
Malam itu aku tidak bisa tidur, selesai makan malam, aku duduk diteras rumah menunggu mas Faisal pulang kerja karena katanya dia pulang sekitar pukul delapan malam. Tapi ini sudah jam sembilan malam. Tiba tiba ada sebuah notifikasi masuk ke ponsel ku.
[ sayang mas munkin terlambat pulang karena ada kerjaan tambahan dikantor harus diselesaikan malam ini juga ]
[ ya mas, jangan lupa makan malam ya mas ]
Balas ku
[ ya sayang kamu tidur duluan saja gak usah tunggu mas pulang ]
[ baik mas ]
Hahh..kuhembuskan nafas dengan kasar. Tumben mas Faisal lembur sampai larut pikir ku merasa aneh. Aku masuk kedalam rumah dan duduk diruang keluarga, ku nyalakan televisi mengusir rasa bosan ku. Sambil menonton aku berselancarr didunia maya melihat story teman teman ku. Bosan membuka sosial media aku melihat story di whatshap ku. Tanpa sengaja aku melihat stori ipar ku yang mengunggah foto keramian dirumah mereka. Tapi ada yang merasa aneh kulihat foto itu, mirip seperti punggung suami ku yang menggunakan kemeja kerjanya pagi tadi. Kulihat status iparku satu jam yang lalu.
Aku merasa heran kenapa ada foto mas Faisal dirumah ibu nya sedangkan dia katanya sedang lembur. Tanpa pikir panjang aku mengambil kunci motor dan melaju di jalan raya menuju rumah ibu mertua ku. Tiga puluh menit aku tiba di sana, aku melihat dari kejauhan ada wanita muda yang duduk didekat suami ku, entah siapa aku pun tak tahu. Mereka sangat senang tertawa bersama begitu juga ipar dan mertua ku. Kelihatan sangat menyukai wanita itu.
Ku parkir motor ku di bawah pohon besar dekat rumah tetangga. Aku berjalan mendekati bapak bapak yang yang baru keluar dari rumah mertua ku, beruntung saat itu aku menggunakan hijab dan masker jadi tidak ada yang mengeni ku.
"maaf pak, mau nanya" kata ku mencegat bapak itu.
"ya neng mau nanya apa?
"saya lihat bapak keluar dari rumah itu, ada apa ya kenapa rumah itu ramai sekali apa ada yang sakit?
"oh tidak ada yang sakit neng, saya baru nyetor uang kepada pak Susanto, dan kebetulan mereka sedang kedatangan tamu.
Jawab bapak itu.
"oh saya kira ada yang sakit pak, kalau boleh tahu siapa tamu mereka malam malam begini pak?
"saya juga kurang tahu neng, tapi yang saya dengar tadi buk Murni menyebut wanita muda itu calon mantu barunya, kata nya mau dijodohkan sama anak nya Faisal. Aneh kan neng setau saya Faisal sudah nikah" kata bapak itu berkata dengan jujur.
__ADS_1
"Begitu ya pak, apa Faisal nya ada disana juga pak?
"ada neng, dia duduk didekat wanita itu neng" jawab bapak tersebut menunjuk kearah mereka.
"terima kasih ya pak"
"ya neng, saya pwegi dulu ya"
Aku hanya mengangguk menjawab bapak itu. Betapa lemasnya lutut ku tak sanggup lagi berpijak. Sungguh tega mertua ku mencarikan madu buat ku. Aku kembali kemotor ku yang terparkir dibawah pohon. Ku jalan kan motor ku menuju rumah, sungguh hati ku sangat sakit, kenapa mas Faisal tidak jujur pada ku kalau dia mau bertemu dengan wanita pilihan ibu nya.
Tepat pukul sebelas malam aku pun sampai dirumah ku. Aku langsung mengunci pintu dan masuk kedalam kamar. Aku terisak mengingat perkataan ibu mertua ku siang tadi. "apa aku sehina itu sehingga ibu mertua ku mau mencarikan madu buat ku mencari kan istri muda buat suami ku? Apa aku salah jika saat ini aku belum bisa mengandung? Apa kodrat wanita itu harus bisa melahirkan baru dianggap sebagai menantu dikeluarga suaminya? Sungguh pertanyaan demi pertanyaan tidak bisa kujawab".
Perlahan aku memejam kan mata tapi sampai larut aku tidak juga tertidur. Kudengar suara langkah kaki suami ku pulang dan membuka pintu kamar. Aku berpura pura tidur ku hapus sisa air mata yang ada dipipi ku, aku ingin melihat bagai mana reaksi suami ku, apakah dia mau jujur dengan ku atau tidak. Mas Faisal masuk kedalam kamar mandi, tak berselang lama dia keluar menggunakan piama tidur. Di kecupnya kening ku lalu dia berbaring disamping ku.
*****
Pagi itu seperti biasa aku mengambil pakaian kotor didalam keranjang berniat ingin mencucinya. Suami ku keluar dari kamar mandi kulihat wajah tampan nya begitu segar.
"pulang jam setengah satu sayang, maaf ya membuat kamu menunggu"
Aku hanya tersenyum kecut menanggapinya. Ku tunggu dia berbicara jujur, tapi sepertinya dia tidak akan bicara.
"kok tumben mas sampai larut malam pulang nya? Biasanya juga paling lama jam sepuluh" kata ku memancing dia agar mau bicara yang sebenarnya.
"ya sayang ada kerjaan mendadak harus diselesaikan malam itu juga" jawab mas Faisal yang menyarungkan kemejanya.
"oh gitu ya mas, kirain mas pergi kemana mana? Kata ku dengan mengerucutkan bibir ku.
"sayang kamu curiga sama mas?
"mau nya sih gak curiga mas, tapi ini apa? Kata ku menyodorkan kemeja biru muda nya yang berbekas lipstik wanita.
__ADS_1
Mas Faisal nampak gelagapan menanggapi omongan ku. "sayang itu..itu tadi malam tak sengaja karyawan mas berjalan dibelakang mas saat keluar kantor mau makan. Dan saat mas berhenti dia tidak menyadarinya dan membentur mas dari belakang. Munkin lipstik nya nempel dikemeja mas" jawab mas Faisal dengan lancar berbohong.
Aku menganggukan kepala tanda paham. "kamu sudah mulai berani berbohong mas, mana ada ditabrak dari belakang lipstik nempel di lengan. Alasan kamu gak masuk akal" batin ku menatap kemeja itu dan berlalu menuju dapur.
Mas Faisal menyusul aku kedapur, dan kami serapan bersama. Aku masih saja memasang wajah cemberut ku.
"sayang udah dong gak usah cemberut gitu nanti cantik nya hilang"
"gak usah gombal deh mas" ku jawab dengan nada judes.
"sayang mas minta maaf ya kalau mas sudah membuat kamu kesal, mas gak ada maksud apa-apa dan mas juga gak akan maxam-macam diluaran sana, janji deh" kata mas Faisal memggenggam tangan ku.
"mas sangat mencintai mu jadi kamu gak usah takut dan cemburu gitu.
"ya mas, aku percaya kok sama kamu"
"sayang siang ini kamu gak usab ngantar makan siang untuk mas ya"
"kenapa mas?
"siang ini mas mau ketemu klien diluar sepertinya direstoran"
"oh, baik lah mas" aku pun percata begitu saja. Aku dan mas Faisal pun melanjutkan serapan kami.
"ini sayang gaji bulan ini, kamu belanja sendiri saja dulu ya, mas gak bisa menemani kamu.
"ya mas" ku jawab dengan senyuman lalu kulihat uang yang didalam amplop itu. Nominalnya masih sama. Uang bulanan yang diberikan mas Faisal cukup untuk kebutuhan kami sehari-hari, sisanya ku tabung buat jaga-jaga bila diperlukan kedepan nya nanti tanpa sepengetahuan suami ku.
Siang itu aku pergi belanja kekota untuk mengisi kebutuhan dapur. Selesai belanja, aku singgah ke kafe sekedar melepas dahaga. Dari kejauhan tempat aku duduk ku lihat postur tubuh seseorang yang sangat familiar duduk sendirian seperti menunggu seseorang. Aku bergegas memasang kaca mata ku dan menggunakan masker ku. Tak berapa lama datang seorang wanita berpakaian seksi sangat menggoda iman lelaki.
Kulihat wanita itu menghampiri meja pria itu dan mereka cipika cipiki. Aku tidak dapat mendengar apa yanga dikatakan mereka. Jadi aku berniat pindah tempat duduk.
__ADS_1
Bersambung