Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
bBertemu Mantan


__ADS_3

Mala yang sudah tak bisa berbohong lagi, merasa ketar ketir dengan ucapan ibu nya.


"bagai mana ini, kalau aku minta dinikahi saja apa Om Mario, apa dia mau menikah dengan ku? Aku harus cari cara, setidak nya aku harus mencari lelaki yang bisa aku jadi kan pengganti Om Mario jika dia tidak mau menikah dengan ku" batin Kemala cemas.


Buk Murni kembali menghampiri suami nya dan juga Faisal. Buk Murni duduk di samping suami nya yang sedang berbaring. Jangan tanya lagi wajah buk Murni yang sudah memerah menahan gejolak amarah nya.


"buk bagai mana, apa Mala mau mengaku? Tanya Faisal.


"ibu sendiri mendengar dia bicara dengan pria itu melalui telepon. Benar mereka memang melakukan hubungan terlarang itu. Ibu gak habis pikir, apa yang ada dipikiran adik mu itu Sal? Sementara ibu selalu memberi nya uang agar dia selalu tercukupi kebutuhan nya" kata Ibu Murni frustasi.


"kurang ajar anak itu, dia sudah membuat bapak malu" kata pak Susanto marah.


"jadi benar kalau wanita yang datang tadi istri pria itu? Tanya Faisal.


"ibu juga kurang tahu, tapi tadi ibu sempat dengar Kemala bilang seperti ini " Om bagai mana ini, istri om sudah mengetahui hubungan kita dan dia tadi datang kerumah ibu saya dan membuat keributan" begitu lah yang ibu dengar Sal"


"bearti benar kalau Mala menjalin hubungan dengan suami orang buk. Ibu harus bisa memperingati Mala buk, jangan sampai dia menjadi salah langkah lebih jauh buk" ujar Faisal.


"ya kamu benar Sal,.oh ya Sal bagai mana hubungan kamu dengan Rita, kapan kamu akan menikahi nya"kata ibu


"munkin dalam beberapa minggu ini buk, aku juga sudah membicarakan masalah ini dengan orang tua nya Rita. Dan keluarganya meminta kita untuk datang melamar nya, jadi munkin waktu libur nanti kita akan kerumah nya buk" ujar Faisal.


" baik lah, katakan saja kapan kita akan kesana, biar ibu bisa menyedia kan oleh oleh yang akan dibawa.


"baik lah buk, aku pulang dulu buk" kata Faidal yang melangkah keluar dari rumah orang tua nya.


*****


"Assalamu'alaikum...


"Wa'alaikum salam, ibu kenapa gak bilang kalau mau datang? Kata Fitri yang kaget melihat ibu nya berdiri didepan pintu rumah kontrakan nya.


"ibu sengaja gak bilang, adik mu mana Fit?


"Maya lagi ngantar pesanan kue tetangga buk.


"gimana keadaan kalian berdua, apa mantan suami mu itu ada datang kesini?


"kami berdua baik kok buk, selama Fitri tinggal disini, mas Faisal gak pernah datang buk. Munkin dia juga gak tahu kalau Fitri tinggal disini.


"bagus lah, tapi apa benar kalau selingkuhan nya itu hamil?


"dari mana ibu tahu?


"tadi ibu bertemu dengan tetangga kamu waktu ibu singgah kepasar, kata nya, selingkuhan mantan suami mu itu sudah hamil" kata ibu

__ADS_1


"ya buk benar, tapi...


"tapi apa Fit? Tanya ibu gak sabar


"waktu itu aku menemukan sebuah surat dari rumah sakit, disana tertulis kalau mas Faisal itu gak bisa memiliki keturunan buk"


"Apa? Apa kamu gak salah baca Fit?


"gak Buk, aky masih menyimpan surat itu, seperti nya mas Faisal juga belum membaca surat itu.


"itu bearti anak yang dikandung selingkuhan nya itu bukan anak Faosal dong" kata Ibu dengan hati-hati.


"ya buk, seperti nya begitu, tapi aku mohon jangan sampai ada yang tahu soal ini ya buk. Aku gak mau kalau keluarganya mas Faisal menuduh aku macam-macam.


"ya kamu tenang saja, ibu akan jaga rahasia. Kita lihat saja bagai mana reaksi mantan mertua mu itu jika tahu kalau bayi yang di kandung calon menantu baru nya itu bukan cucu sah nya.


"ya buk, serapat rapat nya kebusukan yang disimpan, pasti akan tercium juga.


"Fitri, ibu harap kamu iklas dengan semua inu, ibu yakin kamu adalah wanita yang subur.


"ya buk, aku juga sudah ikhlas kok buk. Aku juga tidak mau berurusan dengan mereka lagi buk. Oh ya ibu nginap disini kan?


"ya ibu nginap beberapa hari disini, ibu kangen dengan kalian, kalian berdua aja yang gak pernah ingat ibu dan ayah.


"ya, ibu ngerti kok.


"Asaalamu'alaikum, princess kembali" teriak Maya.


"Wa'alaikum salam, anak gadis kok teruak teriak, kayak dihutan aja" kata ibu.


"ibu, kapan ibu sampai? Kata Maya mencium tangan ibu nya.


"sudah dari tadi, kamu kemana aja sih?


"ngantar pesanan kebebrapa tempat buk, oh ya kak, nih uang nya" kata Maya memberi kan uang hasil orderan hari ini.


"ibu sudah makan? Tanya Fitri


"belum, maka nya ibu belanja.


"gimana kalau kita makan diluar buk, sesekali gak apa lah" kata Fitri.


"ide yang bagus kak"


"terserah kalian saja, ibu nurut aja"

__ADS_1


"ya udah, aku siao siap dulu ya buk. Kata Fitri berlalu masuk kedalam kamar.


Disini lah mereka sedang berada di sebuah rumah makan berbentuk saung dengan tempat yang sangat nyaman. Disamping saung tersebut terdapat kolam ikan hias.


"tempat nya nyaman, sejuk ya" kata ibu


"ya buk, disini makanan nya juga enak buk, makanan tradisional daerah" jawab Fitri.


Saat mereka menunggu pesanan mereka datang, Fitri mendengar suara yang sangat dia kenal.


"ternyata punya uang juga ya buat makan di saung ini? Kata ibu Murni mantan besan buk Farida.


"munkin dapat uang dari lelaki lain buk" kata Rita menimpali.


Ya saat ini Rita dan buk Murni sedang makan ditpat yang sama.


"sayang, mama, kenapa berdiri disini? Kata Faisal yang berdiri disamping calon istri nya.


"tuh, lagi lihat mantan istri kamu yang sedang makan disini juga" kata ibu Murni menunjuk ketempat Fitri.


Faisal langsung menoleh kearah yang di tunjuk ibu nya.


Fitri, kenapa dia kelihatan berbeda" batin Faisal.


"dapat lelaki dari mana bisa modalin kamu makan disini? Kata buk Murni.


"saya gak perlu dimodaliblaki laki untyk makan dimana pun buk, apa lagi laki laki nya seperti anak ibu itu, yang hanya tunduk pada jari ibu nya dan tidak memiliki prinsip"jawab Fitri telak, membuat ibu Murni emosi.


"heh, kalau bicara hati-hati ya. Anak saya ini banyak duit nya, buat apa cari wanita kampungan seperti kamu yang gak bisa hamil alias mandul. Lihat Rita, calon mantu saya, dia bisa mengandung anak Faisal.


"bagus lah, kalau wanita itu bisa hamil, mudah mudahan saja itu anak mas Faisal, tapi kalau gak bisa bisa nanti ibu mati berdiri" ujar Fitri yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.


"heh wanita mandul, kalo ngomong itu dipikir dulu, ini anak mas Faisal biar kamu tahu" kata Rita dengan marah, dia takut Faisal salah faham.


"bagus dong kalau itu anak nya, tapi ngomong ngomong kapan kalian akan menikah? Awas kebanyakan dosa loh kalau lama lama tinggal satu rumah tapi tanpa ikatan yang sah, apa lagi sampai hamil gitu"


Mendengar ucapan Fitri, Rita dan calon mertua nya itu terlihat meradang, apa lagi ucapan Fitri didengar orang yang ada didekat situ.


"sudah lah buk, lebih baik kita makan yuk" kata Faisal mengajak ibu nya masuk.


"kita pergi saja, ibu sudah gak selera makan disini" kata ibu Murni mendengus.


Mereka bertiga pun keluar dari saung tersebut dan tudak jadu makan disana. Ssedang kan Fitri dan keluarga nya dengan santai melahap makanan nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2