Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Tatapan berdebar


__ADS_3

Faisal dan istri nya meninggalkan halaman toko kue Fitri. Di dalam mobil Faisal masih saja terdiam mengingat wajah Fitri yang terlihat semakin cantik dan terawat.


"Aku tidak menyangka ternyata Fitri bisa juga sukses hanya dengan berjualan kue. Memang aku akui kue buatan nya sanagt enak, bahkan dulu keluarga ku sangat memuji kepintaran Fitri falam hal memasak. Hanya saja dia tidak bisa memberi ku keturunan. Andai saja dia bisa mengandung munkin saat ini aku masih bersama nya menikmati indah nya kehidupan ini. Kenapa aku jadi merindukan masakan nya. Melihat wajah nya yang berseri aku jadi membayang kan saat-saat bersama nya. Ah..ini tidak benar, aku bisa gila jika terus begini" kata hati Faisal sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.


Rita yang melihat suami nya diam dan melamun merasa heran.


"mas, kamu kenapa melamun? Apa kamu memikir kan wanita mandul itu" kata Rita.


Faisal masih saja diam, tidak menanggapi ucapan Rita. Rita yang tak dihirau kan merasa kesal dengan suami nya.


"mas..mas Faisal" kata Rita dengan keras.


"ada apa sih, kenapa kamu teriak begitu, telinga ku jadi sakit mendengar nya" kata Faisal kesal dengan ulah istri nya.


"kamu tuh mas, di panggil dari tadi tapi diam saja, mikirin apa, mikirin Fitri ya?


"tidak, aku tidak memikirkan siapa pun" jawab Faisal mengelak.


"terus kenapa tadi kamu diam saja saat ditoko itu tidak membela ku. Aku perhatiin kamu juga terus memandangi wajah Fitri, apa kamu ingin kembali pada mantan istri mu itu?" cecar Rita.


"tidak, aku hanya tidak mau membuat keributan disana, karena kamu juga salah sudah membuat onar ditoko nya"


"oo..jadi maksud mu aku yang salah ya mas"


"ia lah, coba tadi kamu mau membayar belanjaan mu tanpa berdebat, pasti aku tidak akan malu di hadapan Fitri"


"dasar kamu nya saja yang terpesona melihat penampilan mantan istri mu itu. Awas saja jika kamu berpaling dari ku. Kamu dan keluarga mu tidak akan bisa melihat anak ini saat lahir" kata Rita.


"kamu tenang saja, aku tidak akan berpaling pada yang lain, karena kamu wanita yang bisa memberikan aku keturunan"


"bagis lah, jika kamu masih berpikir dengan jernih" jawab Rita.


*****


Sedang kan Fitri kembali melanjutkan kerjaan nya membuat kue kotak.


"mbak Fitri, ini sudah selesai semua nya, gimana cara mbak Fitri mengantar kan nya" tanya karyawan Fitri.


"seperti biasa, saya akan menyewa grab "jawab Fitri tersenyum".


"apa sata boleh ikut mbak? Sata mau lihat sebesar apa kantor nya"


"boleh, kamu tolong ikat kotak nya ya, saya mau siap-siap dulu ngambil bon nya"


"baik mbak" jawab karyawan Fitri.


Fitri pun menyewa grab yang bisa mengantar nya ke tempat gedung perkantoran itu.


"ayo mbak kita let's go" kata karyawan Fitri yang bernama Yayuk.


"kamu senang banget Yuk" kata Fitri lalu duduk di kursi belakang bersama Yayuk.


"seneng lah mbak, jarang-jarang bisa lihat kantor yang gede"

__ADS_1


"kamu bisa saja, disana itu karyawan nya sangat banyak, juga kantor nya sangat besar. Ruangan nya saja banyak, saya saja sempat bingung jika tidak di tuntun satpam saat keluar dari sana" kata Fitri.


"apa bos nya juga ganteng ya mbak"


Fitri sempat terdiam, dia teringat dengan Aldo yang pernah ditabrak nya saat pertama kali ke gedung itu.


"mbak kenapa diam, apa cowok disana ganyeng-ganteng?"


"saya juga kurang tahu Yuk, karena saya tidak memperhati kan nya"


"mudah-mudahan cowok disana ganteng-ganteng ya mbak, biar bisa cuci mata gitu"


"kamu Yuk, tahu nya cowok ganteng saja. Kalau mau cuci mata itu di kamar mandi sekalian mandi biar otak mu segar"


"si mbak, bisa saja. Yang pentung aku nanti mau lihat-lihat cowok ganteng dulu mana tahu ada yang ketempelan sama aku"


"hantu kali ketempelan sama kamu Yuk" kata Fitri tertawa.


"ah, si mbak gak asik"


"hahaha....terserah kamu saja deh Yuk"


"mbak kita sudah sampai" kata sopir grab tersebut.


"oh ya mas, tolong turuni barang bawaan kita ya" kata Fitri.


"baik mbak" jawab si mas sopir. Dia lalu menurun kan kotak-kotak kue tersebut.


"sudah mbak semuanya" kata si sopir.


"bisa mbak, saya akan tunggu di parkiran saja ya mbak"


"baik mas"


Fitri dan Yayuk menemui satpan yamg jaga diluar.


"permisi pak, kita mau mengantar pesanan kue kotak buk Dela" kata Fitri.


"oh, silah kan mbak, maru saya bantu" kata satpam tersebut lalu membawa kan kotak kotak itu kedalam kantor menemui Buk Dela.


"sudah sampai mbak, saya permisi dulu" kata satpam tersebut serelah membantu Fitri membawakan kotak kue itu.


"terima kasih ya pak, sudah mau membantu saya"


"ya mbak, saya keluar dulu"


Fitri hanya mengangguk kan kepala nya.


Tok tok tok


"masuk" jawab seseorang dari dalam.


"permisi mbak Dela" kata Fitri

__ADS_1


"eh..mbak Fitri sudah sampai, silah kam masuk"


"baik mbak" jawab Fitri kemufian masuk dengan menenteng kotak kotak kue.


"ini pesanan nya mbak, sesuai dengan pesanan yang mbak ingin kan"


"makasih ya mbak Fitri, ini uang nya coba dihitung dulu"


"terima kasih mbak Dela. Tidak perlu dihitung, saya percaya dengan mbak Dela.


"terima kasih ya, kamu itu sangat hebat ya, pesanan sebanyak ini bisa kamu selesai kan tepat waktu"


"alhamdulillah mbak, saya di bantu oleh karyawan saya yang sangat terampil dan cekatan. Berkat kerja keras mereka saya bisa seperti ini mbak Dela"


"kamu sanagat baik, selalu merendah. Benar kata mu, karena karyawan kita lah kita bisa berhasil"


"ya mbaj Dela, mereka semua sangat berjasa dalam hidup saya. Oh ya mbak ini kue spesial buat mbak" kata Fitri memberikan sekotak kue yang berbeda.


"terima kasih ya Fit" kata Dela.


"ya mbak, kalau begitu kami permisi dulu"


"ya, hati-hati ya dijalan" kata Dela.


"ya mbak" jawab Fitri tersenyum.


Mereka pun keluar daru ruangan Dela dan berjalan menuju lif menuju ke lobi kantor.


Ting


Lif terbuka dan keluar lah Fitri dan Yayuk.


"mbak, karyawan disini banyak juga ya dan cowok nya juga cakep-cakep" kata Yayuk.


"ya Yuk, kamu tahu gak, mbak Dela itu juga baik orang nya"


"iya mbak, kelihatan dari wajah nya"


"tante Fitri" teriak anak kecil memanggil Fitri.


Fitri yang merasa nama nya dipanggil langsumg melihat kebelakang.


"Sila" ucap Fitri melihat gadis kecil itu berlari kearah nya.


"tante cantik sedang apa di kantor Daddy aku"


"tante lagi mengantar kan pesanan kue kotak sayang" jawab Fitri kemudian melihat kearah pria yang berdiri dibelakang Sila. Tatapan mereka bertemu.


"kenapa jantung ku berdebar seperti ini" batin Fitri"


"ada apa dengan jantung ku yang berdebar cepat seperti ini" batin Aldo.


Fitri langsung memutus tatapan mata nya dengan Aldo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2