
" Bagaimana dengan cctv-nya?" Jika CCTV sudah diamankan maka barang bukti tidak akan pernah ditemukan jadi tidak perlu cemas bukan.
" CCTV?" Semakin bulat saja bola matanya nyaris keluar hantaran terkejut mendengar kata CCTV yang ia lupakan.
" Apa di rumah ini ada CCTV nya." Entah bodoh ataupun lupa gadis itu tidak kepikiran akan CCTV. Dia semakin cemas karena CCTV adalah satu-satunya sebagai bukti bahwa dirinya lah yang sudah menjebak Ara.
" Kau ini bodoh atau apa? Sedari dulu juga CCTV itu sudah ada di rumah ini. Jangan bilang kau tidak memikirkan hal itu?" Tebaknya.
Rosella menjambak rambutnya dengan raut wajah panik. " Aku lupa. Kamu tahu kan aku ini baru pulang dari luar negeri selama 5 tahun mana ingat di rumah ini jika terpasang CCTV."
" Aku harus menghapus CCTV itu." Tidak memiliki cara lain selain menghapusnya.
" Apa kau tahu caranya?" Tanya Keyra.
" Tidak, Tapi temanku tahu aku hanya tinggal kirim file itu kepadanya." Bergegas Rosella pergi menuju ruangan.
" Dan kau tahu cara mengirim filenya?" Keira mengikuti Rosella. Dirinya juga tidak ingin ikut terlibat maka dari itu dia harus memastikan.
" Kau tenang saja, untuk apa aku jauh-jauh kuliah ke Australia kalau tidak mendapatkan ilmu apapun mengenai masalah komputer," jawabnya dengan nada sombong. Keyra berdecih. Di saat seperti ini gadis itu masih saja menyombongkan dirinya.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan khusus CCTV yang berada di lantai 3. Bergegas rosella duduk tepat di depan komputer yang berjumlah banyak. Jari jemarinya mengetik dengan lihai mencari file kejadian kemarin sore.
" Sial … kemana file hari kemarin?" Rosella terus mencari file kemarin dengan fokus.
Namun sudah dia cek berulang-ulang kali tetap saja tidak menemukan tanggal kemarin. Keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya. Dia harus berusaha lebih keras lagi agar bisa menemukan rekaman kemarin sore itu agar segera dihapus sebelum baru menemukannya lebih dulu.
" Aaarrrrggh, kenapa tidak ada!" Rosella memukul keyboard komputer tersebut dengan emosi.
" Kenapa?" Tanya Keira.
" Rekaman tanggal kemarin tidak ada," ucapnya dengan panik. Jantung berdetak kencang tubuhnya mulai gemetar hebat.
" Apa kau meragukan kemampuanku?" Ketus rosella menjawab. " Sebaiknya kau pergi jauh-jauh dari sini, kau bukan membantu tapi malah membuat kepalaku semakin pusing saja," celotehnya.
" Hei siapa yang mengajakku ke sini, hah." Marah Keira tak terima. " Jika bukan karena kau menarikku dengan paksa aku juga tidak sedih ikut denganmu."
Keduanya berdebat tanpa sadar jika perdebatan mereka disaksikan oleh dua orang yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Apa kalian sedang mencari ini?"
__ADS_1
Keduanya yang sedang berdebat itu langsung menoleh ke arah pintu, dan begitu terkejut saat mendapati Mama Feli dan juga Rey ada di sana. Mata mereka langsung melotot lebar serta mulutnya menganga.
" Ma-Mamah …" detak jantung semakin cepat darah mengalir deras seluruh tubuh seakan lemas tanpa tulang, mulut pun terasa kaku sulit untuk berbicara.
" Apa kau sedang mencari ini, sayang?" Kata-kata Mama Felly terdengar sangat mengerikan. Wanita itu melangkah mendekat dan itu semakin membuat tubuh rosella maupun keras semakin membeku.
" Hah, Mamah sudah menduga. Pasti kalian yang merencanakan ini semua. Tapi kenapa?" Tanyanya dengan raut wajah penuh kekecewaan kepada anak angkat dan juga menantunya.
" Keyra tidak tahu menahu Mah. Keyra hanya dihasut olehnya," kata kera terbata dia mencoba membela dirinya agar tidak terlibat.
" Apa-apaan kau. Bahkan semua ini adalah idemu?" Kesal karena semuanya dilempar kepada dirinya.
" Tidak, tapi aku cuma mengatakan bahwa cincin itu dari mama Felly bukan berarti aku menyuruhmu untuk merencanakan semua ini," bantahnya.
" Sudah cukup," teriak-teri kemudian dia menatap tajam istrinya.
" Maafkan Rey Mah karena tidak becus mengajari istri." Sangat kecewa sekali atas kelakuan istrinya.
" Mas …" Keyra berlutut di kaki suaminya. " Aku minta maaf Mas." Dia menangis.
__ADS_1