
Rosella sangat terkejut mendengar pernyataan jika Varo sudah menikah tanpa sepengetahuan dirinya.
" Mama pasti bercanda kan?" Ucapnya tak percaya.
" Untuk apa Mama bercanda, sebentar ya Mama panggilkan Ara dulu." Felly pergi untuk memanggil menantunya karena makan malam sudah siap dan dia juga ingin mengenal menantunya itu pada anaknya yang baru saja datang.
" Ara ayo kita makan malam bersama, Keyra panggil anak-anak ajak mereka makan bersama."
" Iya Mah," jawab Keyra tak bersemangat karena lagi-lagi Ara di nomor satukan oleh mertuanya itu.
Arah tersenyum lalu dia bangkit dari tempat duduknya mengikuti sang mertua menuju meja makan. Cara melihat suami dan kakak iparnya sudah tutup di meja makan karo melambaikan tangannya. Tetapi haram menyerngit saat melihat yang duduk di samping paru adalah gadis yang tadi.
" Rosella kembali ke tempat dudukmu," tegur Felly.
" Tapi ini kan memang tempat duduk Sella, Mamah." Rosella atau Sheila tidak mau karena memang di sanalah dirinya selalu duduk jika saat makan bersama tepat di samping Varo.
__ADS_1
" Tapi itu kan dulu, sekarang kakak kamu sudah menikah dan di sana akan menjadi tempat duduk istrinya kamu silahkan pindah di samping Mamah," ucap Felly tegas.
" Oh ya kenalin ini Ara istrinya kakak kamu Varo. Dan Ara kenalin itu Rosella kamu bisa panggil dia Sella, dia adalah adiknya Rey dan juga Varo." Feli memperkenalkan mereka berdua.
" Hai salam kenal adik ipar," ucap Ara dia agak sedikit canggung melihat ekspresi adik iparnya itu seakan tidak menyukai dirinya …
" Sangat menyebalkan." Sella pindah dari tempat duduknya dengan sangat berat hati dan dia duduk di samping mama Felly dengan raut wajah cemberut.
Sella sama sekali tidak membalas sapaan Ara, bahkan tak peduli sama sekali. Ara merasakan ada yang aneh tetapi dia tidak mau ambil pusing mungkin karena mereka baru bertemu.
" Jangan terlalu diambil hati ya Ara Sheila memang seperti itu dia terlalu dimanja," ucap Rey. Ara mengangguk lalu dia duduk disamping suaminya.
" Aku bisa ambil sendiri, Mas." Ara sangat malu sekali, masa suami yang melayani istri apalagi dihadapan mertua.
" Kamu harus banyak makan sayuran, Ara ini demi kesehatan kandungan kamu." Bahkan Felly memberikan perhatian dengan mengambilkan sayuran hijau untuk Ara. Ara merasa seperti seorang putri saja.
__ADS_1
Tentu membuat Keyra maupun Sella sangat cemburu. Mereka tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh mama Felly. Tetapi menantu baru malah mendapatkan perilaku spesial sekali, sangat menjengkelkan pikir mereka.
" Kak Varo aku mau daging," pinta Sella manja karena daging tersebut dekat dengan Varo dan Ara.
" Kamu mau daging? Biar aku ambilkan ya." Ara mengambil daging tersebut lalu melemparkannya ke piring Sella.
" Apaan sih, gue kan minta tolong sama kakak gue. Bukan lo," teriak Sella tak suka. Ara mematung dibuatnya.
" Rosella, jaga sopan santun kamu!" Bentak mama Felly.
" Mamah bentak Sella cuma untuk bela dia? Sekarang kalian jahat gak ada lagi yang sayang sama Sella. Sella benci kalian semua." Sella menangis lalu pergi meninggalkan meja makan ke kamarnya.
" Rosella …" Mama Felly memijit pelipisnya, dia terlalu memanjakan anak bungsunya itu hingga seperti sekarang ini. Apapun yang dia inginkan pasti akan dia dapatkan sekalinya bilang tidak maka Sella akan ngambek sampai berhari-hari.
Keyra tersenyum kecil, dia suka dengan drama makan malam ini.
__ADS_1
" Itulah, berapa kali Rey katakan untuk tidak terlalu memanjakan dia. Lihatlah sekarang, bukannya lebih baik malah semakin menjadi," imbuh Rey, dia tidak terlalu menyukai anak itu. Ara dapat melihat dengan jelas.
Sebenarnya siapa Sella, jika anak dari keluarga ini laku mengapa Rey tidak menyukainya sementara sikap Sella seakan bukan seperti seorang adik terhadap Varo. Ara bertanya -tanya dalam hatinya. Nanti malam dia akan menanyakan pada suaminya tentang Sella.