
" Kejar dia Varo, bujuk dia untuk kembali. Masalah ini biar msma yang menyelidiki." Mama Felly menepuk pundak anaknya dan berbisik.
Mama Feli yakin pasti ada sesuatu yang terjadi, karena kejadian ini sedikit menjanggal terlebih lagi melihat arah yang begitu ngotot mengatakan bahwa rosella meminjam cincin darinya sementara cincin itu berada di kamarnya sendiri. Mama telepon untuk memutuskan akan menyelidiki masalah ini dan siapa yang harus dipercayai, anak angkatnya atau menantu barunya itu.
Varo mengangguk lalu dia bergegas menuju kamarnya mengambil kunci mobil dia tidak berganti pakaian karena tidak memiliki waktu lagi dia takut istrinya sudah pergi menjauh.
" Kakak mau kemana?" Tanya Rosella melihat Varo yang terburu-buru menuruni anak tangga.
Laki-laki itu tidak menjawab dia terus melangkah hingga melewati Rosella begitu saja.
" Kak, kakak mau kemana sih? Apa kakak mau mengejar wanita itu?" Rosella mengejar Varo lalu menarik tangannya.
Varo langsung menatapnya tajam.
" Apa maksud kamu dari wanita?"
Rosella menelan ludahnya takut dirinya salah bicara melihat tatapan tajam bak elang yang kelaparan dari kakaknya itu membuat bulu kuduknya merinding.
__ADS_1
" Emmm, ma-maksud Sella kakak ipar," ucapnya terbata.
" Jangan kau pikir aku tidak akan menyelidiki masalah ini Rosella, jika sampai semua terbukti kau merencanakan semua ini, aku tidak akan tinggal diam. Ingat itu!" Ancam Varo. Kemudian dia bergegas pergi meninggalkan rosella yang mulai ketakutan.
Gadis itu terduduk di lantai, kakinya sangat lemas sekali. Baru kali ini ia merasakan aura sangat menakutkan pada Varo, laki-laki yang ia sukai. Ancamannya sepertinya tidak main-main melihat tatapan serius laki-laki itu. Rosella menggigit kukunya dia benar-benar takut bagaimana jika nanti Varo mengetahui semuanya.
" Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana kalau kakak mengetahuinya?" Kecemasan mulai menghantui dirinya. Dengan panik rosella memikirkan suatu rencana agar kakaknya itu tidak mengetahui hal yang sebenarnya.
" Aku harus menemui Keyra."
Rosella bangkit lalu dia berlari untuk menemui kakak ipar pertamanya karena dirinya tidak bermain sendiri dalam scarneo yang ia perankan ini. Tentu kera harus terlibat jika dirinya ketahuan.
" Apa kau sudah gila? Bagaimana bisa kau mendatangiku." Keyra berbicara pelan, dia takut suaminya aka mendengar.
" Aku butuh bantuanmu, Kak," ucap Rosela.
" Jangan sekarang, suamiku ada di dalam. Bagaimana jika kalau dia mendengar." Keyra mengintip memastikan jika suaminya masih sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
" Tapi aku butuhnya sekarang, kalau begitu ayo kita bicara di kamar ku." Dengan paksa Rosella menarik tangan Keyra menuju ke kamarnya.
" " Kamu ini apa-apaan sih!" keyra menghempaskan tangan Rosella. Dia benar-benar sangat kesal, gadis ini begitu keras kepala sekali.
" Bagaimana ini? Varo sepertinya sudah mencurigai kita," ucapnya cemas.
" Terus apa hubungannya denganku?" Tanya Keyra.
" Kau yang merencanakan semua ini?" Teriak Rosella tidak terima. Jelas sekali jika Keyra ikut terlibat.
" Hey, aku cuma memberitahu tentang cincin itu. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali denganku masalah ini, mengerti!" Enak saja dirinya di bawa-bawa. Semuanya tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya tentang masalah ini.
" Gadis ini sangat licik, aku harus berhati-hati," gumam Keyra. Dia menatap lekat Rosella yang sedang memikirkan sesuatu itu.
" Apa kau meninggalkan jejak?" Tanya Keyra.
" Tidak," jawabnya.
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan CCTV-NYA ?" Jika tidak meninggalkan jejak bukti apapun pantas untuk apa cemas.