
" Pak, apa Bapak disini sedang mengantar wanita ini?" Nuri menunjukkan foto Ara pada supir taksi yang masih menunggu Ara di pemakaman.
Sang supir melihat foto itu." Betul Neng, apa Neng ini adalah keluarnya?"
" Syukurlah kelau begitu, lega hati saya Pak. Iya saya bibi nya. Dari tadi kami kebingungan mencari nya kemana-mana." Nuri tidak menyamperi Ara, dia malah mengobrol dengan supir taksi. Biarlah Varo yang urus, dia tidak ingin ikut campur.
" Saya sudah menduga, pasti nona muda tadi kabur dari rumah. Makanya saya menunggunya disini. Saya takut dia kenapa-napa, soalnya sangat berbahaya sekali," kisahnya.
" Terima kasih banyak ya Pak, Anda baik sekali. Semoga Bapak dan keluarga selalu diberikan kesehatan ya." Masih bersyukur Ara menaiki taksi yang tepat, supirnya baik sekali. Jaman sekarang sangat sulit menemukan orang baik seperti pak supir ini, malah kebanyakan mengambil kesempatan dalam kesempitan.
" Saya memiliki anak perempuan seusia nya," ungkapnya. Nuri tersenyum.
Sementara itu, Varo melangkah perlahan. Dia melihat istrinya sedang duduk bersandar di atas kuburan ibunya. Dia juga mendengar isak tangisan yang terdengar pilu sekali di hati. Sungguh sangat menyakitkan ia menyaksikan kesedihan istrinya itu.
Varo sangat merasa bersalah sekali, dia merasa gagal menjadi suami yang tak bisa membahagiakan istrinya.
" Ara …" Dia langsung memeluknya erat.
" Maafkan aku, maafkan aku sayang." Dia juga ikutan menangis sambil memeluk erat istrinya.
" Aku bener-bener minta maaf." Kemudian dia berlutut.
Ara menghentikan tangisannya, dia menatap sang suami yang penuh dengan penyesalan itu. Ara menarik nafasnya dalam lalu ia hembuskan melalui hidung kemudian dia mengusap pelan kepala Varo.
" Tidak apa-apa, Mas. Tidak apa." Kemudian dia memeluknya. Memaafkan adalah yang terbaik, ditambah lagi dia sangat mencintai laki-laki ini.
" Maafkan aku, maaf, maaf." Masih sangat merasa bersalah, dia terus meminta maaf.
" Aku sudah memaafkan mu, Mas. Ayo kita pulang," ajaknya.
__ADS_1
" Jangan pernah pergi lagi, aku benar-benar putus asa saat kamu menghilang. Aku mohon jangan pernah pergi lagi," ucapnya dengan tatapan penuh harapan. Varo menempelkan keningnya ke kening Ara.
Ara tersenyum lalu dia memegang kedua pipinya Varo. " Maafkan aku karena sudah membuat mu khawatir, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi." Lalu keduanya berpelukan.
" Aku sangat mencintaimu, Ara." Tak ingin kehilangan, Varo memeluknya sangat erat.
" Aku juga mencintaimu, Mas."
Setelah saling mengungkapkan, kini keduanya kembali ke mobil. Ara tersenyum saat melihat mobil taksi masih disana dan juga supirnya masih setia menunggunya.
" Masih di sana ternyata," kata Ara.
" Em, siapa?" Tanya Varo. Ara menunjuk.
" Pak supir, dia yang sudah mengantarku kesini dan menjaga ku," cerita Ara. Varo manggut-manggut mengerti lalu mereka menghampiri Nuri dan supir taksi yang sedang berbincang itu.
" Ara …" Nuri langsung memeluknya.
" Maaf!" Cicitnya.
" Iis, kamu ini. Ya udah ayo pulang." Ajak Nuri.
" Tunggu sebentar Bi." Ara berjalan mendekati supir taksi itu.
" Terima kasih banyak ya Pak." Ucapannya.
" Iya Non sama-sama, syukurlah keluarga sudah datang menjemput Non disini. Jad saya tidak khawatir lagi."
Ara tersenyum. Lalu dia mendekati suaminya. " Mas, bayar." Setelah itu dia kembali berjalan ke arah mobil.
__ADS_1
Varo hanya geleng-geleng kepalanya saja lalu mengeluarkan dompet dan mengambil uang beberapa lembar di sana.
" Berapa Pak?" Tanyanya.
" 150rb, Tuan." Varo mengangguk lalu dia memberikan uang tersebut dengan menyelipkannya ke kantong baju supir itu.
" Terima kasih banyak karena sudah menjadi orang baik dan menjaga istri saya," ucapnya setelah itu dia meninggal supir taksi itu yang mematung tak percaya karena kantong bajunya penuh dengan uang.
Sesaat kemudian dia bersujud syukur. " Terima kasih banyak, semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan dan keselamatan serta segera diberikan momongan. Amin ya Allah."
Ara dan Varo tersenyum sambil bergandengan tangan. Sementara Nuri menjadi supir mereka. Dia tahu kalau suami istri itu ingin selalu berdekatan jadi biarlah dirinya yang mengalah.
Beberapa bulan kemudian, Ara dinyatakan hamil dua bulan. Dan itu membuat semuanya sangat bahagia. Tak ada lagi yang membuat masalah, Keyra sudah menyadari kesalahannya, sementara Rosella sudah dikirim ke luar negeri oleh mama Felly sebagai hukuman nya. Ara sangat lega mendengarnya.
" Wah perut kamu sudah besar banget ya Nis!" Kata Ara saat mereka ketemuan.
" Iya dong, kan anak kami kembar," sahut Johan menyombongkan diri.
" Sungguh? Wah selamat ya kalau begitu." Ara ikutan senang.
Johan tersenyum remeh pada Varo. " Seharusnya lo berguru sama gue, biar bisa mendapatkan Beby twins," ucapnya sombong. Varo berdecih tidak tertarik sama sekali.
" Untuk apa gue harus berguru sama lo yang cuma menghasilan dua. Sementara milik gue mampu membuat 3 sekaligus."
" Oh 3 …" Johan manggut-manggut. " Apa! Tiga?"
Ya, Ara dinyatakan hamil kembar 3 sekaligus. Tentu semakin menambah kebahagiaan dalam hidup mereka.
*** Tamat ***
__ADS_1
" Terima kasih 🙏"