Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Bab 10: Sakit hati


__ADS_3

Pagi yang indah seperti suasana hati Fitri yang lagi berbunga bunga.


"mas ayo serapan dulu" kata Fitri memanggil suaminya.


"ya sayang bentar "kemudian Faisal keluar dari dalam kamar menuju ruang makan.


"sayang malam ini kamu gak usah nunggu mas pulang ya kamu makan duluan saja.


"emang nya mas mau kemana?


"mas ada lembur dikantor sayang.


"ya, mas pulang nya jam berapa?


"munkin larut malam sayang, kamu tidur saja duluan mas punya kunci cadangan rumah kok.


"mas jangan lupa nanti makan malam ya, walau pun kerja harus tetap makan.


"ya, ayo kita serapan sayang"


Selesai serapan Faisal pergi berangkar kerja tak lupa memberikan kecupan sayang pada istrinya.


"hati-hati ya mas" kata Fitri melambaikan tangan nya.


"aku masak apa ya, tunggu abang tukang sayur lewat saja deh sambil menyiram bunga"gumam Fitri".


Aku sangat bahagia melalui hari hari ku yang tenang tanpa ada gangguan dari mana pun. Suami ku selalu pulangbkerja tepat waktu walau pun sesekali dia lembur, pastia akan mengabari diriku.


"sayur...sayur..


Aku mendengar abang tukang sayur lwwat, segera aku menyudahi menyiram bunga dan pergi membeli sayur didepan.


Kulihat ibu ibu sudah berkumpul memilih sayur dan bahan pokok lain nya.


"pagi ibu ibu" sapa ku tak lupa memberikan senyuman manis ku kepada mereka.


"eh neng Fitri, mau beli apa neng" kata abang tukang sayur.


"pagi juga buk Fitri" jawab ibu ibu tetangga ku itu.


"ayam nya setengah kilo saja ya bang sama bumbu soto nya" kata ku kepada abang sayur.


"Fitri, suami kamu rajin banget ya kerja"


"ya alhamdulillah buk, selagi ada kerjaan kan harus rajin"jawab ku seadanya.

__ADS_1


"ya juga ya, ngomong ngomong kalian kapan promil nya? Tanya ibu ibu rempong itu.


"kita gak ada promil buk, kita berserah sama Allah saja kalau diberi momongan alhamdulillah kalau belum juga gak apa-apa" jawab ku juju dengan senyuman yang tak luput dari wajah ku.


Tapi sebenarnya hati ku sedikit sakit jika ada yang bertanya kapan dapat anak. Emang nya anak itu seperti buat kue diadon langsung jadi pikir ku.


"saya duluan ya ibu-ibu kerjaan masih banyak dirumah" kata ku permisi pada merwka yang masih asik ngerumpi.


Yahh begitu lah ibu ibu tetangga ku yang suka menceritakan aib orang lain.


Siang itu aku memasak makanan kesukaan mas Faisal soto ayam, sayur kangkung ditumis terasi dan martabak telor.


Selesai memasak, aku pun mandi dan berdandan seperti biasanya. Ku gunakan pakaian yang bagus agar saat aku mengantar makan siang kekantor mas Faisal, dia tidak akan malu pada rekan kerjanya.


Aku sudah selesai bersiap, ku kinting rantang ku menuju motor ku yang dibelikan mas Faisal sebagai kado ulang tahun ku. Ku jalankan motoe ku menuju kantor suamiku siang itu.


"permisi mbak, apa mas Faisal nya ada? Tanya ku pada resepsionis nya.


"ada buk, masuk saja langsung keruangan nya.


"terima kasih" jawab ku. Aku sudah sering ke kantor mas Faisal mengantarkan makan siang, biasanya aku memberitahu kalau aku mau datang tapi hari ini aku mau membuat kejutan untuk nya karena katanya malam ini dia lembur. Aku khawatir kalau mas Faisal lupa makan siang karena keasikan kerja. Jadi aku inisiatif membawakan makan siang untuk nya.


Aku melangkah memasuki lif menuju ruangan nya yang berada dilantai lima. Saat lif terbuka aku keluar dan melangkah menuju ruangan mas Faisal yang ada di ujung koridor kantor itu.


Sayup sayup ku dengar suara perempuan yang sangat aku kenal.


"buk, anak itu titipan Allah, kalau saat ini kami belum memiliki anak munkin Allah belum percaya menitipkan rezekinya pada kami.


"ah, selalu itu saja jawaban mu, ibu jadi yakin munkin istri mu itu memiliki masalah pada rahim nya.


"Buk kami berdua sehat, bahkan Fitri juga pernah mengecek kandungan nya, dan hasilnya baik baik saja. Bearti kamu belum ada rezeki ingin memiliki anak buk" jawab mas Faisal dengan lembut menjelaskan pasa orang tua nya.


Aku yang mendengar pembicaraan mereka tetap berdiri diluar tanpa ada niat untuk masuk. Beruntung saat itu ditempat aku berdiri sedang tidak ada orang.


"Faisal jika istrimu tidak bisa hamil kamu harus cari istri baru lagi" kata ibu mertua ku dengan nada yang tegas.


"seer...jantung ku berdebar saat ibu mertua ku mengatakan hal itu. Tega sekali dia mengatakan seperti itu pada hal aku wanita yang sehat dan subur.


"Buk, itu tidak munkin, aku sangat mencintai istri ku buk, aku tidak tega harus menduakan nya. Jawab mas Faisal membela ku.


Ada rasa menghangat dihati ini saat suami ku membela diri ku. Betapa senangnya hati ku saat mas Faisal mengatakan kalau dia sangat mencintai ku.


"ibu tidak memintamu menceraikan nya tapi ibu mau kau nikah lagi agar ibu bisa merasakan bagai mana rasanya memiliki cucu disisa umur ibu. Apa kau tidak bisa menuruti keinginan ibu mu ini"


Suami ku terdiam tanpa ada jawaban dari nya. Aku uang masih berdiri diluar menunggu apa yang akan dijawab suami ku.

__ADS_1


Sehingga aku kembali mendengar suara ibu mertuaku.


"kamu tenang saja ibu akan mencarikan wanita yang subur untuk menjadi istri kedua mu".


"Buk, aku tidak mau menduakan istriku, Fitri juga wanita yang subur dan sehat buk.


"mana buktinya dia wanita yang subur, kalau dia sehat sekarang kalian pasti sudah memiliki anak dan ibu pasti sudah menggendong cucu ibu.


Aku sangat sakit hati saat ibu mertuaku menawarkan suamiku memiliki istri baru. Aku berfikir lebih baik aku masuk kalau tidak ibu mertuaku pasti akan mendesak suami ku untuk nikah lagi.


Tok tok tok


Masuk" jawab mas Faisal dafi dalam.


"Fitri" kata mas Faisal sedikit kaget. Kenapa gak ngabari mas kalau kamu mau datang?


"aku sengaja buat kejutan mas, ini aku bawakan makan siang, katanya kamu hari ini mau lembur.


"makasih ya Fit, letak kan saja di tempat biasa.


"ibu sudah lama, ayo makan sama mas Faisal, aku bawakan lebih kok" tawar ku pada ibu mertua ku.


"tidak usah, saya sudah kenyang, Faisal ingat kata kata ibu tadi. Ujar ibu mertua ku lalu bangkit dan keluar dari ruangan suami ku.


"sayamg kamu sudah lama sampai?


"baru saja mas, kenapa wajah ibu seperti sedang marah mas? Tanya ku pura pura tidak tahu.


"tidak ada sayang, ibu lagi kesal karena mas jarang pulang nengok ibu.


"oh..kirain ada masalah apa sampai wajah ibu ditekuk gitu". Kata ku dengan wajah polos. "kenapa kamu gak jujur pada ku mas kalau ibu mu berniat mencari madu untu ku. Aku merasa bahwa ibu mu sendiri sudah menjadi madu ku bagai mana jika dia benar benar mencarikan kamu wanita lain untuk menjadi istri kedua mu" batin ku melihat mas Faisal yang sangat lahap makan nya. Aku merasa tak bersela lagi untuk makan siang. Kusudahi kunyahan ku dan mengambil minum.


"sayang kamu kenapa sedikit sekali makan nya? Tamya mas Faisal heran karena biasanya aku paling semangat bila makan siang bersamanya dikantor.


"aku sudah kenyang mas, tadi dirumah aku makan bubur dikasih sama tetangga" jawab ku dengan jujur karena saat aku beberes rumah ada tetangga yang ngantar bubur ke rumah ku.


"oh gitu ya, masakan kamu sangat enak, mas menjadi kekenyangan makan nya.


"alhamdulillah jika mas menyukai masakan ku. Jawab ku sambil membersihkan sisa makanan kami.


"mas aku pulang dulu ya, hari sudah mulai sore takut nanti kehujanan.


"ya sayang, kamu hati-hati dijalan ya. Kata suamiku lalu mencium kening ku.


Aku pun berlalu dari ruangan nya berjalan gontai keluar dari kantor besar itu.

__ADS_1


"kenapa aku merasa aneh ya, jika aku dinyatakan dokter sehat dan tidak ada masalah pada kesuburan ku kenapa sampai sekarang aku tidak hamil. Apa mas Faisal yang bermasalah selama ini dia belum pernah memeriksakan kesehatan nya. Tapi katanya tadi dia, sehat dan tidak ada masalah." batin Fitri bingung sambil melajukan motornya menuju rumah nya.


Bersambung.


__ADS_2