Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Malu sendiri


__ADS_3

Hari ini Aldo berencana pergi ke toko kue Fitri. Ternyata Aldo sudah menaruh hati pada Fitri dan kebetulan Sila sangat menyukai Fitri dan menginginkan Fitri menjadi mama nya.


"Sila, apa kamu sudah siap?tanya Alado"


"sudah Dad, ayo kita berangkat"


"oke, kamu sangat cantik sayang" kata Aldo menggendong Sila.


"daddy juga sangat tampan"


"benar kah?"


"ya dad, pasti tante cantik terpesona dengan daddy"


"haha..itu sudah pasti, setiap wanita yang melihat daddy pasti akan terpesona" jawab Aldo dengan bangga.


Aldo melajukan mobil nya menuju toko kue Fitri. Sedangkan Fitri hari ini sudah berada di toko kue. Pagi-pagi sekali Fitri sudah pergi ke toko nya.


"kenapa jantung ku deg deg an ya, gak seperti biasa nya" batin Fitri sambil membungkus kue kue yang sudah siap.


Fitri terus saja melakukan kegiatan nya tak terasa waktu sudah menunjuk kan siang hari. Melihat waktu sudah masuknwaktu sholat Fitri pun menghentikan kegiatan nya dan masuk ke ruangan nya untuk melaksanakan sholat zuhur. Selesai sholat Fitri masih berada diruangan nya hanya sekedar beristirahat.


"saya mau bertemu dengan bos kalian" kata seorang wanita tua"


"bos kami sedang beristirahat buk, kami tidak berani mengganggu nya" jawab karyawan Fitri.


"pokok nya saya tidak mau tahu, suruh wanita kampung itu keluar, saya mau bertemu"


"maaf buk, jika ada keperluan anda boleh duduk dulu dan menunggu"


"kalian pikir saya ini apa harus menunggu wanita kampung itu. Fitri...Fitri..keluar kau dasar wanita kampung"


Fitri yang mendengar nama nya di panggil- panggil pun langsung keluar


"siapa sih yang teriak, sepertinya aku mengenal suara itu" batin Fitri lalu berjalan keluar dari ruangan nya.


"ibu" kata Fitri kaget melihat mantan mertua nya datang ketoko kue nya.


"oh, ternyata benaran kamu pemilik toko kue ini, dapat uang dari mana kamu, apa kamu minta uang pada anak saya? Kata ibu Murni langsung menyerang Fitri dengan kata2 nya.


"apa maksud ibu? Saya tidak ada minta uang pada siapa pun termasuk anak ibu" jawab Fitri santai.


"alah..bilang saja kamu dapat uang harta gono gini kan dari anak saya, mana uang itu kembali kan" kata ibu Murni

__ADS_1


"Buk, sejak kapan saya minta uang harta gono gini, bukan kah selama ini ibu yang megang uang mas Faisal. Bahkan dulu saya di beri nafkah hanya pas pasan untuk kebutuhan rumah"


"jangan bohong kamu, kalau bukan dari anak saya, terus dari mana kamu mendapat kan uang sehingga bisa membuka toko kue ini?"


"semua ini hasil dari jerih payah saya yang berjualan kue, bukan dari hasil uang anak ibu. Apa ibu gak malu meminta uang pada saya yang bukan hak ibu. Pada hal dulu sewaktu ibu menjadi mertua saya, ibu yang selalu menguasai uang mas Faisal. Bahkan ibu sendiri yang menyuruh mas Faisal mencerai kan saya demi wanita yang bisa memberi kan cucu buat ibu"


Mendengar ucapan Fitri yang sangat menohok, buk Murni terdiam. Tapi dia juga tidak mau kalah, buk Murni kembali mempermalukan Fitri.


"dasar wanita kampung, kamu berani menghina saya. Kamu wanita yang tidak tahu diri sudah mandul berlagak sombong" kata buk Murni tersenyum.


"lebih baik untuk saat ini saya mandul, dari pada punya anak tapi bukan anak dari suami sendiri"


"apa maksud kamu berkata seperti itu?"


"biar saya beritahu ya buk, apa ibu yakin menantu kesayangan ibu itu mengandung cucu sah ibu? Kalau saya sih tidak yakin. Lebih baik ibu mengurus menantu kesayangan ibu itu dari pada sibuk mengurus kehidupan saya. Oh ya buk, kalau ibu sudah selesai, disana pintu keluar nya" kata Fitri mengusir mantan mertua nya itu dengan halus.


"kamu...awas saja kamu ya" kata mantan mertua nya dan pergi meninggal kan toko.


Setelah kepergian buk Murni, Fitri terduduk di kursi yamg disediakan umtuk pengunjung.


Banyak mata yang melihat pertikaian mereka tadi bahkan Aldo yang berada diluar bersama Sila juga ikut menyaksikan keributan itu. Setelah semua nya tenang baru lah Aldo masuk ke dalam toko.


"tante cantik" kata Sila menghampiri Fitri yang termenung.


"aku bersama Daddy tante, aku kangen sama tante, apa tante mau nemani aku"


Fitri nampak berpikir "baik lah tante akan temani kamu, emang kamu mau kemana?


"sebenar nya aku lapar tante, aku belum makan siang" jawab Sila


"gimana kalau kita pergi makan siang, kita cari ayam goreng" kata Fitri.


"baik tante, daddy apa daddy mau mengantar kami makan ayam goreng? Kata Sila kepada Aldo yang sedari tadi berdiri di dekat Sila memperhatikan kedua wanita beda usia itu.


"ayo, daddy antar kalian makan ayam goreng di tempat yang bagus dan juga enak" kata Aldo tersenyum.


Fitri yang melihat senyum Aldo terpana untuk sesaat, tapi dia langsung bisa menguasai diri nya.


"ayo kita pergi tante" kata Sila memegang tangan Fitri.


"ayo, kita berangkat" jawab Fitri


Sebelum pergi, Fitri menitip kan toko pada adik nya. Mereka bertiga pun masuk kedalam mobil Aldo. Fitri duduk di belakang bersma Sila, sedangkan Aldo menjadi sopir mereka.

__ADS_1


"daddy sekarang daddy jadi sopir kami dulu ya, aku mau duduk di kursi belakang dengan tante Fitri" kata Sila.


"baik sayang, apa pun untuk kamu akan daddy lakukan.


"terima kasih ya daddy, sekarang kita berangkat" kata Sila dengan girang.


Melihat tingkah laku Sila, Fitri merasa terhibur, tanpa sengaja mata nya dan mata Aldo bersitatapan membuat debaran debaran di hati mereka berdua. Dengan cepat Fitri mwmalingkan wajah nya.


"tante, tadi itu siapa yang marah marah sama tante? Kata Sila


"Sila tidak boleh bertanya tentang urusan orang dewasa, oke" kata Aldo tidak enak.


"tidak apa pak" jawab Fitri. "jadi mereka melihat keributan yang di buat buk Murni" batin Fitri.


"tadi itu, orang tua dari mantan suami tante" jawab Fitri.


"tapi kenapa dia marah-marah"


"tante juga kurang tahu, seperti nya dia tidak suka dengan tante"


"tante seperti nya dia itu bukan orang baik, aku lihat dia seperti nenek sihir. Tante harus hati-hati nanti tante bisa disihir nya jadi puteri tidur. Kalau tante jadi puteri tidur, aku kan gak bisa main sama tante" kata Sila dengan polos nya.


"hahaha..kamu bisa saja sayang, mana ada di dunia ini nenek sihir" kata Fitri yang terhibur dengan ucapan Sila. Untuk sesaat Fitri melupakn kejadian yang baru saja terjadi di toko nya.


"ada tante, buktinya nenek itu tadi, seperti nenek sihir"


"ya, kamu juga harus hati-hati bila bertemu dengan orang lain, jangan sembarangan menerima bantuan orang lain terutama orang yang tidak dikenal" kata Fitri.


"baik tante"


"ayo kita turun, kita sudah sampai" kata Aldo.


"horee..kita makan ayam goreng enak" ujar Sila girang.


"sayang turun nya hati-hati" kata Fitri.


Mereka bertiga masuk kedalam kedai ayam goreng yang hanya menyajikan menu ayam goreng. Mereka duduk di meja yang ada di dalam kedai tersebut. Walau pun di bilang kedai ayam goreng, tapi makanan disana seperti makanan direstoran, bersih dan higeinis, serta pembeli nya juga ramai


bersambung


Kami segenap keluarga besar SIAHAAN dan MARGOLANG mengucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.🙏🙏


Eid mubarok 1444 H.

__ADS_1


__ADS_2