Mertua ku seperti Maduku

Mertua ku seperti Maduku
Bab 13: Madu yang pahit


__ADS_3

Siang itu aku sedang membuat pesanan kue, dan akan ku antar ketempat ibu ibu yang sedang mengadakan arisan. Lumayan kue pesanan mereka ada lima puluh kotak, dan ada beberapa tetangga yang mesan kue bolu. Kata mereka kue buatan ku sangat enak. Iya lah kue buatan ku memakai bahan yang baik dan menggunakan gula murni.


Setelah beberes aku pergi mengantarkan kue pesanan tetangga ku dan lanjut ke sebuah cafe tempat ibu ibu arisan. Ku lajutan sepeda motor ku menuju cafe tersebut.


Saat parkir, aku melihat mobil mas Faisal terparkir di depan cafe, aku celingak celinguk mencari keberadaan diri nya tapi tidak ku temukan. Aku melangkah masuk untuk menemui ibu ibu arisan tersebut.


"permisi buk, ini pesanan kue kotak nya" kata ku memberikan kepada ibu Ana yang memesan kue ku.


"oh, terima kasih ya Fit, sudah mau mengantar kemari" kata buk Ana dengan senyuman nya.


"ya buk sama sama, sudah mau percaya sama saya.


"ini Fit uang kue kotak nya kamu hitung dulu" kata buk Ana memberikan lembaran uang biru.


"saya percaya kok sama ibu jadi gak perlu dihitung" jawab ku lalu memasuk kan uang tersebut kedalam saku celana ku.


"terima kasih ya buk saya permisi dulu"


"ya Fit, hati hati ya" jawab buk Ana. Dan aku pun berlalu pergi meninggalkan tempat mereka.


Sebelum keluar dari cafe aku pergi menuju toilet, saat melewati meja yang ada di sudut ruangan, aku melihat suami ku sedang bercengkrama dengan wanita yang kemarin aku lihat. Ku perhatikan mereka dengan seksama, betapa bahagianya mas Faisal saat mengobrol dengan wanita itu. Sedang kan dengan ku saja dia tidak pernah lagi tersenyum sebahagia itu. Aku melanjutkan langkah ku menuju toilet, aku tidak lagi menghirau kan suami ku dan wanita itu.


Setelah selesai aku keluar dari toilet dan mereka berdua masih duduk disana. Aku cepat melangkah keluar sebelum mas Faisal menyadari keberadaan ku.

__ADS_1


Setelah dampai dirumah aku menghitung pendapatan ku hari ini


"alhamdulillah, lumayan untuk jualan besok, mulai sekarang aku harus bisa menghasil kan uang, aku gak tahu bagai mana kedepan nya. Suami ku sudah mulai berubah tidak lagi peduli dengan ku" batin ku sambil menghitung uang ku. Aku berniat besok aku akan menyetor ke bank sebagian dari penghasilan ku dari jualan.


Tiga bulan kemudian, aku sudah bisa mengumpulkan uang dari hasil jualan kue secara online, dan ada juga pesanan dari beberapa tetangga dan teman ku. Apa pun yang ku lakukan suami ku sudah tidak perduli, dia selalu pergi pagi tanpa serapan dan pulang larut malam saat aku sudah tertidur. Malam ini aku sengaja menunggu mya pulang kerja.


"mas kamu sudah pulang? Mau aku buat kan makan malam? Kata ku cuma basa basi karena aku tahu dia pasti sudah makan.


"tidak usah, aku sudah makan, jawab nya.


"mas, kenapa beberapa bulan ini kamu berubah, sudah tidak seperti dulu yang selalu perhatian dengan ku? Kata ku memandang wajah nya dengan sendu.


"aku lelah, dan aku bosan melihat mu yang selalu berpenampilan seperti pembantu.


"ya itu urusan kamu, sebagai wanita kamu harus bisa mengatur keuangan, lagian aku juga jarang makan dirumah.


"mas, apa salah ku mas, kenapa kau seperti ini mas, apa ada sesuatu yang kau sembunyi kan dari ku mas.


"tidak ada yang aku sembunyi kan.


"mas, siapa wanita yang selalu bersama mu itu, kenapa kau lebih sering keluar dengan nya dari pada aku? Kata ku memberani kan dirinuntuk bertanya.


Mas Faisal menatap ku dengan tajam

__ADS_1


"jadi selama ini kau memata matai ku?


"tidak mas, aku tidak sengaja melihat mu saat aku sedang belanja membeli kebutuhan rumah kita. Jawab ku jujur.


"bagus lah kalau kau sudah melihat nya jadi aku tidak perlu mengenalkan nya dengan mu.


"apa maksud mu mas, siapa sebenar nya dia?


"dia adalah wanita yang akan menjadi madu mu, dia wanita berpendidikan dan sangat menarik. Ibu ku juga menyukai nya begitu juga dengan keluarga ku yang lain.


Nyeesss..dada ku terasa sesak mendengar pengakuan suami ku.


"mas apa salah ku sehingga kau mau memadu ku mas? Apa yang kurang dari ku, kalau soal penampilan aku bisa merubah nya jika itu yang kau ingin kan mas.


"tapi kau tidak bisa memberi ku anak, kau bukan wanita yang subur, orangbtua ku sudah lama mengingin kan seorang cucu, tapi kau belum juga hamil. Kata suami ku dengan lantamg tanpa ada rasa bersalah.


"Mas, tega kau mengatakan seperti itu pada ku, kau tahu sendiri dikter juga mengatakan kalau aku sehat dan bisa hamil, munkin Allah belum percaya pada kita untuk memiliki seorang anak mas"


"sudah lah, kau harus terima jika aku menikah lagi, atau kau bisa memilih jalan yang lain" kata mas Faisal dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Sungguh bagai mana pun rasanya aku ingin menjerit, betapa sakit hati ini mendengar ucapan suami ku sendiri. Hampir empat tahun kami menikah, hanya lima bulan belakangan ini dia sudah berubah. Tidak seperti mas Faisal yang lu kenal dulu. Suami ku sendiri dan juga mertua ku sudah memberi kan aku madu yang sangat pahit. Rasa nya dunia ku benar benar hancur.


aku membaring kan tubuh ku di tempat tidur, ku pejam kan mata ini di kesunyian malam dengan mata yang sudah banjir. Sedangkan suami ku memilih tidur di kamar tamu. Aku menangis dalam tidur ku, meratapi nasib yang tak beruntung seperti orang orang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2