
Selang berapa lama Riko dan juga Ara sudah tiba di kediaman Mama Sally. Dengan gugup Ara menarik nafasnya panjang-panjang kemudian ia hembuskan lagi perlahan baru arah memberanikan diri untuk keluar dari mobil karena melihat Mama Sally sudah berada di depan pintu menyambut kedatangannya dengan senyum lebar saat melihat dirinya.
Baru menggandeng tangan istrinya menggenggamnya erat seakan mengatakan semuanya akan baik-baik saja sehingga membuat Ara menjadi sedikit tenang kemudian dia tersenyum dan mengangguk lalu keduanya melangkah beriringan berjalan menghampiri mama Selly yang sudah menyambut mereka sadari tadi.
" Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba juga, Mama sudah sangat merindukan kamu." Sally langsung memeluk lalu mencium kedua pipi menantunya itu terakhir kali mereka bertemu saat pertemuan bersama bibi nuri dan ini arah kembali bertemu untuk kedua kalinya sebagai menantu sah di keluarga ini.
" Mama apa kabar?" Tanyanya canggung dengan nada sedikit gemetar. Sambil menyalin tangan mertuanya tersebut.
" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat ayo masuk banyak sekali yang ingin Mama ngobrolin sama kamu." Dengan tidak sabaran saling mengajak Ara memasuki rumahnya.
Baru hanya menggeleng saja dirinya sudah bagaikan anak tiri tak dianggap lagi oleh orang tuanya itu.
" Varo gak diajak masuk?" Rajutnya Mbak anak kecil.
" Ck, tanpa disuruh pun kamu bakalan masuk juga kan," sahut Sally. Paruh pun memutar bola matanya malas lalu mengikuti ke mana arah mamanya itu menculik istrinya.
" Maaf ya Mah Ara tidak membawa apa-apa soalnya mas Varo memberitahu Ara mendadak, jadi tidak sempat menyiapkan apapun," ujar Ara dia takut barang bawaannya tidak diterima oleh mertuanya itu.
" Ini saja sudah cukup Mama tidak milih-milih kok, karena mama bertemu sama kamu sudah sangat senang sekali," ucap sale memang yang dirinya harapkan adalah kedatangan menantunya bukan buah tangannya.
Cara tersenyum senang, dia sangat bersyukur karena mertuanya begitu sangat baik sebenarnya dia sangat khawatir mendengar cerita dari sahabat-sahabatnya jika semua mertua itu pasti tidak sebaik seperti bukan dong yang mereka inginkan adalah kedudukan yang sama dan juga menantu ideal namun saat melihat Mama Sally sepertinya beliau bukan tipe mertua yang pilih-pilih menantu dan dia sangat berharap sekali Jika Mama Sally memang begitu baik dan tulus menerima dirinya sebagai bagian dari keluarga ini.
Datanglah Keira dan duduk bergabung bersama dengan arah dan juga mertuanya sementara suami Keira mengobrol dengan Varo di tempat lain. Kira memandang arah tidak terlalu suka karena mertuanya terlihat jelas jika sangat menyukai menantu barunya itu ketimbang dirinya yang sudah lama tinggal di kediaman ini.
" Kakak kaira apa kabar?" Tanya arah basa-basi dia merasakan agak aneh dengan pandangan iparnya itu.
__ADS_1
" Baik," jawabnya singkat dan padat serta datar sekali.
Ara tersenyum dia tidak tahu harus bicara apa lagi, ada tidak pandai mengambil hati orang.
" Oh ya sayang mama bantu Bibi nyiapin makan malam dulu ya, kamu duduk di sini aja sama Keyra." Sally bangkit dari tempat duduknya dia ingin menyiapkan makan malam untuk menantu barunya tersebut.
" Arah bantu ya, Mah." Tidak ingin duduk berduaan saja dengan kakak iparnya yang terlihat tidak menyukainya itu lebih baik menawarkan diri untuk membantu sang mertua menyiapkan angka malam karena Ara lebih nyaman mengobrol dengan mertuanya ketimbang kakak iparnya.
" No, Mama tidak akan mengizinkan kamu melakukan apapun apalagi membuatmu sampai kelelahan, cukup duduk manis di sini saja kemudian jika sudah selesai baru kita makan sama-sama oke." Saling menolak tegas tidak membiarkan arah membantu pekerjaan rumah yang cukup melelahkan dia tidak ingin menantu barunya merasa tertekan.
Ara terpaksa menurut dia menyengir melihat kepergian Ibu mertuanya yang sudah mulai menjauh jaraknya dia bingung duduk berduaan dengan sesama istri dari keluarga ini harus memulai pembicaraan dari mana.
" Anak-anak di mana kak?" Tanya Ara canggung. Keira bukannya menjawab dia justru malah diam memperhatikan Ara hingga membuat wanita itu salah tingkah dibuatnya.
" Tidak menyangka ternyata kamu istri sahnya Varo. Padahal aku sudah sangat menyukai Nuri, sayang sekali," ujarnya dengan senyum remeh begitu sangat terlihat sekali Jika wanita itu tidak menyukai Ara entah apa penyebabnya arah sendiri tidak mengerti.
" Ck, ternyata sainganku adalah bocah ingusan. Akan sangat sulit buatku menyingkirkannya karena sudah pasti menjadi kesayangan wanita tua itu," batin Keyra. Dia merasa Ara menjadi saingan berat untuk merebut kasih sayang mertuanya.
Apalagi melihat cincin yang melingkar di jari manis Ara, sungguh sangat kesal sekali hatinya. Dirinya sudah lama tinggal di kediaman ini malah Ara yang mendapatkan cincin warisan itu bukan dirinya.
" Kakak …"
Ara dan Keyra menoleh saat mendengar teriakkan dari seorang wanita. Ara penasaran siapa wanita itu apalagi datang-datang langsung memeluk erat suaminya. Ara tidak tahu apa-apa mengenai keluarga Varo termasuk wanita muda yang baru saja datang itu.
" Ck, wanita bermuka dua hadir lagi dirumah ini. Sungguh menyebalkan," gumam Keyra tidak suka. Ara mendengar gumaman iparnya tetapi dia tidak berkomentar apapun. Ara kembali menoleh ke arah wanita muda yang memeluk suaminya, matanya menyipit karena Varo juga membalas pelukan dari wanita itu.
__ADS_1
" I miss you so much," ucapnya terdengar senang sekali.
Ara merasakan ada hal yang aneh disini. Kenapa hanya suaminya saja yang di peluk oleh wanita itu. Sementara kakak tertua tidak di hiraukan seakan tak dianggap keberadaannya. Apa sebenarnya hubungan mereka dan siapa wanita itu, pertanyaan terus muncul di kepala Ara.
" Kamu sudah semakin besar sekarang," ucap Varo sambil mengacak rambut gadis itu.
" Iis, aku memang sudah besar kak. Jangan perlakukan aku seperti anak kecil lagi," rajuknya sambil merapikan kembali rambutnya.
" Kamu tetap anak-anak di mata kami," jawab Varo.
" Kalian jahat …" dengan cemberut gadis itu berlari menghampiri Sally yang sedang menyiapkan hidangan di meja makan.
" Mama …" ucapnya sambil memeluk Sally dari belakang.
" Eh, Rosella kamu kapan datangnya, kok gak kasih kabar?" Terkejut melihat gadis bernama Rosella tiba di rumahnya.
" Kejutan …" ucapnya ceria. " Wah banyak banget, apa ini sengaja di siapkan untuk menyambut kedatangan Sella?"
" Bukan, kami justru tidak tahu kalau kamu pulang. Sudah sana cuci tangan dulu, nanti kita makan malam bersama, dan Mama akan kenalkan kamu sama kakak ipar baru kamu, istrinya Varo," ucap Sally yang terus menata hidangan diatas meja.
" What's, kakak Varo sudah menikah?" Kagetnya mendengar Varo sudah menikah.
" Mamah pasti bercanda kan?" Imbuhnya tak percaya.
" Untuk apa Mamah bercanda, pernikahan kakak kamu sudah lima tahun yang lalu tepat kepergian kamu ke Australia saat itu. Memang sengaja dirahasiakan karena alasan tertentu, dan karena sekarang kamu sudah kembali jadi pas sekali untuk memperkenalkan kalian. Mama harap kamu bisa akur ya sama Ara," jelas Sally.
__ADS_1
Rosella atau Sella menggelengkan kepalanya, Ara dapat melihat jika gadis itu tidak suka atas menikah nya Varo. Apa sebenarnya yang terjadi, Ara yakin jika gadis itu adalah adiknya Varo tetapi melihat terkejutnya Sella membuat Ara merasa ada yang salah.