Merebut Tunangan Bibiku

Merebut Tunangan Bibiku
bab 34


__ADS_3

" Oh iya Ra, nanti kamu menginap disini yah," ucap mama Felly. Tak ada yang mempedulikan Sella yang merajuk pergi ke kamarnya.


" Menginap?"Ara menoleh arah suaminya sekilas lalu dia kembali menatap sang mertua.


" Emmm, Ara tanya bibi Nuri dulu boleh apa nggak," jawabnya ragu. Dia sama sekali belum pernah menginap dimana pun apalagi tanpa izin dari Nuri. 


" Ck, kamu itu sudah menikah. Untuk apa lagi bertanya dengan bibimu. Sudah sepatutnya kamu tinggal bersama suami kamu, bukannya masih bergantung sama bibi kamu," celetus Keyra tanpa rem. Rey bahkan sampai menyenggol siku nya untuk tidak ikut campur.


Ara terdiam, dia memikirkan ucapan Keyra yang ada benarnya. Namun Ara ragu karena masih belum terbiasa berpisah dari bibinya itu. 


" Kita tidak akan menginap malam ini,* sahut Varo, dia mengerti akan keraguan istrinya. 


Keyra tertawa remeh, anak yg masih begitu manja ternyata adalah saingan dirinya. 


" Ternyata kamu tidak terlalu tegaan ya Varo. Apa karena istri mu masih terlalu muda sehingga kau mengikuti kemanapun dia pergi," ucap Keyra, lagi-lagi dia menjadi kompor. 


" Tentu saja karena dia adalah istriku, kemana pun ingin pergi maka aku akan selalu mengikutinya. Bahkan jika sampai ke ujung dunia sekalipun," jawab Varo datar.


" Ck, dasar bucin," gumam Keyra. Dia meletakan sendok garpunya lalu mengelap mulutnya menggunakan tisu. Kemudian Keyra pergi meninggalkan meja makan tanpa harus menunggu anak-anaknya selesai makan. Toh mereka di layani oleh pengasuh mereka sehingga Keyra tidak perlu repot-repot menunggu disana.

__ADS_1


Felly menghela nafasnya kemudian dia menatap Ara yang tertunduk saja. Felly mengusap pucuk kepala Ara lembut.


" Jika kamu tidak ingin menginap disini, tidak apa. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kamu," ucapnya tulus.


Ara merasa tidak enak hati karena mertuanya begitu sangat baik. Mungkin sudah saatnya dia harus mandiri karena dirinya sudah menikah. Toh tidak selamanya dirinya akan terus bergantung dengan Nuri karena bibinya itu suatu saat akan menikah dan pergi meninggalkan rumah bersama suaminya. 


Karena sekarang dirinya yang sudah menikah lebih dulu, Ara pun harus ikhlas meninggalkan rumah yang menjadi satu-satunya kenangan indah bersama kedua orangtuanya dulu. Walaupun sedih dan sedikit tidak rela Ara harus memutuskan untuk mengikuti kemanapun suaminya pergi, karena sebagai seorang istri sudah sepatutnya mengikuti suami.


" Malam ini kita akan menginap disini. Aku tidak apa-apa. Bahkan jika selama seminggu juga tidak masalah, asal kita memberitahu dahulu bibi jika kita tidak akan pulang supaya dia tidak khawatir," ucap Ara yakin. 


" Jangan terlalu memaksakan diri, jika memang tidak ingin menginap tidak apa-apa. Mamah tidak akan keberatan, iya kan Mah," ucap Varo.


" Betul sayang, jangan diambil hati ucapan Keyra. Pintu rumah ini selalu terbuka setiap saat. Jadi kapanpun kamu ingin menginap Mamah akan menerima dengan senang hati." Mama Felly menggenggam tangan menantu barunya.


Mama Felly tersenyum senang." Baiklah, terserah kamu saja. Pokoknya jangan khawatir apapun yang kamu butuhkan pasti akan tersedia disini." 


Ara mengangguk, dia tersenyum lalu kembali melanjutkan makannya yang belum selesai. 


Sementara itu, di dalam kamar Sella. Gadis itu begitu marah sampai -sampai isi kamarnya sangat berantakan akibat dia buang. Sella menatap dirinya di kaca meja riasnya, penampilan saat ini sangat berantakan. Kemudian selama memukul kaca tersebut dengan tatapan begitu sangat tajam.

__ADS_1


" Dasar wanita murahan, beraninya kau merebut Varoku Aku tidak akan membiarkan kau bisa memiliki Varo. Karena Varo hanya milikku." Dengan penuh ambisi sela tidak rela jika seseorang memiliki kakaknya tersebut. 


Rosella adalah anak angkat dari keluarga ini sejak 10 tahun yang lalu. Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan karena kesalahan ayahnya Varo hingga membuat mereka meninggal di tempat. Kemudian Feli begitu sangat kasihan dengan rosella saat itu masih berusia 10 tahun menangis seorang diri di pojok rumah sakit hanya dialah yang korban selamat dari kecelakaan tragis tersebut. 


Feli pun memutuskan untuk mengadopsi rosella karena tak ada lagi keluarga yang mau merawatnya. Dan setelah di mengurus semua surat-surat hingga rosella resmi menjadi anak angkatnya kemudian Feli memberikan apapun yang diinginkan oleh Rasul dari sekolah mahal baju-baju mahal makan makanan enak mainan apapun yang diinginkan nggak gadis kecil itu selalu dituruti oleh Feli dan memanjakannya.


Rosella pun begitu sangat dekat dengan Varo karena anak seumuran itu sudah mengenal cinta, ya Rosella jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Varo saat itu Faro tengah memainkan alat musik piano di taman belakang, lalu Rosella menatapnya penuh kagum dan sangat menginginkan laki-laki itu untuk menjadi suaminya. Hingga sampai sekarang obsesi itu masih menyelimuti dirinya padahal sudah sangat jelas mereka sudah resmi menjadi keluarga, karena tidak ada larangan dan juga tidak ada ikatan darah, Rosella tidak peduli yang penting Varo bisa menjadi miliknya. Apapun caranya, obsesi menginginkan laki-laki itu adalah mayoritas utamanya, Rosella bahkan sengaja bersikap manja seakan gadis polos yang tidak mengerti apa-apa agar bisa dekat dengan Varo.


" Wow, tidak terjadi gempa bumi tapi kenapa semua barang mau berantakan?" Ucap kaira tiba-tiba, wanita itu tersenyum dengan tangan melipat di dada berdiri di ambang pintu.


" Apa maumu?" Rosella tidak menyukai Keyra, dia tahu jika wanita itu begitu licik dan mereka pun juga tidak saling menyukai namun mereka tidak pernah saling mengganggu karena arah tujuan mereka berbeda.


" Tidak ada, hanya ingin melihat keadaan adik ipar ku saja." Keira melangkah masuk kemudian dia duduk di sofa kamar rosella sambil tersenyum miring.


" Malam ini sepertinya mereka tinggal di sini kau tahu Mama begitu sangat menyayangi menantu barunya itu bahkan cincin ahli waris keluarga ini berada di jari manis Ara. Beruntung sekali dia, sudah mendapatkan cinta dari Varo lalu mendapatkan cinta dari mama, kemudian akan mendapatkan seluruh harta kekayaan keluarga ini. Apa kau yakin akan membiarkannya?" Keyra memprovokasi.


" Aku tidak akan membiarkannya memiliki apa yang seharusnya aku miliki. Varo, Mamah. Bahkan seluruh kekayaan ini hanya milikku." Dengan tangan terkepal rosella memukul meja riasnya.


" Jangan terburu-buru rosella sayang kau akan menjadi tersangka jika arah sampai kenapa apa. Jangan gunakan emosi tapi gunakan otak." Bisik Keira kini wanita itu sudah berada di belakang Rosella. 

__ADS_1


Keira sengaja menghasut rosella untuk menyingkirkan Ara, karena bagi dirinya setelah Ara pergi harta kekayaan itu tidak mungkin jatuh ke tangan anak pungut yang tidak tahu diri ini. Jadi biarlah mereka yang berperang sementara dirinya hanya menonton saja sambil menikah menikmati popcorn, dan baru akan bergerak jika rencananya sudah berhasil.


" Kau benar, aku akan berpura-pura manis untuk menyingkirkannya, tidak menyangka ternyata kau berguna juga di rumah ini. Tapi ingat, kau tetaplah musuhku." Sangat waspada sekali dengan Keira dia tahu jika wanita itu begitu sangat licik sehingga bukan lawan yang mudah jika bersaing dengannya namun dia tidak tahu sebenarnya apa tujuan Keira.


__ADS_2