Merebut Tunangan Bibiku

Merebut Tunangan Bibiku
bab 41


__ADS_3

" Aku memang mengatakan akan menikah denganmu, tapi tidak secepat ini juga kali." 


Nisa sungguh tidak menyangka jika dirinya, tepat hari ini sudah menjadi istri Johan. Setelah mengatakan untuk mau menikah dengan Johan, laki-laki itu langsung ingin bertemu dengan kedua orang tuanya dan mengatakan hanya ingin berkenalan saja. Tetapi laki-laki itu malah justru mengutarakan lamaran pernikahan malam itu juga tanpa persiapan apapun. Sungguh tak dapat dipercaya, Johan sangat berani sekali. 


Dan anehnya lagi kedua orang tuanya itu malah menyetujuinya. Entah apa yang sudah dikatakan oleh Johan sehingga kedua orangtuanya itu malah mengiyakan saja tanpa protes maupun komentar apapun. Seakan terhipnotis oleh ucapannya. Bahkan dirinya saja tidak berkutik sama sekali dan pasrah. Kini dirinya sudah menjadi seorang istri.


Nisa berpikir jika perilaku Johan yang super aneh ini hanya seorang saja tetapi ternyata dugaannya salah saat Johan mengajak dirinya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Johan Nisa lagi-lagi dibuat syok lantaran sikap ibunya tak jauh berbeda dengan Johan memang kata pepatah buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.


" Apa kau benaran manusia asli? Sungguh." Aneh bin ajaib, Nisa bengong saat ibunya Johan mengatakan jika dirinya ini bukan manusia yang asli. Apa dia pikir jika dirinya ini adalah manusia jadi-jadian? Sungguh sangat membangunkan.


" Lihatlah calon menantuku begitu cantik Dia adalah manusia asli." 


Kembali tercengang saat hendak melaksanakan ijab Kabul calon ibu mertuanya itu heboh memperkenalkan dirinya ke seluruh tamu undangan dan mengatakan jika dirinya ini adalah manusia asli.

__ADS_1


Nisa berpikir dengan kata-kata manusia asli agak sedikit misteri. Apa mungkin dulu Johan pernah berpacaran dengan manusia jadi-jadian atau bisa dibilang dengan kuntilanak misalnya sungguh tidak masuk di akal. 


Nisa hanya menepuk jidatnya, entah keberuntungan atau nasib sial dirinya terjebak dari keluarga yang aneh bin ajaib ini.  


" Kan kamu sudah setuju menikah sama aku, lagipula kamu gak ngomong 'kan kapan," sahut Johan seraya tanpa dosa. Dia tersenyum lebar. 


" Ya tapi gak secepat ini juga lah, orang-orang bakalan mikirnya macam-macam," protesnya. Nisa pindah dari tempat duduk jenis berada di sofa dengan kesal dia melangkah sambil menghentakkan kakinya.


" Ya tinggal dijawab aja. Nggak macem-macem kok, cuma satu macam aja. Selesai urusan," sahut Johan dia pun ikut berpindah dan kembali duduk di samping istrinya bahkan menyandarkan kepalanya di bahu Nisya.


Walaupun sebenarnya Johan sangat tampan, bahkan jauh lebih tampan ketimbang Daniel. Hanya saja hatinya masih belum menerima cintanya. Dan dirinya sendiri juga tidak tahu apakah Johan benar-benar mencintai dirinya atau hanya sekedar bertanggung jawab saja karena kejadian waktu itu. 


" Johan aku lapar, apa bisa Kamu ambilkan aku makan?" Perintahnya. 

__ADS_1


" Oke, Kamu tunggu di sini ya jangan ke mana-mana." Dengan cepat Johan langsung menyetujuinya tanpa protes apapun. Nisa benar-benar mau menuruti apa perkataannya. 


Johan bangkit dari duduknya ia berdiri hendak pergi mengambilkan makanan untuk sang istri. Sesaat kemudian dia kembali duduk membuat Nisa kebingungan menatapnya.


" Apa dia berubah pikiran?" Batin Nissa. 


Cup … " Hey …" teriaknya sambil memegang sebelah pipinya yang telah dicuri oleh Johan. 


" Bayar dulu Neng, biar semangat," ucapnya sambil berlari.


" Johan!" Geram Nisa, ingin sekali dia melempar suaminya itu dengan sepatu hak miliknya. Tapi sayangnya sudah menghilang, lari cepat sekali bagaikan kuda. 


" Pantes saja tenaganya kuat, memang dasar kuda." Sesaat kemudian Nisa menutup mulutnya.

__ADS_1


" Astaga apa yang aku katakan." Ucapannya tadi secara tidak sadar membayangkan saat Johan menggagahi dirinya layaknya seekor kuda yang begitu kuat dan perkasa. 


Wajah Nisa langsung memerah membayangkan hal tersebut sebab itulah dirinya mengajukan syarat untuk tidak bersentuhan fisik lantaran masih agak sedikit trauma karena Johan begitu sangat kuat sekali dan itu menyakitkan.


__ADS_2