
Faisal segera membawa ibu dan istri nya keluar dari tempat makan itu. Dengan wajah kesal dan dongkol buk Murni terus saja mengomel.
"heran deh dari mana si Fitri bisa dapat duit sehingga dia bisa makan di tempat mahal?
Lihat penampilan nya juga sedikit berubah. Tapi kampungan tetap saja kampungan" kata buk Murni yang terus mengomel. Rita yang mendengar nya merasa terhibur.
"sudah lah buk, munkin mereka lagi ada rezeki" kata Faisal menasehati ibu nya.
"jangan-jangan kamu ngasi uang ke Fitri ya Sal? Kata ibu Murni membuat Faisal terkejut.
"tidak buk, aku saja baru ini melihat dia, setelah dia pergi dari rumah"
"huh, bagai mana pun, ibu tidak suka melihat nya, lihat bagai mana cara dia menyombong kan diri nya. Seolah olah dia itu wanita yang sempurna. Mnantu ibu lebih cantik dan modes dari pada wanita kampungan itu" kata buk Murni membanggakan menantu baru nya itu.
Sebulan setelah kejadian disaung tersebut, kini aku sudah membuka toko kue kecil-kecilan. Aku mempekerjakan ibu ibu tetangga ku untuk membuat kue seperti kue basah beraneka macam rasa, roti dan cake. Sedangkan Maya adik ku kerja di bagian kasir. Aku menyewa ruko yang tempat nya sangat strategis di pinggir jalan. Hari pertama buka, kami sudah kedatangan pengunjung yang sangat ramai. Karena toko kue ku juga menyedia kan tempat jika ingin makan dan minum ditempat.
Aku sangat bersyukur keluarga ku mendukung pekerjaan ku. Maya selalu aktif promosi di media sosial, bahkan teman kampus nya juga datang hanya sekedar icip icip.
"Permisi buk, ada yang bisa saya bantu? Kata ku ketika melihat seorang wanita paruh baya memasuki toko kue ku"
"mbak, bisa pesan tiga ratus kotak untuk besok siang" kata si ibu.
"bisa buk, mau pesan yang mana?
"apa ada contoh nya mbak? Tanya si ibu.
"oh ada buk, mari silah kan duduk, saya ambil kan dulu" Ucap ku kepada ibu itu.
Aku pun pergi ke bagian belakang untuk mengambil beberapa contoh kue.
"maaf buk, menunggu lama, ini contoh lue nya buk, kata ku"
"terima kasih mbak, apa ini boleh di makan?
"boleh buk, silah kan.
Ibu itu memakan kue yang aku suguh kan, terlihat dia menikmati sambil mengangguk kan kepala nya.
"mbak, semua kue nya terasa enak, saya jadi bingung mau pilib yang mana"
__ADS_1
"hehe..ibu bisa saja" jawab ku
"ya mbak benar, kue buatan mbak sangat enak. Rasa manis nya asli gula dan tidak nyangkut dileher.
"kita selalu memakai bahan yang bagus buk, dan kita juga menggunakan gula asli bukan pemanis buatan"
Setelah lama berbincang, akhir nya wanita paruh baya itu pun memutuskan untuk memilih beberapa macam kue, dan membayar depe nya.
Hari itu toko kue ku mendapat banyak pesanan kue, dan cake. Semakin hari toko ku semakin ramai. Banyak pengunjung yang mampir untuk membeli kue, roti dan cake buatan ku. Dan aku juga membuat bolu mini untuk menarik perhatian pengunjung.
*****
"mas, lihat deh apa aku sudah cantik? Kata Rita yang saat ini sedang berdiri didepan suami nya itu.
"kamu sangat cantik Rit" jawab Faisal.
"tentu dong, aku kan bukan wanita kampungan seperti mantan istri mu itu mas"
"ya, kamu lebih dari dia dalam segala hal, ayo kita pergi sebentar lagi acara nya selesai"
"ya mas, ayo"
Fitri yang hendak keluar melihat mantan suami nya datang dengan istri baru nya. Fitri langsung menghindar dan bersembunyi di dekat tembok yang ada diruangan itu.
"itu mas Faisal dan istri nya, apa mereka salah satu tamu undangan, aku harus bersembunyi agar mereka tidak melihat ku. Aku tidak ingin merusak suasana pesta ini. Aku harus bersembunyi di balik tembok itu" ujar ku dan aku pun berlari menuju tembok tersebut.
"syukur lah mereka tidak melihat ku" kata ku mengelus dada dan bergegas keluar ruangan. Aku menuju parkiran dan dengan segera memacu gas sepeda motor ku.
Aku memutus kan untuk mampir kesebuah mini market untuk membeli kebutuhanbtoko kue ku. Aku memilih milih bahan pokok untuk pembuatan kue, saat aku sedang asik dengan kegiatan ku tiba tiba seseorang menegur ku dengan sangat pedas.
"wah, mantan menantu yang tidak sempurna sedang apa disini? Kata mantan ibu mertua ku"
"eh..ibu, aku sedang belanja buk" jawab ku
"dapat uang dari mana untuk belanja sebanyak ini, apa kamu simpanan om om beristri?
"maaf buk, aku bukan wanita seperti itu, aku bekerja dan menghasilkan uang.
"ya bekerja jadi simpanan pria hidung belang kan. Mana ada yang mau memperkerjakan wanita seperti mu yang tidak memiliki pengalaman.
__ADS_1
"terserah apa kata ibu, yang pasti aku bukan wanita seperti itu"
"alah...bilang saja kamu malu mengakui nya.
"maaf buk, aku harus pergi" kata ku, tapi tiba-tiba mata ku melihat seseorang yang sedang belanja di mini market yang sama dengan ku.
"hei..mau kemana kamu? Apa kamu malu mengakui kalau kamubsekarang menjadi simpanan pria beristri" kata buk Murni yang tidak mau mengalah.
Aku berbalik dan melihat mantan mertua ku itu.
"apa kah mantan ibu mertua yang terhormat pernah melihat ku jalan dengan suami orang? Kalau bicara itu pikir dulu buk, gak usah membuka aib sendiri. Pada hal yang ibu maksud itu adalah anak ibu sendiri.
"apa maksud mu bicara seperti itu? Keluarga saya tidak ada yang seperti itu" kata buk Murni dengan emosi.
"oh ya, semoga saja tidak. Tapi sayang nya saya melihat sendiri kalau anak gadis kesayangan keluarga anda sedang bermesraan dengan seorang laki laki, kalau saya lihat itu pasti suami orang" kata ku telak
"hati-hati ya kalau kamu bicara, bisa saya adukan kamu kepolisi"
"silah kan buk, saya juga bisa mengadukan ibu kepolisi atas tuduhan fitnah. Tapi apa yang saya kata kan tadi fakta, itu bukti nya" kata ku menunjuk ke arah wanita yang sedang bergandengan tangan dwngan om om.
Buk Murni langsung berbalik, mata nya melotot sempurna seperti ingin keluar, melihat Kemala yang sedang bergandengan tangan dengan suami orang.
"Mala" kata mantan mertua ku itu menghampiri anak nya. Dan aku pun melanjutkan kegiatan ku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi kemudian, karena jarak ku dengan mereka cukup jauh. Karwna mini market itu sangat luas. Aku sudah selesai berbelanja, dan aku menuju kasir ingin membayar, tapi mata ku tertuju pada satu titik dimana ada keributan yang sedang terjadi. Aku melanjutkan langkah ku menuju kasir. Setelah selesai, aku menuju kerumunan itu.
"dasar wanita pelakor, apa kamu tidak bisa mencari laki laki lain selain suami saya" kata seorang wanita paruh baya.
"hei..enak saja kamu mengatai anak saya pelakor, suami kamu tuh jaga jangan mata nya jelalatan melihat gadis bening" kata mantan mertua ku membela anak nya.
Plaak..
Wanita itu menampar mantan ibu mertua ku.
"saya tidak terima kamu tampar, saya akan membawa kasus ini kejalur hukum"
"silah kan, saya juga akan melaporkan anak anda yang sudah merusak rumah tangga saya. Saya tidak takut, karena saya sudah memiliki banyak bukti, silah kan jika anda juga mau melapor kepolisi" ancam wanita itu.
Aku memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, sungguh aku muak dengan mereka yang selalu menganggap diri nya benar.
__ADS_1
Bersambung