
Tiga bulan sudah berlalu, toko kue Fitri semakin hari semakin ramai. Hubungan Aldo dan Fitri semakin dekat. Hari ini Fitri di ajak Sila kerumah nenek nya. Tidak lupa Fitri membawa beberapa macam kue dan snak lain nya.
"tante, terima kasih ya sudah mau nemani aku main" kata Sila.
"ya sayang, tante juga senang bisa bermain sama kamu" jawab Fitri mengelus pucuk kepala gadis kecil tersebut.
"Fitri kamu disini" kata mama Aldo.
"ya buk, ada apa ya? Tanya Fitri"
"oh gak, apa kamu mau membantu ibu masak?
"oh, boleh buk, ayo" kata Fitri lalu bangkit.
"Sila, kamu selesai kan menggambar nya ya nanti tante lihat setelah tante selesai masak"
"baik tante" jawab Sila.
Fitri dan mama Aldo pun berjalan menuju dapur. Fitri sangat cekatan memotong sayuran begitu juga dengan memasak. Dia sangat pandai, karena Fitri sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah termasuk memasak. Mama Aldo memperhatikan gerak gerik Fitri, dia sangat kagum dengan kemahiran Fitri. Hampir semua masakan, Fitri yang memasak nya.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari balik tembok. Ternyata Aldo sengaja pulang siang itu hanya untuk bertemu dengan Fitri. Karena sebelum nya mama nya sudah memberitahu kalau Fitri ada dirumah mereka.
"ternyata dia wanita yang sangat hebat. Pandai memasak dan mengurus rumah. Beruntung pria yang menjadi pendamping hidup nya. Benar-benar wanita idaman ku" batin Aldo.
Aldo masih saja memperhati kan Fitri yang masih asik dengan kegiatan nya. Selesai memasak, Fitri dan mama Aldo menyajikan masakan mereka di meja makan.
"seperti nya masakan mu ini sangat enak" puji mama Aldo.
"ah, ibu bisa saja. Saya hanya pemula buk, sedang ibu sudah senior" kata Fitri tertawa renyah.
"haha...Fitri ternyata kamu wanita yang suka merendah" jawab mama Aldo.
"ibu juga jago masak, tapi malah memuji saya" kata Fitri.
"baik lah, sekarang ayo kita hidangkan, sebentar lagi Aldo pulang mau makan siang dirumah".
"mas Aldo makan siang dirumah? Tanya Fitri heran"
"ya, saya sengaja menyuruh nya pulang, untuk menyicipi masakan kamu"
Sedang kan Aldo yang mendengar perbincangan dua wanita beda usia itu, berpura-pura memberi salam.
__ADS_1
"assalamu'alaikum" kata Aldo.
"wa'alaikumsalam" jawab mereka yang ada di dapur.
"Aldo kamu sudah sampai? Kata Mama"
"ya ma, baru saja aku sampai, kalian sedang apa di dapur? Tanya Aldo pura-pura tidak tahu"
"oh, kita sedang memasak, ayo cuci tangan dulu lalu makan" kata Mama.
"ya ma" jawab Aldo lalu berjalan menuju wastafel membersihkan tangan nya.
Saat akan berbalik, Aldo menyempat kan diri melihat Fitri yang masih berdiri di dekat meja makan.
Tak berapa lama mereka pun sudah berkumpul di meja makan.
"wah..masakan nya banyak sekali" kata Sila.
"ya, ini semua tante Fitri yang masak" jawab sang nenek.
"beneran nek, tante Fitri yang masak?
"ya sayang"
"hem..makanan nya sangat enak" kata Aldo lalu kembali menyuap nasi nya.
Fitri menoleh ke arah Aldo yang sangat lahap menyantap masakan nya. Begitu juga dengan sang mama.
"ini Fitri yang masak loh Al" kata mama.
"oh ya, masakan nya sangat enak, ini sebanding dengan masakan restoran ala nusantara loh"
"bener kan apa kata mama, Fitri itu calon istri idaman, pintar masak, rajin kerja, sayang sama anak-anak, cantik lagi" kata mama.
"mama benar, emang calon istri idaman" jawab Aldo.
Fitri yang mendengar obrolan antara anak dan ibu itu hanya tersenyum malu. Wajah nya sudah merah seperti kepiting rebus.
Sebenar nya Fitri sudah menaruh rasa dengan Aldo, begitu juga sebalik nya. Tapi di antara mereka tidak ada yang berani mengutara kan isi hati nya. Sedang kan Aldo sudah berniat ingin melamar Fitri secepat nya.
Selesai makan siang bersama, Fitri membersih kan meja makan. Lalu mencuci piring bekas mereka. Setelah selesai, Fitri berniat menuju ruang keluarga.
__ADS_1
"Aldo, bagai mana pendapat mu tentang Fitri?
"Dia sangat baik ma, rajin, pintar masak, Aldo suka melihat nya" jawab Aldo sejujur nya.
"sebenar nya mama setuju jika kamu menikah dengan Fitri" kata mama tiba-tiba.
Aldo melihat mama nya dengan seksama
"apa mama serius dengan ucapan mama? "
"ya mama serius, bahkan kalau kamu mau hari ini juga kita bisa melamar nya kepada orang tua nya"
"mama tidak keberatan dengan status nya?"
"apa kamu keberatan dengan status nya? Tanya mama balik"
"tidak ma, sebenar nya Aldo sudah lama menyukai Fitri, tapi aku takut dia menolak"
"dasar kamu, laki-laki cemen. Belum berjuang sudah menyerah" kata mama mengejek Aldo.
Aldo hanya tersenyum getir mendengar nya.
"kalau kamu serius, maka cepat du halalin"
Belum sempat Aldo menjawab, Fitri sudah menyapa mereka.
"buk, saya permisi pulang dulu ya" kata Fitri.
"oh ya Fit, duduk dulu. Saya sama Aldo mau bicara" kata mama.
"baik buk, sebenar nya ada apa ya ? Tanya Fitri setelah duduk".
"begini, saya langsung saja ya, sebenar nya saya ingin kamu jadi mantu saya istri dari Aldo, apa kamu bersedia? Tanya mama"
Mendengar pertanyaan mendadak seperti itu membuat Fitri jadi kikuk dan gugup.
"Fitri kamu mau kan jadi mantu saya"
"maaf buk, bukan nya saya menolak niat baik ibu, tapi saya perlu memikir kan nya dan saya harus bicarakan dulu dengan orang tua saya. Sebenar nya saya sangat tersanjung, keluarga ibu mau menerima saya menjadi menantu di keluarga ini, tapi apa kalian tidak keberatan dengan status saya yang janda. Apa kalian tidak akan malu jika keluarga, tetangga bahkan rekan kerja mencibir kalian? Sekali lagi maaf buk, lebih baik kita pertimbang kan dulu dengan baik-baik. Saya tidak ingin gagal kedua kali nya" kata Fitri dengan mata yang berkaca-kaca.
Bersambung
__ADS_1
Maaf ya author tidak dapat up setiap hari, karena masih sibuk dengan urusan lebaran. Dan kebetulan ayah mertua author juga sedang sakit. Nanti setelah banyak waktu luang, author akan up yang banyak. Semoga para pembaca tidak kecewa dengan author ya. Dan terima kasih sudah mampir di karya author, jangan lupa tinggal kan jejak, like, komen, dan vote, agar author tetap semangat. Love you buat kalian semua.
Minal 'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Selamat merayakan aidil fitri bagi yang merayakan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Tuhan yang maha Esa.