidak mungkin kamu berpikir berlebihan kami sudah sepakat untuk tidak memiliki perasaan satu sama lain saat menjalani pertunangan palsu ini jadi aku yakin jika bibirmu itu tidak akan pernah mencintaiku."