Merebut Tunangan Bibiku

Merebut Tunangan Bibiku
bab 39


__ADS_3

" Cincin, cincin yang mana ya?" 


Dengan wajah bingung dan polos gadis itu pura-pura tidak tahu mengenai pasta cincin yang ia pinjam. Arab terkejut dengan yang dikatakan oleh rosella.


" Cincin yang kamu pinjam tadi sore loh!" Cara mengingatkan sambil menunjuk jari manisnya. 


" Tapi aku tidak minjem apapun sama kakak." Dengan kekeh Rosella mengatakan dia tidak meminjam apapun. 


" Sella, kamu jangan berbohong ya. Jelas-jelas tadi sore kamu mengambil sendiri cincin dari tangan aku. Sekarang kembali kan!" Sangat emosi sekali, Ara meminta dengan paksa. 


" Kok kakak nuduh aku? Nyatanya aku gak pinjem cincin kakak kok." Tak mau kalah, rosella ngotot jika dirinya memang tidak meminjam cincin dari Ara. 


Ara menganga tak percaya, seharusnya dia tidak mempercayai gadis ini. Dari awal memang seharusnya memang sudah tahu jika gadis di hadapannya ini begitu sangat licik. Ternyata minta maaf dan berpura baik padanya semua itu sudah direncanakan. 


Ara langsung membuka laci di meja rias milik rosella ya harus menemukan cincinnya itu kembali.

__ADS_1


" Aku tidak percaya kau merencanakan semua ini dengan licik, Rosella. Apa sebenarnya tujuan kamu?" Tanyanya dengan tatapan tajam, setelah mengobrak-abrik isi kamar rosella tetapi tidak dia temukan cincinnya itu berada. 


" Setelah menuduh aku mengambilnya sekarang kakak mengacak-ngacak kamar aku segitu tidak sukanya kakak sama aku kah?" Teriaknya kencang bahkan dia menangis. 


" Berhenti berakting Rosella. Aku tahu kamu sudah merencanakan semua ini. Cepat kembalikan cincinku, setelah itu aku akan pergi dari rumah ini!" Cara berpikir jika rosella tidak menyukainya karena berada di rumah ini. Setelah mendapatkan cincin itu kembali maka dia akan mengangkat kaki dari rumah ini dan kembali ke rumahnya.


" Aku tidak mengambil cincin kakak!" Teriaknya kembali. 


" Ada apa ini?" Mama paling mendengar keributan di kamar rosella ia pun langsung menghampirinya dan terkejut melihat kamar anaknya itu sudah berantakan.


" Mamah." Rosella langsung berlari memeluk mama Felly.


" Cincin?" Mama Felly menatap menantunya.


" Cincin yang Mama kasih ke Ara. Tadi sore saat kami di taman Rosella sempat meminjam cincin Ara sebelum Mama memanggil kami masuk," jelasnya. 

__ADS_1


" Tapi saat Ara menagih cincin itu kembali perusahaan bilang dia tidak meminjam cincin itu. Ara tidak mengerti mengapa Rosella berbohong," lambungnya dengan nada kesal melirik tajam arah Rosella. 


" Apa benar yang dikatakan kakak kamu, Rosella?" Tanya Mama Felly. 


" Apa Mama juga tidak mempercayai Sella? Sella sama sekali tidak meminjam cincin itu," kekeh nya marah. 


" Ada keributan apa ini?" Varo mendengar teriakkan dari kamarnya, kemudian bergegas menuju kamar Rosella yang tak jauh dari kamarnya. 


" Kakak, Sella gak tau kenapa kak Ara begitu sangat membenciku. Apa salah Sella, kenapa kak Ara menuduh Sella mengambil cincinnya. Padahal Sella tidak pernah meminjam cincin itu." Dia kembali menangis. Ara mendengus.


" Kau seharusnya menjadi artis Rosella, pandai berakting!" Ketus Ara. Lalu dia menatap suaminya apakah suaminya itu akan mempercayai dirinya atau adik angkatnya itu.


" Selama aku menjadi menantu di sini, Rosella tidak pernah meminjam barang apapun dariku, apalagi mengambilnya. Mungkin saja kamu lupa Ara, kamu tidak ingat meletakkan di mana cincin itu," imbuh Keyra. 


" Hiks, Aku tidak mengerti kenapa kakak aras begitu sangat membenciku padahal aku sudah meminta maaf padanya," cicit rosella kembali berarti dia berpura-pura sedih makan air matanya yang bisa sampai keluar dari kelopaknya sungguh ia sangat mendalami perannya.

__ADS_1


" Apa? 100% daya ingatku masih sehat tidak pernah melupakan sesuatu yang berharga milikku bahkan jika seseorang meminjam uangku rp100 rupiah pun aku ingat," bantah Ara dengan tegas. 


Varo mendekati istrinya. " Sayang, apa kamu mencari cincin ini?" Varo mengeluarkan cincin dari saku celananya. 


__ADS_2