Merebut Tunangan Bibiku

Merebut Tunangan Bibiku
bab 35


__ADS_3

Malam ini sebelum tidur, Ara Varo dan juga mama Feli sedang duduk di ruang keluarga mereka bertiga tengah asyik mengobrol. Varo walaupun banyak diacuhkan oleh sang Mama tetapi dia sangat setia menemani sang istri sambil terus menggenggam tangan arah sementara tangan satunya sibuk mainkan HP tidak ingin meninggalkan arah sedetik. 


" Lihatlah laki-laki di sampingmu ini Ara dia benar-benar tidak mau meninggalkan istrinya seolah Mamah ini ingin menculikmu," ejek memang mama Felly kepada anaknya. 


Ara tertawa saja dia sebenarnya sangat malu dan risih karena Varo selalu saja menempel pada dirinya bahkan menggenggam tangannya erat. 


" Mama kayak tidak tahu pengantin baru saja,"  sahut karo dia bersikap manja kepada Ara bahkan mengandalkan kepalanya di bahu istrinya tersebut.


" Mas, malu ih." Ara sangat risih dia begitu malu pada mertuanya. Apalagi dengan sikap manja suaminya itu.


"Dasar bucin." Felly hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia sangat bahagia akhirnya Varo dan Ara sudah bersatu. 


" Mau sampai kapan Mama mengajak Ara bicara? Kami ingin melakukan hal yang sangat penting," ucapnya. 


" Hal penting apa?" Tanya Ara kebingungan. Dia tidak mengerti sama sekali maksud perkataan Varo yang memberikan kode pada Felly.


" Astaga, kami baru saja mengobrol sebentar. Dan kau sudah tidak sabaran sekali ya." Mama Felly tentu saja paham, cuma dia masih belum puas saja berbicara dengan menantu barunya itu.

__ADS_1


" Mau tambah cucu, nggak?" Kata Varo, dia sudah sangat bosan dengan obrolan para wanita. Mending melakukan hak yang menyenangkan pikirnya.


" Ck, dasar. Akibat kelamaan menganggur jadi begitu deh tidak sabaran," ejek Mama Feli. Forum tertawa saja mendengarnya sementara Ara kebingungan.


" Kalian lagi pada ngomongin apa sih?" Tanyanya menoleh ke arah paruh dan juga mamahnya dengan wajah polos dia tidak mengerti sama sekali kemana pembicaraan dua orang dewasa itu.


Varo dan mama Felly kembali tertawa mereka sangat lucu melihat wajah polos Ara. Dan ternyata di balik tembok seseorang tengah menahan emosinya tangan terkepal begitu kuat, yang menggesekan giginya menahan sesak di dada. 


Persela begitu sangat kesal dia pikir Faro dan juga mama Felly akan mendatanginya di kamar dan membujuknya tetapi nyatanya tidak mereka sama sekali tidak mempedulikan dirinya bahkan seakan tidak menganggapnya ada di rumah ini dan semua itu gara-gara Ara. Dan dia semakin membenci wanita itu.


" Kau sudah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku." 


Namun rosella harus mengatur strategi benar apa yang diucapkan Keira jangan menggunakan emosi tapi gunakanlah akal sehat sehingga rosella harus menahan rasa cemburunya itu kemudian dia menarik nafasnya lalu perlahan melangkah menghampiri mereka bertiga dan memasang ekspresi wajah yang penuh penyesalan.


" Oh Rosella Kamu belum tidur?" Kata Mama Felly melihat anak angkatnya menghampiri mereka dirinya. 


Arah dan Faro mendongak dia melihat gadis yang berjalan pelan dengan wajah penuh penyesalan itu. Rosella berjalan menunduk dengan tangan ke belakang kemudian dia duduk di sofa tepat berhadapan di depan mereka bertiga.

__ADS_1


" Mamah maafin sikap Sella ya, tadi Sheila terlalu kekanak-kanakan," ujarnya dengan nada sedih. 


" Mama senang kamu menyesali perbuatan kamu dan sekarang kamu minta maaf kepada kakak ipar kamu," ucap Mama Felly tanpa curiga sama sekali Jika rosella sedang bersandiwara.


Rosella menetap Ara dengan ekspresi yang sama yaitu menyedihkan dan penuh penyesalan.


" Maafkan Shela ya kak tadi sales bersikap seperti itu karena terlalu kaget mengetahui jika kakak Faro sudah memiliki wanita lain tanpa sepengetahuan Sella. Salah bentar-bentar minta maaf karena sudah bersikap kurang ajar ke kakak," ujarnya dengan nada penyesalan bahkan air matanya keluar dari pelipisnya.


" Secara tidak bermaksud bersikap seperti itu tadi," lanjutnya gadis itu bahkan menangis saat ini sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Ara langsung menghampiri rosella duduk di sampingnya lalu merangkulnya. Ara merasa sangat bersalah karena sudah berburuk sangka kepada rosella.


Mungkin yang dikatakan gadis itu benar jika permasalahannya terkejut saja mendengar dirinya sudah menjadi istri dari kakak kesayangannya itu.


" Tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan. Aku sudah memaafkan kamu kok," ucap Ara sembari tersenyum yang terus merangkul dan mengusap punggung Rosella dengan lembut. 


Rosella tersenyum." Beneran? Jadi kakak gak marah sama aku?" Tanyanya dengan nada senang. Ara mengangguk kepala. 

__ADS_1


" Yeee, terima kasih ya." Kemudian Rosella langsung memeluk Ara. Dia tersenyum penuh kemenangan karena langsung pertama sudah berhasil.


Mama Felly dan Varo hanya tersenyum senang saja melihat mereka yang sudah mau saling menerima. Mungkin bisa menjadi saudara yang akrab pikir mereka tanpa menaruh rasa curiga sama sekali.


__ADS_2